
"apa? jadi kalian tau dimana Shella? katakan dimana anak saya?" desak bu Tari pada kedua gadis itu.
"mmm... anu tante.. itu Shella.. mmm" jawab Angel mulai ketakutan.
"anak tante? kami mana tau dimana anaknya tante? bukankah anak tante sudah hilang beberapa tahun yang lalu" jawab Shinta.
"Shella itu anak saya, katakan dimana anak saya?" tanya bu Tari yang mulai terpancing amarahnya saat mendengar perkataan Shinta.
"What? anak tante? plis deh tante, Shinta tau asal usul Shella si anak miskin dan kampungan itu. Shella amanda putri yang sejak dulu satu sekolah dengan Shinta, dia selalu merebut apa yang seharusnya jadi milik Shinta. Dan sekarang Shinta akan menjelaskan sama tante, Shella dan laki laki itu telah berbuat tindakan yang diluar batas, sampai pihak sekolah membatalkan beasiswa untuk perempuan miskin yang pura pura polos itu, padahal aslinya cuiihh lebih rendah dari perempuan murahan diluar sana. Tante hati-hati aja nanti om Tama juga ikutan kepincut sama perempuan tersebut" papar Shinta sambil tertawa.
Seketika bu Tari tak sengaja melayangkan sebuah tamparan ke wajah Shinta. gadis itu merintih kesakitan.
"Shinta.. kamu tidak apa apa?" seru Andrew segera menghampiti Shinta yang ternyata merupakan adik sepupunya.
"Tante, kenapa anda seenaknya saja menampar saya? sadarlah tante, Shella itu bukan anak baik-baik, dia cuma memanfaatkan tante" tambah Shinta sambil mengelus pipinya.
Hari sudah mulai gelap, tetapi keributan dikampus tersebut belum juga usai. Masalah kini semakin membesar, terlebih lagi disaat yang bersamaan datanglah kedua orang tua Shinta. Bu Kartika yang melihat putrinya menangis,tanpa mengetahui kejelasan yang terjadi, beliau memaki-maki bu Tari dengan perkataan yang tidak enak didengar.
"Sudah.. sudah... apa-apaan kalian ini, maaf Tari dan pak Tama atas kejadian ini" kata pak zein pada keluarga Pratama.
"papa... kenapa papa malah minta maaf?" seru Shinta
__ADS_1
"memalukan, cepat pulang.. Andrew kamu juga harus ikut pulang dengan kami" perintah pak Zein pada Andrew dan Shinta.
"mama...." rengek Shinta pada ibunya.
"tenang sayang, suatu saat kita balas perbuatan mereka" kata bu Kartika smbil menatap sinis pada bu Tari.
Sementara itu mahasiswa lainnya yang sejak tadi menyaksikan keributan tersebut tampak mulai membubarkan diri dari kerumunan tersebut.
Sekarang tinggallah Hendrick dengan bu Tari dan pak Tama. Sedangkan Shinta dan yang lainnya juga telah pergi dari kampus tersebut.
"Hendrick" seru bu Tari memanggil Hendrick yang sedang mengusap wajahnya yang memar karena perkelahiannya dengan Andrew tadi.
"sebenarnya kalian ada masalah apa? dan dimana Shella? tante hubungi dari tadi nomornya tidak aktif" tanya wanita tersebut.
"Hendrick, mama.. sebaiknya kita bicara diluar saja, karena hari sudah mulai gelap nanti gerbangnya keburu ditutup sama satpam" ajak pak Tama.
"Tunggu sebentar om, Sebaiknya kita ke kosannya Karina, karena Shella ada disana sebab tadi dia pingsan.. permisi om tante hendrick mau ambil mobil dulu" kata Hendrick kemudian bergegas menuju parkiran mobilnya.
*rumah kost Karina
Saat itu aku dan Karina tengah asyik bercerita tentang hal yang paling menyenangkan yang pernah kami alami, bahkan kami bercerita melalui video call bersama Eren dan Cici sahabatku yang melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Padang.
__ADS_1
Ketika sedang asyik bercerita, tiba-tiba terdengan suara ketukan pintu.
TOK TOK TOK...
"siapa Kar?" tanyaku pada Karina.
"entahlah,palingan tamu anak sebelah" jawab Karina.
Tak berapa lama kemudian masuklah Dini juga ngekos disini.
"Karina, ada yang nyariin tuh" kata Dini
"siapa Din?" tanya Karina.
"ibu-ibu sama suaminya terus ada kakak senior yang sering datang kesini, udah dulu ya Kar, aku mau kekamar dulu. Cepat samperin gih kedepan" kata Dini kemudian beranjak pergi.
"Karina... jangan-jangan ifu kak Hendrick dan keluarga Tama" ujarku pelan.
Karina segera mengintip dari jendela kamarnya yang kebetulan berhadapan dengan area parkiran rumah.
"bener Shel.. di depan ada mobilnya om Tama dan kak Hendrick" jawab Karina.
__ADS_1