
"Selamat datang nak Shella" ujar seorang ibu berwajah cantik, mirip bule.. berumur sekitar 45 tahun padaku.
"Silahkan duduk nak" pinta si ibu tersebut yang belakangan namanya ku ketahui adalah Bu Maryam
"Baik bu" jawab ku pelan hendak duduk di kursi sofa mewah yang sengaja diletakkan diruang itu. Tak berapa lama kemudian masuklah seorang wanita,mengenakan daster coklat dan celemek membawa sebuah nampan berisi dua cangkir minuman diatasnya.
"ini minumnya nyonya" ujar wanita tersebut.
"Makasih bi" jawab ibu berwajah oriental yang tengah diduduk di sampingku.
"Mari minum dulu nak Shella... "tambahnya.
"terima kasih bu... mmm maaf bu, kalau boleh tahu ada hal apa ya saya dibawa kesini?" tanyaku.
"hmmm... oh iya saya sampai lupa, ngomong - ngomong panggil saja saya Mami Cathlin"
"iya mami cathlin"
"begini nak Shella... maksud saya meminta anak saya Hendrick untuk membawa kamu kesini, saya ingin memberikan tawaran pekerjaan untuk kamu"
"pekerjaan? kerja apa itu Mami Cathlin?" tanyaku.
"apakah nak Shella bersedia untuk jadi guru Les private anak mami? soalnya anak mami satu ini bandelnya minta ampuuunnnn... " kata Mami Cathlin tersenyum menceritakan tingkah laku dan kelucuan anaknya itu. Setelah beberapa lama kami berbincang-bincang hingga tanpa disadari hari sudah menunjukkan pukul 17.15 WIB
"Astaga.... aku sampai lupa" seruku sambil menepuk jidat.
"kenapa nak Shella?" tanya Mami Cathlin.
"Maaf mami, Shella pamit mau pulang, soalnya Shella baru ingat kalau teman-teman Shella dari tadi menunggu dirumah" ujar ku hendak beranjak dari tempat duduk. Entah kenapa sejak pertemuan kami tadi aku merasa sangat begitu dekat dengan Wanita berumur 47 tahun itu.
__ADS_1
"Tunggu nak Shella, biar Hendrick saja yang mengantarkan kamu pulang" seru Mami Cathlin padaku.
*Dirumah
"Kemana sih si Shella? kok lama banget?" ujar Eren yang dari tadi mondar mandir di depan pintu.
"sudah ren jangan terlalu khawatir, doakan saja dia aman-aman saja sampai di rumah" kata Cici yang saat itu tengah asyik menonton video "the secret garden" di laptopnya sambil mengunyah snack kentang crispy yang dibelinya sewaktu pulang sekolah tadi.
" gimana nggak khawatir coba, udah jam segini Shella belum pulang juga... atau jangan jangaaaannn..."
"jangan-jangan kenapa ren?"
"jangan-jangan dia di perk*sa terus di bun*h lalu mayatnya dibuang sama laki-laki tadi" kata Eren dengan wajah sangat khawatir.
"ish.. kamu ini jangan terlalu berlebihan... dari pada kamu begitu mending kita main uno stacko aja gimana?" ujar cici mengeluarkan sebuah kotak yang berisi permainan uno dari dalam ranselnya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu.
TOK TOK TOKKK!
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam... eh Shella.... ya ampunn kamu kemana aja?" seru Eren beranjak dari tempat duduknya kemudian memelukku erat.
"waduuuhh.... ren bisa-bisa aku mati kehabisan napas kalau kamu meluk begini banget" seruku pada sahabatku itu.
"hehehe... sorry ya sorry.. habisnya aku khawatir banget sama kamu Shel.. kamu kemana aja dari tadi kita nunggu disini" tambah Eren.
"kan sudah aku bilang, Shella pasti aman-aman saja, kamu itu yang terlalu berlebihan ren" timpal Cici yang kembali melanjutkan nonton film korea.
__ADS_1
"sudah-sudah kalian tidak usah ribut gitu, maaf ya ren sudah buat kamu jadi khawatir dan maaf aku sudah membuat kalian menunggu lama"
"santai aja Shel" kata Cici.
Setelah menceritakan kejadian yang aku alami seharian tadi, aku pun segera beranjak untuk membersihkan diri di kamar mandi, karena badanku sudah terasa sangat lengket kena keringat seharian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf readers, Author baru sempat post new episodenya karena beberapa hari belakangan ini Author sangat sibuk.
__ADS_1