Suara Air Mata

Suara Air Mata
Acara akan dimulai


__ADS_3

Sementara mama dan papa pergi bekerja, aku ikut dengan bi Siska pergi ke pasar untuk membeli segala keperluan acara nanti siang. Sebenarnya sih mama meminta bibi untuk belanja di supermarket yang ada dipusat kota, tapi aku mengusulkan untuk membeli bahan masakan di pasar tradisional saja. Karena selain murah, dengan berbelanja dipasar tradisional, kita juga bisa membantu perekonomian pedagang yang ada disana.


Suasana pasar pagi ini memang belum terlihat ramai pembelinya. Tapi para pedagang sudah sibuk menggelar lapak dagangan mereka. Hmmm.. rasanya aku saat ini berada dikota padang, tempat aku dibesarkan oleh wanita yang sangat baik hati dan menjagaku sedari kecil.


Hiruk pikuk suara para pedagang yang tengah menawarkan dagangan mereka terdengar begitu semangat.


"kang, daging sapinya berapa sekilo?" tanya bi Siska saat membeli daging.


"seratus enam puluh ribu mbak, mbaknya mau beli berapa kilo?" tanya si pedagang.


"beli dua kilo kang" kata Bi Siska.


Kemudian si akang penjual daging pun mengambilkan pesanan kami.


"ini mba, jadi total semuanyatiga ratus dua puluh ribu" kata si akang.


"ini kang" ujar bi Siska sambil memberikan uang pecahan tiga lembar seratus ribu dan satu lembar uang lima puluh ribu.


"ini mba" tambah si akang sambil mengembalikan uang pecahan lima puluh ribu pada bi Siska.


"lho.. tapi total semuanya tiga ratus dua puluh ribu kang, ini kembaliannya kelebihan kang"

__ADS_1


"itu diskon mba, anggap saja sebagai pelaris dagangan saya, pagi-pagi sudah ada yang bening beli" tambah si pedagang tersebut.


Kemudian bi Siska mengajak aku pergi ke tempat pedagang bumbu, sayuran, dan ada satu hal yang baru aku ketahui. Ternyata bi Siska mempunyai banyak kenalan di pasar tradisional ini.


"non Shella, jangan kasih tau nyonya ya.. "


"kenapa bi?"


"iya soalnya bibi takut, nanti nyonya tau kalau bibi belanjanya di pasar tradisional ini"


"lho.. memangnya kenapa bi? kan bagus kita belanja disini bi, semua dagangan disini kelihatannya masih segar-segar dan sepertinya juga bebas dari zat berbahaya"


"iya non, soalnya Tuan marah kalau bibi belanja di pasar ini"


"bibi kurang tau juga non, pokoknya jangan sampai tuan dan nyonya tau kalau kita belanjanya disini"


"iya bi.. oh iya, setelah ini kita kemana bi?"


"bibi Rasa semua bahan belanjaan yang ada didaftar sudah kita beli non" kata bi Siska sambil melihat daftar belanjaan yang tadi dikasih mama.


"ya sudah, sekarang sebaiknya kita pulang saja bi.. waktu kita tinggal dua jam lagi bi"

__ADS_1


Dengan memesan tumpangan melalui aplikasi G-Car, kami pun segera kembali ke apartement luxury.


Sesampainya di apartement bi Siska segera mencuci sayuran dan menyiapkan segala keperluan untuk acara yang akan diadakan ada pukul satu siang nanti.


"Non Shella sebaiknya istirahat saja, biar bibi yang mengerjakan semua ini" kata bi Siska saat melihatku tengah kecapean setelah berkeliling pasar tadi.


"Baik bi.. Shella masuk kamar dulu ya bi" kata ku sambil melangkah masuk kamar.


"baik non" kata bi Siska.


***


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, mama dan papa juga sudah pulang dari kantor mereka.


"Shella, siap-siap gih.. sebentar lagi acara akan dimulai" seru mama dari depan pintu kamarku.


"iya ma.." jawabku yang saat itu tengah asyik mendengarkan musik melalui ponsel. Kemudian aku segera bangkit dari tempat tidur lalu melangkah menuju kamar mandi, setelah itu aku berdandan dan mengganti pakaianku dengan gaun berwarna putih yang semalam dibelikan papa.


Gaun cantik berwana putih, yang dihiasi mutiara indah di bagian tangannya. 'Gaun ini pasti harganya sangat mahal' gumamku sambil memperhatikan penampilanku didepan cermin. 'Shella... apakah ini kamu? ya Tuhan.. gaun ini cantik sekali' kataku seakan tak percaya dengan apa yang tengah aku kenakan saat ini.


TOK TOK TOK

__ADS_1


"Shella.. acaranya sudah mau dimulai nak, keluarga Cathlin sudah datang, ayo cepat kesini nak" seru mama dari depan pintu kamarku.


"Iya ma" jawabku yang masih saja terhanyut dalam rasa bahagia. Kemudian aku segera bergegas keluar kamarku.


__ADS_2