
Tiba-tiba saja Kak Hendrick beranjak dari tempat duduknya, lalu pamit pada mami Cathlin. Kemudian ia pergi meninggalkan kami.
"Kak Ardian, pemberian apa sih?" bisik Thalia pada Ardian.
"Entahlah" jawab Ardian sambil menaikkan bahunya tanda tidak mengerti.
Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 10.15 WIB, Mami Cathlin mengajak kami untuk segera pulang menggunakan mobil Ardian, karena mobil yang di tumpangi mami Cathlin dan Thalia dibawa oleh kak Hendrick.
Selama dalam perjalanan menuju rumah, tak henti hentinya Thalia menggodaku dan Ardian.
Sebenarnya aku merasa risih sih, kenapa setiap candaan namaku selalu dikait kaitkan dengan Ardian yang menjengkelkan itu. Tak berapa menit kemudian sampailah kami dirumah mewah milik Mami Cathlin.
"Ayo turun kak Shella" ujar Thalia menarik tanganku turun dari mobil, kemudian mengajakku masuk ke rumah tersebut. Sesampainya di dalam rumah aku melihat ada seorang laki-laki dewasa, mengenakan kemeja lengan pendek berwana biru, celana dasar hitam dan tengah membaca sebuah koran.
"papi...." teriak Thalia pada laki-laki itu. Rupanya itu adalah om Anton, suami dari mami Cathlin. Thalia pun segera berlari dan memeluk papinya itu. 'hmmm... sungguh pemandangan yang indah, andai saja aku tau dimana orang tua kandungku berada' gumamku sembari tersenyum melihat kemesraan antara ayah dan anak itu.
"Oh iya pa, kenalin ini kak Shella guru les nya Thalia, kak Shella ini baik lho pa... dia juga juara umum di SMA 1, terus kak Shella juga dapat beasiswa kuliah ke Universitas di jakarta pa... hebat kan pa" cerita Thalia panjang lebar pada papinya.
"perkenalkan nama saya Shella om" ujarku pada laki-laki itu.
"Silahkan duduk Shella... " ujar om Anton
__ADS_1
"terima kasih om" jawabku sambil duduk di samping Thalia.
"wah kalau begitu bagus dong nak, kamu harus ikutin jejak guru les kamu ini" lanjut om Anton.
"satu lagi pa... kak Shella itu............ "tambah Thalia membisikkan sesuatu pada pak Anton.
"benarkah? wah makin bagus dong" seru pak Anton tertawa agak keras.
"eitss Thalia.... jangan bicara macem macem sama papimu nak" Seru mami Cathlin
"sorry mom" jawab Thalia menundukkan pandangannya.
"katanya kalian mau belajar? silahkan belajar dulu Thalia, nak Shella.. om tinggal dulu ya" kata Om Anton bangkit daeri tempat duduknya lalu beranjak menuju kamar.
"akhirnya selesai juga.... sekarang Thalia mau istirahat dulu" kata gadis itu sambil menguap.
"tapi kamu harus ingat pelajaran hari ini dan bagaimana cara menyelesaikan soal-soal yang sudah kakak ajarkan tadi" ujarku.
"baik kak, Thalia pamit dulu ya kak.. maaf Thalia tidak bisa mengantarkan kakak ke depan soalnya Thalia udah ngantuk banget, capek semalam begadang, pagi lagi enak-enaknya tidur malah dibangunin sama mami".
"Nggak apa-apa kok Thalia.." seruku sambil merapikan beberapa buku yang sengaja aku bawa sebagai bahan pelajaran untuk Thalia.
__ADS_1
"Thalia tinggal dulu ya kak" lanjut gadis itu bangkit dari tempat duduknya kemudian segera masuk ke dalam kamar.
Saat aku tengah sibuk berkemas hendak pulang, datanglah Ardian membawa buku yang kemarin ia bawa dari toko buku gramedia. Seketika perasaan jengkel ku yang sempat aku tepiskan muncul lagi.
" Shella ini buku kamu " kata Ardian meletakkan buku tersebut d atas meja dihadapanku.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hai readers... Plissss kasih like dan komen nya dong....😢😢😢😢😢