
Usai makan malam di Restoran Jepang, Pak Tama mengajak kami ke sebuah butik untuk membeli pakaian.
"Mama.. ayo.." ujar pak Tama pada istrinya.
"Baik Pa" kemudian Bu Tari masuk ke dalam butik tersebut dan memilih beberapa pakaian.
Aku hanya diam dan menunggu di kursi tamu yang telah disediakan di butik tersebut.
'Gaun itu cantik sekali, kelak kalau aku menikah, aku akan memakai gaun seperti itu' gumamku dalam hati saat melihat sebuah gaun putih berhiaskan permata dengan desain yang sangat mewah. 'ah..mimpi apa kamu Shella, mana mungkin kamu bisa memakai gaun semewah itu' ujarku sambil menepuk jidatku pelan. Hari sudah menunjukkan pukul 10.10 menit, Aku melihat Bu Tari dan Pak Tama masih sibuk memilih baju. Sepuluh menit kemudian, mereka sudah selesai berbelanja. Lalu kami segera pulang ke apartement Flaminggo.
Sesampainya di apartement, aku segera masuk ke dalam kamar untuk menyusun pakaian dari koper ke dalam lemari. Saat tengah merapikan pakaian, masuklah bu Tari.
"Shella... " ujar bu Tari
"iya bu"
"ini tadi ibu ada membelikan beberapa helai baju untukmu, jangan lupa di pakai untuk kuliah besok" kata wanita itu sambil memberikan sebuah kantong padaku.
"tapi bu... bukannya Shella menolak, cuma Shella merasa tidak enak saja" tambahku karena merasa kurang enak dengan perlakuan baik dari keluarga itu.
__ADS_1
"Shella.. apa ibu bilang tadi.. anggap saja kami ini orang tua mu.. ini silahkan kamu coba dulu bajunya" kata bu Tari.
"baik bu" ujar ku sambil mengambil baju yang diberikan bu Tari kemudian memakainya.
"cocok sekali... Shella... andai saja anak ibu masih ada, pasti dia seumuran denganmu" kat bu Tari sembari memelukku.
"oh iya, udah malam.. sebaiknya kamu segera tidur, besok kamu akan mengurus administrasi dan segala keperluan kuliahmu. besok ibu yang akan menemanimu ya nak" tambah wanita berparaskan cantik, hidung mancung dan bibir tipis itu sambil melangkah keluar kamar,lalu menutup pintu.
"baik bu" ujarku. kemudian aku mengganti pakaianku dengan piyama yang sebelumnya aku kenakan.
Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagiku. Aku yang selama ini hidup mandiri dan tinggal sendirian dirumah yang sederhana di pinggiran kota padang, sekarang seakan - akan aku masuk ke dalam dunia yang berbeda. dimana aku disuguhi hal yang menurutku mewah, dan belum pernah aku temui sebelumnya, ditambah aku tinggal bersama keluarga yang baik hati. Kemudian ponselku kembali berbunyi, di layar tertulis ada panggilan masuk dari kak Hendrick, aku pun menjawab panggilan tersebut.
"hey manusia menyebalkan, kenapa kamu lama sekali menjawab telpon ku?" kata Hendrick
*"maaf kak Hendrick, tadi aku lagi dijalan"
"dijalan? malam malam begini kamu dijalan? ya ampun, kamu ini yang benar saja .... "
"iya kak, tadi Shella diajak makan malam sama bu Tari di restoran Jepang"
__ADS_1
"owh, ya sudah"*
tiba-tiba panggilan pun terputus.
"kenapa sih si manusia aneh itu, kadang perhatian,kadang menjengkelkan" gerutu ku kesal. Lalu aku merebahkan badanku ke atas ranjang, hingga akhirnya aku pun tertidur.
.
.
saat mulut tak mampu lagi berkata
hanya air mata yang akan bersuara
akankah itu berbuah bahagia atau malah sebaliknya?
jangan lupa dukung terus novel ini agar penulis terus bersemangat untu terus post setiap episodenya.
Terima kasih 😊
__ADS_1