
Sementara itu di Perusahaan yang dikelola Hendrick.
"selamat pagi tuan Hendrick" Kata Vera menyapa atasannya yang baru saja sampai di kantor.
"pagi, apa saja jadwal saya hari ini?" jawab Hendrick sambil duduk di kursi kebesarannya.
"hari ini ada rapat kerja dengan direktur pt.Xyz jam 09.00, sore jam 16.00 ada jadwal acara pertemuan dengan beberapa kolega SMR, lalu malamnya dilanjutkan dengan acara makan malam bersama presdir dari PT.Axn di Restoran Diamond food tuan" tutur Vera menjelaskan.
"oke, siapkan berkas - berkas yang diperlukan, mmm satu jam lagi kita berangkat" kata Hendrick sambil melihat pada sebuah jam tangan merek terkenal yang dikenakannya.
"baik tuan" kemudian Vera segera melangkah menuju meja kerjanya.
' Yes, akhirnya rencana dimulai, lihat saja cepat atau lambat kamu akan jatuh kedalam pelukanku Hendrick' gumam vera mengukir senyuman licik di bibirnya.
Didalam ruang kerjanya, terlihat Hendrick tengah sibuk memeriksa beberapa proposal bisnis yang ia kelola. Memang semenjak menjabat sebagai pimpinan perusahaan ADC group, ia sangat sibuk sekali sampai nyaris saja tidak memiliki waktu untuk bersantai. Sepanjang hari ia manfaatkan untuk bisnis, kerja dan kerja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB, ia segera bersiap-siap untuk menghadiri rapat kerja dengan direktur PT. Xyz. Saat membuka laci meja kerja, ia melihat sebuah foto yang tak lain ialah foto Shella.
"Maaf sayang, aku jarang menghubungimu karena kesibukanku.. semua ini aku lakukan untuk masa depan kita" gumam Hendrick pelan.
Tiba-tiba Vera masuk dan tanpa sengaja ia melihat Hendrick tengah menatap jauh foto Shella yang tengah ia pegang.
"ehm... maaf tuan, jadwal rapat akan dimulai sebentar lagi" kata vera.
"bisa tidak kamu itu kalau mau masuk ruangan saya ketuk pintu dulu" bentak Hendrick kesal.
"ma.. ma.. maaf tuan, saya tadi sudah mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban, maaf saya sudah lancang"
__ADS_1
"lain kali kamu jangan asal masuk saja keruangan ini, mengerti"
"mengerti tuan, ngomong-ngomong kenapa tuan hanya menatap foto Shella?"
" bukan urusan kamu"
Kemudian Hendrick segera melangkah keluar ruangan tersebut, dan Vera mengikuti dibelakangnya.
***
kota Padang
Seperti biasa di hari jam kerja, aku mengikuti berbagai kegiatan di Pengadilan Negeri tempat dimana aku magang. Banyak ilmu yang aku dapatkan disini, juga kenal dengan para Jaksa, Hakim, dan Pengacara terkenal dikota dimana aku dibesarkan.
"Hai Shel, kita ke mall dulu yuk... bosen nih kerja mulu" ujar Karina saat kegiatan magang hari ini usai.
"mmmm... terserah deh Shel, yang penting kita bisa shooping"
"oke, tapi sebelum kita kesana, pulang dulu yuk, ganti baju, gerah nih Kar, sekalian ntar kita ajak Eren..."
"oke sip sip..."
Kemudian akupun segera memesan taksi online lewat aplikasi G-car untuk mengantarkan kami pulang kerumah.
Sesampainya di depan rumah, aku melihat dua buah mobil toyota fortuner yang tak asing lagi bagiku tengah terparkir disana.
"ini bang, ongkosnya" ujarku sembari memberikan selembar pecahan uang lima puluh ribu pada driver Gcar.
__ADS_1
"terima kasih uni, wah... kembaliannya kurang uni" ujar si Driver sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" ambil saja kembaliannya bang" tambahku tergesa-gesa turun dari mobil.
"terima kasih uni" jawab si driver tersebut.
"ayo Kar"
"itu mobil siapa Shel?" tanya Karina.
"Entahlah, ayo kita masuk... " ucapku rada sedikit ragu dengan kepemilikan mobil yang tengah terparkir itu.
Dan benar saja, ternyata....
.
.
.
.
.
**eeeeiitss... mau tau kelanjutan kisahnya?
vote dulu yak readers semua 😁
__ADS_1
terima kasih**