Suara Air Mata

Suara Air Mata
Fakta Terkuak


__ADS_3

TOK TOK TOK


Terdengar suara ketukan pintu, kemudian masuklah salah seorang staf jurusan memberitahu kalau pemilik saham terbesar di kampus dan rekannya datang hendak membicarakan hal penting.


"Nanti saja" ujar Prof.Khaliq pada staf tersebut.


"Tapi prof, katanya ini sangat penting menyangkut masalah ini" tambah si staf itu.


"Ya sudah, persilahkan mereka masuk" jawab prof Khaliq.


Tak berapa lama kemudian, betapa terkejutnya aku. Ternyata yang datang adalah Pak Anton, Pak Tama, Mami Cathlin serta Bu Tari.


"Kebetulan sekali kalian datang kesini, jadi silahkan kalian lihat perbuatan tercela anak-anak kalian" kata Bu Kartika, mamanya Shinta.


Bu Tari segera memelukku "Kamu yang kuat ya nak" bisik beliau yang seketika membuat aku jadi bersemangat lagi.

__ADS_1


"Mami yakin kamu pasti bisa melewati semua ini Shella" tambah mami Cathlin juga ikut menguatkan aku.


"Baiklah, karena semuanya sudah lengkap disini. Diskusi akan kita lanjutkan, Vera silahkan" ujar prof.Khaliq.


"Baik prof" Kemudian Kak Vera melaksanakan rencana dia kemarin untuk memberi bukti tentang kepalsuan dari foto yang beredar tersebut. Dengan sangat detail ia menjelaskan apa yang ia selidiki, Hal itu membuat Shinta menjadi salah tingkah dan berusaha untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Satu hal lagi yang harus kita semua ketahui, bahwa foto asli dari gambar ini adalah hasil editan dari Shinta, dan inilah gambar asli dari foto itu" Kata kak Vera sambil memperlihatkan foto Shinta dengan laki-laki lain tengah berduaan di sebuah kamar hotel.


"Tambahan lagi, semalam saya dan adik saya juga sudah memergoki perempuan ini melakukan perbuatan tercela di jalan depan kost saya, dan ini fotonya" Ujar Hendrick sambil memperlihatkan sebuah foto dimana Shinta tengah berciuman dengan seorang laki-laki.


"Kak Andrew, laki-laki itu kak Andrew.. kak kamu harus bertanggung jawab atas semua ini" seru Shinta yang mulai histeris.


"Tidak mungkin... tidak mungkin" Bu Kartika pun terkejut melihat foto tersebut, dan tiba-tiba saja ia jatuh pingsan.


"mami... bangun mami..." teriak Shinta berusaha membangunkan ibunya.

__ADS_1


"Shinta.. papa benar-benar kecewa sama kamu" ujar pak Zein.


Hasil keputusan kali ini, pihak kampus menyatakan bahwa Shinta dikeluarkan dari daftar mahasiswa Universitas Jakarta. Sementara itu sebagai bonus akan kejujuranku, aku pun di angkat menjadi wakil ketua BEM dari jurusan Hukum. Informasi yang terlanjur beredar pun kini mulai di hapus satu persatu.


"Dan ada kabar baik lagi yang harus sama-sama kita ketahui, bahwa mulai hari ini Shella Amanda Putri telah dinyatakan sebagai anak kandung kami" tambah pak Tama sambil memperlihatkan selembar kertas yang bertuliskan tentang hasil test DNA.


"Jadi mulai sekarang kamu balik ke rumah kita ya nak, mama kangen sama kamu" kata bu Tari sembari memelukku.


Beberapa saat kemudian, Bu Tari dan Mami Cathlin mengajak aku dan kak Hendrick ke sebuah cafe mewah yang terletak di pusat kota. Sementara itu Pak Tama dan Pak Anton masih berbincang-bincang dengan Rektorat Universitas Jakarta.


Sungguh kejadian di kampus hari ini tak akan pernah aku lupakan. Ternyata inilah jawaban dari do'a- do'a ku selama ini. Akhirnya aku dipertemukan dengan orang tua kandungku. Pasangan yang selama ini aku kira hanya memanfaatkan situasi, ternyata merekalah yang selama ini aku cari.


"maaf bu Tari, selama ini Shella sudah berpikiran jelek tentang bu Tari dan pak Tama" ujarku.


"tidak apa-apa sayang, tapi jangan panggil ibu dong. Mulai detik ini Shella panggil Mama sama Papa"

__ADS_1


"baik bu..eh mama"


Kemudian kami saling berpelukan.


__ADS_2