Suara Air Mata

Suara Air Mata
Menyusul


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, ponselku berbunyi. Segera ku raih ponsel iphone7 itu dari dalam tasku.


"Bu Tari" gumamku dalam hati saat melihat layar ponsel tersebut. Kembali teringat olehku kejadian semalam. Ah... rasanya enggan bagiku saat ini membahas pengakuan dari kedua orang yang selama ini aku anggap telah berbaik hati menolongku, dan ternyata tanpa bukti yang nyata mereka mengaku kalau merekalah kedua orang tua kandungku.


Rasanya berdosa jika aku membenci mereka, akan tetapi sebaliknya aku belum bisa menerima ucapan dari mereka.


"Shella... kamu kenapa? kenapa tidak kamu jawab telponnya?" tanya Karina membuyarkan lamunanku.


"hmmmmhh.. tidak penting Kar.. oh iya, malam ini aku nginap disini ya" kataku mengalihkan pembicaraan.


"boleh, ahh... senangnya malam ini aku ada temen..." tutur Karina tersenyum lebar.


Tiba-tiba ponsel Karina pun berbunyi, segera gadis manis beralis tebal itu mengambil ponselnya yang sengaja ia taruh di atas meja.


"Bu Tari...." ujar Karina sambil melirik ke arahku.


"jangan bilang kalau aku ada disini, pliiisss" seruku.


"kenapa Shella? nanti beliau mencarimu, sebenarnya kamu ini ada masalah apa Shella?"


"nanti saja ku ceritakan, sekarang pliisss jangan di jawab telpon dari bu tari ataupun pak Tama" pintaku.


"baiklah... demi sahabatku" ujar Karina mematikan dering ponselnya.


*apartement Luxury


"gimana ma?" tanya pak Tama dengan raut wajah yang terlihat khawatir.

__ADS_1


"sama pa, tidak ada jawaban " jawab bu Tari yang terlihat makin khawatir.


"pa, apa Shella marah sama kita?" tambah wanita tersebut.


"papa akan coba hubungi pihak kampus dulu, mana tau Shella saat ini lagi ada kegiatan dikampusnya" ujar pak Tama sambil mencari beberapa kontak rekannya yang bekerja di kampus universitas Jakarta.


Kedua pasangan suami istri tersebut terlihat tengah sibuk menelpon beberapa orang rekan kampus, akan tetapi hasilnya nihil. Tak satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan Shella.


"Ma.. coba mama hubungi teman Shella yang perempuan sama yang laki-laki anaknya pak Anton itu.. siapa namanya, papa sampai lupa"


"Karina dan Hendrick pa"


"iya itu si karina dan Hendrick anaknya pak Anton"


"sudah mama coba hubungi mereka pa, tapi tak dijawab juga, apa sebaiknya kita susul saja ke kampus ya pa? mama tidak ingin lagi kehilangan ank kita pa" ujar buTari pada suaminya.


"perasaan mama sudah tidak enak, mama takut terjadi apa apa dengan anak kita pa,ayolah pa kita coba lihat kesana" bujuk bu Tari pada suaminya itu.


"baiklah, ayo segera kita kesana. Nanti keburu gerbangnya ditutup" kata Pak Tama sambil meraih kunci mobil yang sengaja ia taruh di atas meja TV.


Beberapa menit kemudian


Bu Tari dan Pak Tama telah sampai di kampus universitas Jakarta, beruntung saat itu satpam penjaga kampus belum menutup gerbang kampus.


Mereka mengitari area kampus sambil mencari keberadaan Shella, akan tetapi sesampainya di area samping kantin.


"pa, tunggu dulu pa.. itu kenapa mahasiswa pada ngumpul disana pa?" kata bu Tari saat melihat kerumunan mahasiswa.

__ADS_1


Pak Tama pun segera menghentikan laju mobilnya, lalu pasangan suami istri tersebut segera berlari menuju kerumunan tersebut, melihat apa hal yang sedang terjadi.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat Hendrick dan Andrew tengah berkelahi yang diikuti oleh sorakan dari beberapa mahasiwa yang menyaksikannya, dan disana juga ada Shinta yang tidak menyadari akan kehadiran Pak Tama dan Bu Tari yang merupakan rekan bisnis orang tuanya, Shinta yang berdiri sambil tersenyum melihat keributan tersebut juga ikut menyoraki keributan itu.


Pak Tama seketika menjadi geram akan tingkah mereka yang tidak mencerminkan seorang mahasiswa.


"Berhenti !!" teriak pak Tama yang membuat semua mahasiswa yang ada disana terdiam.


"Apa-apaan kalian ini, apakah begini caranya kalian sebagai seorang mahasiswa, ada rekan kalian yang berkelahi kok malah didukung. ini juga Hendrick dan satu lagi siapa nama kamu?" kata pak Tama sambil menatap tajam ke arah Andrew dan Hendrick.


"Andrew om" jawab andrew dengan wajah sinis.


"kalian sudah dewasa, seorang mahasiswa di universitas yang ternama ini, apa kalian tidak merasa malu berkelahi di depan semua teman kalian yang ada disini?" tambah pak Tama.


"kami cuma lagi ada masalah aja om" timpal Andrew.


"apa? masalah, seharusnya kalian sebagai seorang yang berpendidikan menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin, adu otak bukan dengan adu otot" lanjut pak Tama yang sudah geram melihat tingkah anak rekan bisnisnya itu.


"Shinta, kamu tau Shella ada dimana?" tanya Bu Tari pada Shinta yang terkejut melihat kedatangannya.


"oh.. eh.. tante.. Shella? mmm Shinta nggak tau tan" jawab gadis itu.


"sssstt... Shinta jadi ini bu Tari yang elo bilang yang udah ngasih si perempuan nggak tau diri tadi tempat tinggal?" bisik Angel.


"ish.. kamu ini apa-apaan sih njel" gerutu Shinta pada temannya itu.


"tapi.. benerkan, kan elo sendiri yang bilang kalau si shella itu cuma numpang dirumah tante cantik ini" tambah Angel yang membuat bu Tari merasa heran dengan tingkah mereka.

__ADS_1


__ADS_2