Suara Air Mata

Suara Air Mata
Canda Tawa


__ADS_3

Esok paginya aku bangun lebih awal dari Karina. Usai merapikan tempat tidur,mandi dan mengganti pakaian, aku hendak menyiapkan sarapan untuk kami. Kebetulan di depan kos ada sebuah warung yang menjual bahan makanan untuk para anak kos sekitar. , jadi aku membeli beberapa butir telur,beberapa roti dan sayuran , juga tak lupa saos cabe. Kali ini aku berencana membuat empat porsi roti sandwich.


"mmmm sedapnya bau.. wah wah Shella, kamu bikin sandwich sebanyak ini untuk siapa?" tanya Karina yang ternyata sudah bangun.


"aku bikin untuk sarapan kita pagi ini" jawabku yang tegah sibuk mengolesi lembaran roti dengan saos cabe.


"apa? sebanyak ini buat kita makan Shel?"


"ya enggak lah Karina, hari ini kita mau pergi ke suatu tempat jadi aku harus nyiapin bekal buat kita dijalan" jawabku.


"kita? emangnya Kita mau pergi kemana Shel?


" nanti kamu juga bakalan tau, cepetan mandi sana".


"bilang dulu kita mau kemana, sama siapa dan mau apa?"


"ish kamu ini, yang jelas kita mau pergi refreshing sama kak Hendrick dan temannya".


"apa? kak Hendrick?"


"sudah kamu mandi dulu sana, nanti kak Hendrick keburu datang"


"oke baiklah" kata Karina sambil melangkah menuju kamar mandi. Sementara itu aku tak lupa membuat beberapa cangkir teh hangat. Pelengkapan di kos Karina ini memang terbilang lengkap dibandingkan dengan kos yang lain disekitarnya. Karen yang punya kos telah menyiapkan segala fasilitasnya termasuk pecah belah, sehingga para mahasiswa yang ngekos jadi nyaman untuk tinggal disini.


Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 8 pagi. Datanglah sebuah mobil fortuner putih.


Tin..Tin..

__ADS_1


Terdengar suara klakson mobil tersebut.


"siapa Shel?" tanya Karina yang tengah berdandan .


"entahlah Kar, ada mobil fortuner putih didepan" jawabku merasa heran dengan keberadan mobil tersebut yang nomor platnya seperti tak asing lagi bagiku.


"mobil fortuner? kamu tau itu mobil siapa?"


"sepertinya..." ujarku sambil terus mengamati mobil tersebut dari jendela kamar.


Kemudian keluarlah seorang gadis berumur sekitar 17 tahun, mengenakan gaun biru dan rambut yang dikuncir.


"Thania?" seruku terkejut melihat gadis tersebut.


"Tania? siapa itu Shel?" tanya Karina heran.


Segera aku melangkah keluar kamar menuju teras rumah.


"kak Shella..." jawabnya sambil berlari dan memelukku erat. Setelah sekian lama terpisah karena aku melanjutkan pendidikan di Jakarta,akhirnya kami bisa bertemu kembali.


kemudian keluarlah Kak Hendrick, Ardian serta, Kak David.


"selamat pagi cantik" sapa Kak Hendrick memanggilku. Hal itu membuat aku merasa agak gugup karena aku belum siap jika keluarga Cathline mengetahui hubunganku dengan Hendrick.


"Cieee.... kak Hendrick dan kak Shella... " goda Thalia.


"mmmmm.. itu.. ooo... oh iya Thalia kapan datang kesini?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"ah kak Shella, jangan salting gitu dong. Thalia udah tau kok hubungan kak Shella sama kak Hendrick. Thalia seneeeeng banget akhirnya..."


"mmmm... silahkan duduk dulu Thalia, Adrian ,kak David dan.. kak Hendrick" kataku.


"oh iya Shella, Karina mana?" tanya David.


"ada didalam kak, Sebentar Shella panggilkan" kataku sambil melangkah ke dalam kos, dan menuju ke dapur untuk mengambil sarapan dan minuman yang telah ku siapkan tadi.


"Shella.. didepan itu siapa?" tanya karina yang menghampiriku.


"Saudaranya kak Hendrick Karina,oh iya aku pinjam beberapa cangkir dan wadah untuk menaruh ini ya Karina" ujarku sambil menata beberapa roti sandwich ke atas piring.


"iya, pakai aja Shel, mari aku bantu" tambah Karina.


"terima kasih Karina" ujarku.


Kemudian kami membawa sarapan tersebut ke depan dimana Kak Hendrick dan saudaranya tengah menunggu.


"silahkan di nikmati sarapannya Thalia, Ardian,kak Hendrick dan Kak David" ujarku sambil menaruh sarapan tersebut ke atas meja.


" wah... rajin banget kamu Shella.. "puji Ardian.


" iya nih kak Shella, nggak perlu repot repot segala" tambah Thalia


" ah tidak apa-apa kok Ardian, Thalia" jawabku.


"ini semua Shella yang bikin lho,katanya khusus buat bebeb tercinta" timpal Karina keceplosan.

__ADS_1


"terima kasih calon kakak Ipar" tambah Ardian yang sudah duluan memakan roti sandwich di hadapannya.


Canda tawa tak henti-hentinya mewarnai pagi ini. Aku tak menyangka akan kedatangan Thalia yang sudahku anggap seperti adikku sendiri.


__ADS_2