
Suasana malam hari di kota Bandung terasa begitu membuat Hendrick sampai lupa akan jabatan dan statusnya. Semenjak ia diangkat menjadi CEO di salah satu perusahaan milik orang tuanya, sifat pria itu berubah dari biasanya. Hampir tiap malam ia keluyuran diluar, keluar masuk Club malam, mabuk-mabukan serta yang paling mencengangkan, ia yang dulunya terkenal sebagai Pria yang paling setia sama pasangannya. Kini hobby bermain wanita.
Vera, sekretarisnya yang merupakan teman satu kampusnya dulu, dan sudah lama sekali menyukai Hendrick, tak mampu meruntuhkan tembok Cinta antara atasannya dengan Shella. Hingga akhirnya ia dipecat dari perusahaan.
Sekarang kalau dihitung - hitung mungkin CEO muda yang dulunya ramah sekarang mulai arrogant itu sudah tujuh kali gonta ganti sekretarisnya.
"permisi pak" kata Sesil, sekretaris yang baru di perusahaan Antony Group.
"ya, Ada apa?"
"mmm... maaf .."
Tiba-tiba dari arah belakang masuklah seorang wanita yang berparaskan cantik, rambut sepinggang, dan berpakaian agak terbuka.
"Sayaaaaannngggg, perempuan ini siapa?" ujar si wanita itu pada Hendrick.
"oh.. ini sekretaris baru aku"
"maaf pak, saya tidak tau kalau nona ini kekasih bapak, kalau begitu saya pamit..." lanjut Sesil segera keluar ruangan atasannya itu lalu kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
" sayang, kita shopping yuk, bete nih ..." rengek manja Amel, wanita yang saat ini menjadi kekasih gelap Hendrick.
"sebentar ya sayang, dikit lagi kerjaanku kelar kok"
__ADS_1
"oke... jangan lama-lama ya" tambah Amel sambil menghempaskan pantatnya ke kursi sofa yang sengaja ditaruh disudut ruangan itu.
Beberapa menit kemudian Hendrick telah menyelesaikan pekerjaannya,ia dan Amel segera keluar ruangan.
"Sesil, jadwal hari ini tolong dibatalkan saja, saya ada urusan penting"
"tapi pak, hari ini kita ada jadwal pertemuan dengan direktur dari Germany company"
"jam berapa?"
"sekitar satu jam lagi pak"
"kamu hubungi mereka sekarang juga, bilang pertemuan kita tunda saja besok"
"tapi pak"
"ba.. ba.. baik pak"
Kemudian Hendrick dan Amel segera pergi dari ruangan tersebut, menuju area parkiran. Namun sesampainya disana, ia melihat lagi seperti sosok orang yang kemarin ia curigai kembali mengambil gambar saat ia dan Amel tengah bermesraan.
"Sial... tak akan ku biarkan kali ini kamu lolos"
"apaan sih sayang? udah biarin aja, paling juga orang iseng, secara kamu kan pemilik perusahaan ini, wajar banyak yang iri.."
__ADS_1
"bukan begitu sayang, cuma aku hanya ingin rtau saja siapa orang itu"
"hmmm.. atau kamu takut hubungan kita ini diketahui publik? atau keluarga kamu sayang?" kata Amel mulai mengeluarkan jurus andalannya, agar pria incarannya itu mau menuruti keinginannya.
"bukan begitu sayang, tapi... "
"tapi apa?"
Belum sempat Hendrick menjawab, tiba-tiba terdengar suara panggilan masuk di ponsel pria tersebut.
"mama? tunggu sebentar ya mel, kamu tunggu dalam mobil aja"
***
Libur magang telah usai, akhirnya tibalah saatnya Shella kembali ke Jakarta. Begitu berat rasanya bagi gadis cantik itu untuk meninggalkan rumah mendiang bu Siti yang telah diwariskan pada dirinya. Meskipun begitu, rasanya masih ada hal yang masih tertinggal di kota tempat ia dibesarkan tersebut.
Ya, Ayu... adik yang selama ini ia cari, akan tetapi ia tak menemukan keberadaan gadis itu. Terakhir ia mendapat kabar kalau Ayu dan bu Monic telah pindah ke kawasan Andalas, karena keterbatasan waktu membuat ia tidak menemukannya.
*
*
*
__ADS_1
hai reader semuanya, maaf untuk episode kali ini segini aja, dikarenakan kondisi Author lagi drop
jadi harus istirahat ...