
"gimana kabar kamu Shella?, maaf aku jarang menghubungimu karena banyak kerjaan di kantor" kata Hendrick
"*baik kak, kakak gimana kabarnya?"
"aku baik-baik juga"
"syukurlah kalau begitu kak, oh iya kak hendrick, Shella ..."
"mmmm.. bentar lagi aku telpon ya sayang, soalnya ada kerjaan lagi*"
"ya sudah.." gerutuku merasa agak kesal.
"bye sayang.. " ucap Hendrick kemudian mengakhiri panggilan tersebut.
'selalu saja begini, selalu tiba-tiba mengakhiri panggilan secara mendadak, tak adakah waktu untukku sebentar untuk sekedar berbagi cerita?' gerutuku kesal.
Kemudian aku segera bangkit dan melempar ponselku begitu saja di atas kasur. Lalu aku melangkah keluar kamar.
Di ruang tengah ku lihat papa dan mama tengah sibuk mengurus masalah pekerjaan mereka. Mama yang saat ini menjabat sebagai salah satu anggota DPR, sementara itu papa juga sibuk mengurus beberapa proyek di Kantornya.
'Sepertinya bukan ini saat yang tepat untuk memberitahu mama dan papa tentang jadwal magangku esok' gumamku dalam hati.
Kemudian aku melangkah menuju kamar bi Siska.
__ADS_1
TOK TOK TOK !!
Akupun mengetuk pintu kamar asisten rumah tangga kami, aku merasa sebaikny aku cerita saja sama bi Siska.
"ya.. sebentar nya... " ujar Bi Siska dari dalam kamarnya.
"eh.. non Shella .. ada apa non" tambah wanita itu sepertinya heran akan kedatanganku.
"nggak ada bi, Shella pengen ke kamar bi Siska aja.. boleh kan bi?" tanyaku sembari tersenyum.
"boleh non, tapi... kamar bibi ya begini aja non.. "
"nggak apa-apa kok bi, aku mah sudah terbiasa hidup sederhana apa adanya" kataku sambil duduk di atas kasur kecil dikamar itu.
"ada apa non?" kata wanita itu kemudian duduk disampingku.
"bi.. sebenarnya Shella mau ngasih kabar ini sama mama dan papa, tapi.. Shella liat mereka masih sibuk .. ya sudah Shella putuskan untuk ngasih tau bibi aja"
"kabar apa non?"
"bi.. akhirnya Shella bisa pulang ke padang, karena Shella dapat jatah magang disana" ujarku tersenyum bahagia sambil memeluk wanita tiga puluh tahunan itu.
Akan tetapi bi Siska hanya diam dan tersenyum kecut saat mendengar kabar tersebut.
__ADS_1
"lho.. bibi kenapa malah diam gitu? Sudah lama sekali aku tidak kesana, Shella rindu dengan suasana alam disana, udara segar dipagi hari.. semuanya membuat jiwa terasa damai" Kataku sambil membayangkan suasana di daerah dimana aku dibesarkan.
"kalau begitu selamat non, tapi terus terang saja bibi merasa sedih karena nggak ada non Shella disini, pasti rumah ini bakalan sepi lagi non"
"bi Siska, aku itu perginya cuma sebentar aja kok bi... magangnya paling cuma tiga atau empat bulan saja bi"
"iya non,tapi tetap saja bibi merasa kesepian.. tapi bibi juga ikut senang, non Shella harus ingat jaga diri disana ya non.."
"iya bi... makasih bi Siska" kataku kembali memeluk erat wanita yang sudah aku anggap sebagai bagian dari keluargaku.
"ngomong-ngomong non Shella kalau di Padang nanti tinggalnya dimana non?"
"Rencananya sih aku mau tinggal di rumah bu Siti, tempat dimana aku dibesarkan bi..."
"Apa nggak kenapa-kenapa non? soalnya non Shella juga sudah lumayan lama nggak menempati rumah itu"
"bibi tenang aja, semuanya sudah di atur sama sahabat Shella yang ada disana..." ujarku sembari tersenyum.
"hmmm.. non Shella jaga diri baik-baik ya disana, oh iya non.. sebaiknya non Shella kasih tau dulu tuan dan nyonya tentang keberangkatan non ini"
"iya bi... " jawabku.
Tak lama kemudian terdengar suara mama memanggil bi Siska.
__ADS_1
"iya nya... sebentar" ujar bi Siska kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah sambil membuka pintu kamar.