Suara Air Mata

Suara Air Mata
Khawatir


__ADS_3

"Hendrick" ujar Azka melihat teman satu kampusnya dulu tengah duduk di kursi teras rumah.


"tumben elo kesini? ada apa?" lanjutnya.


"elo nggak usah pura-pura nggak tau gitu deh" kata Hendrick dengan nada yang agak tinggi


"eits... santai bro, elo datang kerumah gue, mendadak malah marah-marah sama gue"


"udah deh, sekarang gue mau nanya sama elo, lo kan yang semalam kirim paketan sama tunangan gue?"


"what? tunangan? emangnya siapa? maaf gue nggak punya waktu buat ladenin orang kayak elo ndrick" jawab Azka hendak membalikkan badannya bermaksud untuj masuk kedalam.


"eh, ka .. lo jangan pura-pura nggak tau deh, itu paket boneka, bunga sama coklat elo kan yang kasih sama Shella" kata Hendrick mulai meradang


" oh... itu.. kalau iya memangnya kenapa? udah deh, mending lo pergi sana, gue masih banyak kerjaan"


"oke gue bakalan pergi, tapi satu yang harus lo ingat, Shella itu tunangan gue, dan sebentar lagi kami akan menikah"


"oh ya? lantas Vera mau elo kemanain Hendrick Antoni?"


"Vera?i..it. itu sekretaris gue" jawab Hendrick terbata-bata


"jangan bohong deh lo Ndrick, gue ingetin ya, sampai kapan pun Elo dan Shella nggak bakalan bersatu, gue bakalan jamin" ancam Azka pada pemuda berwajah blasteran itu.


"maksud lo?, elo ngancam gue hah?... berani-beraninya elo sama gue,coba aja sekali lagi elo deketin tunangan gue, gue jamin lo nggak bakalan bisa menghirup udara segar" jawab Hendrick geram sambil menunjuk ke arah Azka.


"oh... kita lihat saja nanti, siapa yang bakalan dapetin Shella" timpal Azka dengan nada santai.


Kemudian Azka membalikkan badannya segera masuk kedalam rumah dan menutup pintu.

__ADS_1


"ciihhh Hendrick hendrick.. gue nggak akan biarin elo nyakitin Shella, cewek incaran gue selama ini".


Saat hendak menaiki tangga rumah, langkah pemuda itu terhenti saat melihat bi ijah membawa sebuah nampan berisi dua gelas minuman.


'buat siapa bi?"


"ini den, buat teman den Azka"


"orangnya sudah pergi, lain kali kalau dia datang kesini lagi, bilang kalau saya tidak ada"


"baik den, tapi ini minumannya gimana den?"


"buat bibi aja sama mamang dibelakang" tambah Azka lalu segera melangkah menuju kamarnya.


flash back


"ini paket dari siapa ya? kok nggak ada nama pengirimnya?" gumam Shella sambil membolak balikkan sebuah box pink berukuran besar yang barusan ia terima.


"huuuhhh, ya sudahlah dari pada penasaran, mending dibuka aja.. bissmillahirrohmanirrohiimm"


Betapa kagetnya ia, saat melihat isi box tersebut, ternyata terdapat sebuah bucket bunga, boneka litle poni, serta coklat, dan semuanya bernuansa pink.


Seketika senyuman manis terukir dibibir gadis itu.


"Kak Hendrick, pasti ini kamu yang ngirim.. " terka Shella sambil memeluk bucket bunga tersebut.


Tak berapa lama kemudian terdengar alunan musik dari ponsel yang sengaja ia taruh di atas nakas. Segera ia meraih ponsel tersebut, dilayar tertera panggilan masuk dari kak Hendrick.


"Hallo sayang" kata Hendrick

__ADS_1


"Hallo kak Hendrick"


"kamu lagi ngapain?"


"ini lagi buka paketan dari kak Hendrick, makasih ya kak, Shella kirain kak Hendrick udah lupain Shella"


"paketan?" tanya hendrick bingung, karena ia merasa tidak pernah mengirim apapun pada tunangannya itu.


"iya, iiihh kak Hendrick pura-pura lupa segala, ini bunga, boneka litle poni sama coklat kakak yang kirim kan?"


"oh.. eh iya.. by the way coba kamu fotoin"


"oke... ntar Shella kirimin"


"ya sudah,kamu tidur gih sana.."


"iya kak, night baby"


"night"


panggilanpun terputus


Sementara itu disisi lain, usai menelpon Shella. Hendrick segera mencari tau siapa pengirim paketan tersebut pada tuanangannya. berdasarkan foto yang dikirim Shella, Ia segera memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melacak si pengirim paketan tersebut.


Tak menunggu waktu lama, akhirnya ia mengetahui kalau sipengirim tersebut tak lain ialah Azka, yang merupakan CEO sebuah perusahaan ternama.


Memang selama ini perusahaan yang ia kelola dengan perusahaan milik Azka selalu bersaing, tapi ia tak menyangka kalau Azka juga mengetahui hubungannya dengan Shella. Ia tidak ingin kalau sewaktu-waktu Azka memberitahu Shella tentang hubungannya dengan Vera, yang tak lain sekretarisnya sendiri.


Tanpa pikir panjang ia pun segera menuju ke kediaman Azka, yang ia ketahui saat ini Azka juga tengah berada di kota Padang, karena perusahaan Azka juga mempunyai beberapa anak perusahaan disana.

__ADS_1


flash back off


__ADS_2