Suara Air Mata

Suara Air Mata
ada apa?


__ADS_3

Tibalah saatnya acara inti pesta barberque hari ini, Kedua keluarga besar Tama dan Anton menikmati hidangan yang telah tersedia di atas meja. Momen hari ini sengaja di abadikan papa dalam potret dari seorang fotographer terkenal yang sengaja disewa papa.


Saat sedang asyik berfoto di spot yang telah kami siapkan, tiba-tiba kami mendapat kabar kalau Kak Hendrick kecelakaan saat dalam perjalanan ke Apartement luxury. Seketika air mataku mengucur deras, dadaku mendadak berdegub kencang, dunia seakan berubah menjadi gelap bagiku. 'Ya Tuhan.. apa ini arti kegelisahanku?' gumamku dalam hati.


Segera aku raih kunci mobil yang terletak di atas meja, lalu aku berlari ke area parkiran.


"Shella..." teriak seseorang yang mengejarku dari belakang.


"Shella, yang sabar nak..." ujar Papa sembari memelukku dan menenangkanku.


"Shella tidak ingin hal buruk terjadi pada kak Hendrick pa" isakku terus menangis.


"iya papa tau nak.. sekarang tenangkan dirimu.."


"ayo sekarang kita ke rumah sakit pa.. ayo cepetan pa" pintaku pada papa.


"iya sayang.. sekarang coba kamu lihat di belakang kamu siapa yang datang" ujar papa yang membuatku jadi heran.


"Shella.." ujar seseorang yang membuatku terdiam saat mendengar suara yang tak asing lagi di telingaku.


"kak Hendrick?" seruku sambil membalikkan badan ke arah asal suara tersebut.

__ADS_1


"Kak Hendrick... kakak nggak kenapa-kenapa kan?" tanyaku sembari meraba-raba wajah lelaki itu untuk memastikan kondisi ia baik-baik saja.


"kamu kenapa nangis?" tanya hendrick.


"aku khawatir kak, habisnya mami bilang kalau kak Hendrick kecelakaan" tuturku.


"hahahaha.. Shella.. shella, ternyata kamu masih polos ya, gampang dikibulin" timpal mami Cathlin.


"mami jahat" ujarku.


"maafin mami sayang, sekarang ayo kita lanjut barberquenya" ajak Mami Cathlin.


Semua anggota keluarga kami yang sedang dihalaman belakang jadi kaget melihat semua ini, tak terkecuali aku.


"ma, apa mama udah bilang sama pengelola apartement, kalau hari ini area ini kita pakai buat acara juga?" bisik papa pada mama.


"sudah pa, dan pihak pengelola pun sudah memastikan kalau hari ini halaman belakang tidak ada yang bikin acara selain kita"


Sekitar satu jam kemudian, petugas WO pun pergi begitu saja tanpa bicara sepatah kata pun pada kami.


"Ma, ada apa ini ma?" tanyaku yang merasa ada kekeliruan disini.

__ADS_1


"Mentari.. bisa kesini sebentar.. ada yang ingin saya bicarakan" Ujar Mami Cathlin pada mama.


Kemudian mereka keluar area apartement, sementara itu Papa dan pak Anton juga terlihat tengah sibuk berbincang-bincang di halaman depan apartement.


"Kak Hendrick, ada apa ini?" tanyaku saat merasa ada yang aneh di acara kali ini.


BEEPP..BEEPP..


ponselku bergetar, sengaja nada panggilan masuk aku matikan. Segera ku ambil ponsel tersebut dari dalam tas kecil yang tengah aku kenakan..


"Hallo... "


"Hallo Shella, ini aku karina.. maaf banget ya aku agak gelat, soalnya ban mobil ardian kempes" kata Sahabatku itu.


"*what? sekarang kalian ada dimana?"


"aku masih dijalan*.."


Belum selesai Karina bicara, panggilan tersebut telah berakhir. Entah apa sebenarnya yang terjadi. 'mama pasti sedih, acara kami hari ini tidak berjalan sesuai rencana' gumamku dalam hati. Tanpa berpikir panjang, aku segera melangkah kedalam apartement.


"kamu mau kemana sayang?" tanya Hendrick menahan langkahku.

__ADS_1


__ADS_2