Suara Air Mata

Suara Air Mata
Berlalu


__ADS_3

***" Luka memang tak bersuara, sebab air mata jatuh tanpa bicara....


tapi disaat air mata mulai bersuara


disitulah pintu hati mulai terbuka"***


Hari demi hari berlalu dan tahun demi tahunpun mulai berganti, sejak kepergian Ayu dari rumah peninggalan ibu. tak pernah sekalipun kami bertemu.


'bagaimana keadaanmu sekarang adikku' tanyaku dalam hati.


hmmmmhhh... Entahlah, rasanya seperti mimpi apa yang kulalui selama ini. Tak terasa masa-masa SMA pun telah berlalu, aku pun lulus dengan nilai yang sangat memuaskan juga sebagai murid terbaik di SMA N 1 Padang, ditambah lagi aku mendapatkan beasiswa sebagai mahasiswa undangan di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.


"Selamat ya Shella, atas keberhasilanmu" ujar Ardian mengulurkan tangannya hendak memberi selamat padaku.


"iya terima kasih Ardian" jawabku hendak berjabat tangan dengan laki-laki itu. Tiba -tiba Shinta datang menghampiri kami


"eeiittss.. apa-apaan ini, hei wanita miskin, jangan sekali-kali kamu dekati Ardian ku"


kata Shinta meninggikan suaranya.


"maaf Shinta.. aku tidak bermaksud .."


"sudah sudah.. tak perlu dijelaskan, ku peringatkan sekali lagi jangan dekati Ardian" tambah Shinta sambil menunjuk kepadaku.


"Shinta... apa-apaan kamu ini" Kata Ardian sambil menarik tangan Shinta


"Tapi sayang...." tambah Shinta


"jangan panggil aku dengan sebutan itu.." Timpal Ardian.

__ADS_1


Aku merasa tidak enak hati dengan keberadaan mereka, segara beranjak pergi menuju ruang kelas 3 IPA A yang saat itu terlihat sepi, karena teman yang lainnya tengah asyik merayakan kelulusan mereka di aula sekolah. Kepala ku terasa pusing, kucoba untuk beristirahat di ruangan tersebut.


Tak berapa lama kemudian aku dibangunkan oleh seseorang


"Shella... Shel... Shella... ayo bangun.. iiiichh kamu kok malah tidur disini" Suara yang tak asing lagi bagiku itu pun seketika membangunkan aku. ku buka mata yang masih terasa berat dengan pelan-pelan. Rupanya itu adalah suara sahabatku.


"Cici.. Eren.. kenapa kalian kesini?" Tanya ku pada mereka.


"Kenapa memangnya Shel? kita kan sama-sama murid SMA ya nggak ren" jawab Cici


" iya nih.. gimana sih Shella.. hmmm mentang-mentang udah lulus dari SMA favorit jadi kita tidak boleh main kesini gitu" tambah Eren dengan wajah memelas.


"mmm.. bukan begitu.. justru aku seneng banget kalian kesini.." ujar ku sambil memeluk kedua sahabatku itu.


Memang sejak tamat SMP, kami jarang sekali bertemu. mungkin karena kesibukan masing-masing, tapi kali ini aku merasa sangat bahagia akan kedatangan mereka.


"oh iya Shel, ngomong-ngomong berhubung kita sudah lulus SMA, bagaimana kalau nanti kita ke rumah kamu.. kita adain pesta kecil-kecilan.. gimana Shel? kamu setuju nggak?" usul Cici


"ah.. kamu Shell nggak asik ah... bilang iya aja kenapa" gerutu Eren menunggu jawaban dariku.


"iya iya.. boleh... ". kami pun berpelukan.


Sepanjang perjalanan pulang kami tak henti-hentinya berbagi canda tawa. Tiba-tiba langkah kami terhenti oleh sebuah motor yang sengaja diparkir didepan rumahku.


"motor siapa ini Shel?" tanya eren


"entahlah.. aku juga tidak tahu ren" jawabku heran dengan keberadaan motor tersebut.


'siapakah pemilik motor ini?' gumamku dalam hati.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers, jangan lupa tekan tombol like


dan dukung terus novel ini agar penulis terus bersemangat dalam berkarya 😊


oh iya, jangan lupa follow instagramnya @fwbeautyskin dan Add fb Authot (Frishella Welly)

__ADS_1



terima kasih


__ADS_2