
*Pagi hari
seperti biasa aku bangun pagi-pagi sekali, setelah melaksanakan ibadah sholat subuh. aku lanjut membereskan rumah karena hari ini akan ada acara syukuran di rumahku. Sambil melepas rasa penat, akupun berbaring di atas kasur, tiba tiba saja aku teringat akan kak Hendrick, laki-laki aneh yang selama ini ku kenal. kadang ia baik dan bahkan terkadang dia begitu menjengkelkan. Ku raih ponsel yang terletak di meja kecil, ku baca pesan darinya satu persatu.
"manusia aneh, kadang ada baiknya kadang menjengkelkan, tapi kenapa aku jadi kepikiran sama dia ya" gumamku.
Saat tengah asyik membaca pesan dari kak Hendrick, masuklah sebuah pesan via Whats app dari Cici.
*"Shel, coba kamu buka Facebook.. ada berita penting"
-Cici
"berita apa Ci?"
-Shella
"pokoknya gawat,buruan gih.."
-Cici
"tapi aku kan nggak punya akun facebook co"
-Shella
"ya ampun Shella.... udah tahun 2020 masih kudet aja wkwkwkwk, tunggu bentar aku akan kirimn ss beritanya."
__ADS_1
-Cici
"okay ci"
-Shella*
Kemudian aku kembali menaruh ponsel iphone7 itu ke atas meja. Disaat yang bersamaan,rupanya mami Cathlin sudah sampai dirumahku.
"Assalamualaikum Shella"
"Waalaikumsalam, mami... kami kesini sama siapa?" ujarku sambil menyalami wanita itu.
"mami sama bi marni dan pak karno aja Shel"
"Thalia mana mi?"
"Kami ijin dulu mau balik ke rumah nyonya cathlin" ujar bi marni.
"baik bi, terima kasih" jawab mami cathlin singkat.
"oh iya Shella, mami juga mengundang beberapa orang guru dan salah seorang sahabat mami" tambahnya.
"iya mami, Shella juga mengundang beberapa orang teman serta kakak ibunya Shella mi" tambahku.
"wah.. bagus lah kalau begitu, jadi acaranya makin ramai ya" kata mami Cathlin tersenyum.
__ADS_1
"mmm.. mi, terima kasih sudah banyak membantu Shella dan maaf Shella jadi merepotkan mami"
"ah tidak apa-apa nak, kan sudah kewajiban kita saling tolong menolong dalam hidup ini" kata mami cathlin sambil memelukku.
Beberapa saat kemudian datanglah Thalia dan Ardian, dan dengan waktu yang bersamaan Bu salomah, serta kedua Sahabatku juga telah hadir.
"Shella, wah sekarang kamu sudah dewasa ya... maaf ibu jarang kesini, soalnya ibu beberapa tahun terakhir ini tengah sibuk mengurus anak ibu si Cindy lahiran dan baru saja balik dari Batam" kata Bu Salomah
"tidak apa-apa bu, Shella ngerti kok bu" jawabku.
"kak Shella" seru Thalia menghampiriku, kemudian gadis remaja kelas 3 SMP itu spontan saja memelukku erat seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
"Thalia... mmm.. maaf rumah kakak sempit begini, beda dari rumahmu lia " ujarku.
"tidak apa-apa kak, biar rumah sempit tapi hati penghuninya luaaaaaaaaaasssss" tambah Thalia terlihat sangat gembira.
Sementara itu Cici dan Eren tengah berbisik.
"sstt ci, apa kita kasih tau aja ya sekarang sama Shella"
"husss... nanti saja kalau acaranya udah selesai"
melihat tingkat kedua temanku itu, aku pun segera menghampiri mereka.
"hei... kalian pada ngomongin apa sih? kok nggak ngajak-ngajak" ujarku.
__ADS_1
"Shella... sahabatku yang paling polos dan kudet.. baiknya sekarang kita siapkan segala sesuatunya untuk acara yang tinggal beberapa menit lagi"
Lalu kami pun segera menuju dapur, dimana semua yang hadir disana tengah sibuk. Tidak berapa lama kemudian para tamu undangan dan pak ustad pun telah hadir hingga acarapun dimulai.