Suara Air Mata

Suara Air Mata
Function Room


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, dan hampir tiap hari Shella menerima berbagai macam hadiah yang ia kira dari Hendrick.


"ciieeee yang tiap hari dapat kiriman dari ayang beb" ledek Cici yang saat itu tengah bersiap-siap hendak menjadi Ratu sehari dalam acara pernikahannya yang diadakan pada pukul sepuluh pagi di hotel Pangeran.


Sementara para MUA pun juga tengah sibuk merias wajah perempuan bermata sipit dan berlesung pipi itu, Shella berencana hendak berkeliling lobby hotel mewah tempat diadakannya acara repesi pernikahan Cici dan Andre.


"eh Shel.. kamu mau kemana?" tanya Cici.


"aku mau keluar sebentar Ci, bosan disini... "jawabku.


"uni Shellanya nggak sekalian di rias juga?" timpal sang MUA


"nggak usah sis, terima kasih"jawab


"lhooo kenapa kamu nggak mau Shel, kapan lagi coba dirias sama MUA terkece ini" tambah cici


"ah nggak lah ci, ntar kalau aku juga dirias, yang ada tamu malah ngira kalau aku pengantinnya" jawabku sambil tertawa kecil.


"hehehe... terserah kamu deh Shel" lanjut cici


"ya udah, aku keluar bentar ya Ci"


"oke.. hati-hati ya Shel, jangan sampai nyasar lho" ledek Cici.


***


Suasana di hotel pangeran tampak mulai ramai oleh para tamu undangan acara pernikahan Cici dan Andre,


saat itu juga Shella duduk di tengah pendopo taman bunga disamping lobby hotel.

__ADS_1


dihatinya.


Bagaimana tidak, dihari itu seharusnya ia datang bersama Hendrick, tapi semalam tiba-tiba saja tunangannya itu mengatakan akan balik ke bandung untuk mengurus tugas perusahaannya.


"hmmm... mungkin ini jalan takdirku" gumam gadis itu pelan.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada setangkai bunga mawar putih yang sedang mekar.


"kamu cantik sekali, beruntungnya kamu bisa tumbuh dan mekar disini, ditempat ini kamu dijaga dan dirawat"


"Ehmm..." terdengar suara deheman seorang laki-laki dari arah belakang tempat ia berdiri saat ini.


"eh.. mmm... maaf mengganggu waktunya" ujar sipemuda yang berbadan tegap, menggunakan stelan kemeja batik dan celana dasar berwarna hitam itu.


"tidak apa-apa kok, maaf anda ini siapa?" tanya Shella .


"Shella" jawab gadis berambut panjang, mengenakan gaun putih selutut serta beberapa aksesoris senada lainnya.


"nama yang cantik, persis seperti orangnya"


"terima kasih, oh iya,saya pamit dulu.. permisi" jawabnya segera melangkah beranjak pergi dari area taman.


"tunggu dulu.. " timpal pemuda itu, akan tetapi Shella tak menghiraukannya.


"ahhh Shella... ini baru awal, tak kan aku biarkan si pecundang itu mendapatkanmu" gumam pemuda juga segera beranjak dari area taman.


***


Function Room of Pangeran Hotel

__ADS_1


Tepat pukul 10.00WIB acara resepsi pernikahan Cici dan Andre di mulai, Shella dan Eren juga ikut mengantarkan sahabat mereka itu menuju pelaminan. Semua mata tertuju pada Cici, yang saat itu tampak cantik dan anggun mengenakan baju adat khas Sumatera Barat yaitu baju Koto Gadang.


Berbagai prosesi adat dalam pernikahan Cici mulai diselenggarakan dengan sambutan tari Galombang, serta iringan musik talempong khas minang,


Acara tersebut semakin meriah dengan iringan musik serta kedatangan seorang artis daerah yang terkenal dengan sebutan diva ranah minang.


Sebetulnya Shella kurang menyukai tempat keramaian seperti ini, tapi berhubung karena yang punya acara adalah sahabatnya sendiri, jadi mau tidak mau ia harus hadir di acara tersebut.


"hei.. Shel.. bengong aja ntar kesambet lho" kata Eren yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu.


"eh Eren, siapa juga yang bengong"


"idiihhh kamu ya shel, pakai acara nggak ngaku segala, jelas- jelas raut wajah kamu udah kayak orang bengong gitu, mikirin apa sih?"


"nggak ada Ren, cuma bosen aja, ya kamu tau lah kalau aku kurang suka keramaian kayak gini"


"BTW kak Hendrick mana? kenapa dia nggak kelihatan, perasaan kemaren aku dengar dia pulang ke padang deh"


"hmm.. biasa lah Ren, lagi sibuk, mendadak kemaren dia dapat telfon dari kantor yang dibandung"


"terus? sekarang dia kebandung, dan kamu dicuekin gitu aja?"


"ya.. begitulah kira-kira"


"wah.. bener-bener nih si mas bule"


"udah ah Ren, mending kita cari cemilan yuk, laper nih"


"ayuk"

__ADS_1


__ADS_2