Suara Air Mata

Suara Air Mata
Rindu


__ADS_3

"ssstt.. Ndrick, itu si Andrew kenapa?" tanya David pada Hendrick.


"entahlah, mana gue tau" jawab Hendrick.


"ya sudah, sebaiknya kita pulang saja Dav.. oh iya Shella Karina sebaiknya kalian segera istirahat, karena tidak baik bagi perempuan untuk tidur terlalu malam" lanjut Hendrick kembali menghidupkan mesin mobilnya.


Tak lama kemudian Hendrick dan David pun pergi dari kost tersebut. Sementara itu aku dan Karina bersiap-siap untuk istirahat.


"Shella.. kamu tadi habis dari mana aja? pasti seru kan punya cowok ganteng, tajir lagi.. mmm aku juga pengen" kata Karina yang saat itu tengah berbaring di atas kasur.


"apaan sih Karina, jangan menilain seseorang dari luarnya saja, apalagi soal harta. dia mah tajirnya karena masih dibiayai orang tua"


"trus kenapa kamu mau jadian sama dia Shella?"


"entahlah.. aku juga tidak tau.. semua berjalan begitu saja, ya sudahlah Karina, sebaiknya kita tidur saja" kataku sambil menarik selimut, dan tak berapa lama kemudian kami oun tertidur.


Dalam tidur aku pun bermimpi bertemu dengan bu Siti, wanita yang selama ini merawat dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Dalam mimpi ku itu, beliau mengenakan pakaian serba putih. ia tersenyum dan mengusap kepalaku. Rasa rindu yang teramat dalam ingin sekali aku curahkan pada beliau. 'Shella anakku...' ujar ibu tersenyum melihatku.


'ibu... ibu.. tunggu Shella, ibu.... ibu...' teriakku memanggil wanita yang sudah lama meninggalkanku itu.

__ADS_1


"Shella... kamu kenapa?" Seru Karina berusaha membangunkanku. Kemudian aku pun tersadar dari mimpiku. Dadaku terasa sesak, lalu Karina memberikan segelas air minum padaku.


"Shella, kamu kenapa?" tanya Karina lagi.


"aku tidak kenapa napa Kar, cuma aku mimpi bertemu dengan ibu yang sudah merawatku sejak kecil" jawabku.


Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku segera bangun dan melangkah menuju ke kamar mandi. Usai berkemas-kemas aku pun pamit pada Karina untuk pulang ke apartement bu Tari. Dengan menumpangi sebuah ojek online dari aplikasi Gi-Jek, beberapa menit kemudian aku pun sampai di depan apartement Luxury.


"serius si eneng tinggal di apartement ini?" tanya si pengemudi ojek online tersebut.


"iya bang, kenapa bang?"


"tidak apa-apa bang, kita semua sama dan saya pun disini juga numpang" jawabku sambil membayar ongkos dan memberikan helm pada tukang ojek tersebut.


"terima kasih neng" tambah si tukang ojek.


"sama sama bang" jawabku.


Kemudian aku segera masuk ke dalam bangunan tersebut menuju ke kediaman pak Tama dan bu Tari.

__ADS_1


TING TONG..


aku pun memencet tombol bel yang terpasang di samping pintu masuk apartement tersebut. Tak berapa lama kemudian pintupun terbuka.


"eh.. nak Shella sudah pulang, Kamu sudah sarapan nak?" sambut bu Tari dengan wajah yang ceria.


"belum bu.." jawabku pelan.


"sebaiknya kita sarapan dulu, bi .. bi.. Siska.. tolong siapkan sarapannya ya bi" seru bu Tari pada asisten rumah tangganya.


"pa.. papa.. Lihat siapa yang datang... "tambah wanita itu memanggil suaminya.


Suasana pagi itu terasa berbeda dari hari sebelumnya. 'aneh.. kenapa bu Tari dan pak Tama jadi begitu perhatian ya sama aku?' gumamku dalam hati. Saat menikmati sarapan pun, kedua pasangan suami istri itu juga tak henti hentinya memberikan senyuman padaku.


"mmm... maaf pak, bu.. Shella pamit mau ke kamar dulu.. " kataku yang merasa risih dengan perlakuan mereka yang tak biasanya itu.


"tunggu dulu nak, ada yang ingin kami sampaikan"cegat bu Tari menghentikan langkahku.


"tidak usah sekarang ma, papa sudah telat nih.. nanti saja kita bicarakan. Shella kamu lanjut saja ke kamarnya" timpal pak Tama.

__ADS_1


"baik pak" ujarku kemudian beranjak menuju kamarku.


__ADS_2