Suara Air Mata

Suara Air Mata
Foto editan


__ADS_3

Pukul 10.30 WIB, mata kuliah hukum tata negara pun telah usai. Mata kuliah selanjutnya yaitu Hukum Dasar Negara dimulai pukul 1 Siang, itu berarti masih ada luang waktu sekitar dua setengah jam untukku beristirhat. 'Sepi juga ya rasanya kalau nggak ada Karina' gumamku dalam hati, karena biasanya kami memanfaatkan waktu luang bersama dengan pergi ke perpustakaan kampus atau membuat tugas di kantin.


Tapi kali ini aku memanfatkan waktu luangku dengan mengistirahatkan mataku sejenak. Karena masih merasa lelah,tanpa disadari akupun tertidur diruangan ini.


PROK PROK PROOOKKK


Terdengar suara tepukan tangan dari seseorang yang membuatku terjaga dari tidurku.


"Hebat... putri tidur lagi enak-enakan tidur siang di kampus, habis ngapain aja semalam? hmm" kata Sinta yang ternyata sudah ada disampingku.


"Apaan sih Shinta" kataku.


"Apa? gue itu mau nanya ngapain elo tidur disini? oh iya lupa, kan semalam kamu habis mmm.. itu tu sama si itu..." ledek Shinta sambil tertawa lepas yang diikuti oleh teman temannya.


"tumben elo sendiri, temen lo yang culun itu kemana? jangan jangan dia udah tau kelakuan asli elo, so... sekarang mana ada yang mau temenan sama elo lagi" Tambah angel yang kabarnya juga sudah masuk geng Shinta.


"Apaan sih kamu Shinta" ujarku berusaha bersikap tenang.


"Lihat tuh, dia tidur lagi.. " kata Shinta.

__ADS_1


"Kali aja dia udah capek semalaman habis ladenin si itu tuh" timpal Dini yang berdiri persis di depanku.


Sebenarnya aku kesal mendengar perkataan dari mereka, akan tetapi rasa ngantukku lebih berat ketimbang perkataan dari mereka yang mengada-ada.


Karena merasa perkataannya tak ku hiraukan, Shinta pun jadi geram. Saat ruangan H7 mulai ramai, ia mulai lagi membuat ulah. Kali ini dia berusaha memancing amarahku dengan memanggilku "wanita murahan". Akan tetapi aku berusaha untuk tetap tenang dan tak menggubrisnya.


" hai guys, sepertinya di ruangan ini ada yang harus di perbaiki deh" seru Shinta.


"Bukan ruangannya yang diperbaiki Shin, tapi orangnya" timpal Angel.


"Ya.. gitu deh, ada wanita murahan yang habis itu semalam, sampai sekarang... dia malah enak-enakan tidur diruangan ini" Tambah shinta


Tetap saja, aku berusaha untuk tidak menghiraukan apa yang dikatakan mereka. Akhirnya jam mata kuliah pun dimulai. Seluruh mahasiwa pun duduk dibangku masing-masing. Tak berapa lama kemudian masuklah Bu Dewi sebagai dosen mata kuliah Hukum Dasar Negara.


"Selamat siang saudara-saudara" ujar bu Dewi saat memasuki ruangan.


Aku pun segera bangun, dan betapa terkejut dan malunya aku saat melihat beberapa fotoku dan kak Hendrick dengan latar yang sudah di edit, di pajang di depan kelas.


"Foto siapa ini?" tanya bu Dewi.

__ADS_1


"Shella bu" seru salah seorang mahasiswa.


"Mana Shella"


"Saya bu" ujarku sambil mengacungkan tangan.


"Apa-apaan kamu ini? sungguh perbuatan yang tak mencerminkan sebagai seorang mahasiswa hukum"


"Tapi bu.. itu hanya editan dari Shinta, sebenarnya bukan itu bu" ujarku menjelaskan


"sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini, saya tidak mau ada mahasiswa seperti anda"


"tapi bu..."


"Silahkan anda keluar dan nanti kita proses setelah mata kuliah ini berakhir" perintah bu Dewi.


Dengan langkah gontai,akhirnya aku berjalan keluar ruangan. Aku tak menyangka Shinta tega berbuat seperti ini.


"****** kau" ujar Sinta setengah berbisik saat aku berpapasan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2