
Bak disambar petir disiang bolong, perasaan Shella kala itu seketika hancur, buyar...
"jadi... jadi... selama ini, kak Hendrick ... " kata gadis itu meneteskan air mata.
"tega sekali kamu Hendrick"
Lalu ia mencoba untuk menghubungi nomor sipengirim foto tersebut
Tuuutt...tuuuuutttttt....
maaf, nomor yang kamu tuju sedang tidak aktif
(suara operator)
Sejak saat itu Shella terlihat sangat murung, ia masih tidak percaya akan pengkhianatan yang dilakukan Hendrick. Hatinya serasa hancur berkeping-keping,berulang kali ia mencoba untuk menghubungi nomor si pengirim foto tersebut, tapi hasilnya nihil.
Sementara itu keluarga Pratama dan Anthony tengah sibuk mengurus acara pernikahan anak mereka, mami Cathin dan mama Tari terlihat sangat antusias dengan persiapan acara pernikahan yang akan diselenggarakan satu bulan lagi, tepat saat Shella selesai mengikuti ujian kompre di fakultas hukum Univ. Jakarta.
Mulai dari rancangan baju pernikahan, undangan, dekorasi pelaminan sampai catering, satu per satu telah mereka persiapkan.
"Gaun pengantin yang sangat indah... iya kan jeng Cathlin" kata Mama Tari saat melihat salah satu desain gaun pernikahan dari salah seorang desainer ternama.
"benar jeng, pasti Shella makin cantik memakai gaun ini, mmmmmm... nggak sabaran sebentar lagi kita bakalan jadi keluarga besar ya jeng" ujar mami Cathlin.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian datanglah Shella dengan wajah pucat, lesu.
"Assalamualaikum" ujar gadis 24 tahun itu
"waalaikumsalam" jawab mama tari dan mami Cathlin secara bersamaan.
"eh menantu mami sudah pulang" tambah mami Cathlin
Mendengar kata menantu membuat hati gadis itu merasa semakin bersalah, disatu sisi ia tidak ingin membuat keluarga besarnya kecewa, sementara disisi lain ia tidak ingin lagi melanjutkan hubungannya dengan Hendrick, lelaki brengsek yang sudah tega menkhianati cinta suci yang ia jaga selama ini.
"ia mi.. oh iya mi, mama.. Shella masuk ke kamar dulu ya, soalnya capek banget mi.. ma.."
"iya nak, kamu istirahat dulu setelah itu jangan lupa makan siang ya nak"
"ia ma.." jawab Shella sambil melangkah masuk kedalam kamarnya.
bayang-bayang foto pengkhianatan Hendrick masih melekat dalam ingatannya, tanpa ia sadari air mata telah memebanjiri pipi mulus gadis itu. Seketika penglihatannya mulai buram dan
BRUkkK....
***
Mama tari yang dari tadi sibuk mengurus segala persiapan pernikahan putrinya tiba-tiba saja merasa tidak enak hati, sejak Shella pulang siang tadi, ia merasa ada yang tidak beres dengan putrinya itu. Kemudian ia mengambil segelas susu lalu mengantarkannya ke kamar anak semata wayangnya itu.
__ADS_1
"anak mama, pulas banget tidurnya, pasti kamu kecapean ya sayang" ujar wanita itu menaruh segelas susu ke atas meja kecil disamping ranjang minimalis putrinya.
Lalu ia mengusap wajah gadis itu...
"Ya ampun.. badan kamu panas sekali nak, Shella... shell.. nak.. bangun nak"
Tapi gadis itu tak kunjung bangun juga.
"Nak, Shella... pa... papa.... papa... " teriak mama Tari seketika membuat suaminya kaget dan segera mengahampirinya. Lalu disusul oleh mami Cathlin dan suaminya.
"ada apa ma teriak-teriak?" tanya papa Tama
"pa.. Shella... anak kita... cepat telfoj dokter rudi sekarang juga"
"anak kita kenapa ma?"
"Shella badannya panas banget pa, buruan telfon dokter Rudi pa"
"ia ma..." tambah pria itu segera mengambil ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi dokter Rudi, dokter pribadi keluarganya.
Tak berapa lama kemudian dokterpun datang, beliau segera memeriksa keadaan Shella.
"gimana dok? anak saya kenapa dok?" tanya mama Tari terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
"putri ibu baik- baik saja cuma perlu istirahat, karena kelelahan dan kurang tidur, dan satu lagi putri ibu mungkin sedang banyak pikiran, saya akan kasih resep obat supaya badan nona Shella kembali sehat dan satu hal lagi, sebisa mungkin jangan buat dia stress karena itu akan mempengaruhi daya tahan tubuhnya" kata dokter Rudi.
"baik dok, terima kasih dokter" jawab mama Tari.