Suara Air Mata

Suara Air Mata
Berangkat


__ADS_3

Sesampainya di bandara ternyata kedua sahabatku cici dan eren juga sudah menunggu disana bersama beberapa orang guru dan murid yang menerima beasiswa lainnya, total murrid yang akan diberangkatkan waktu itu ada 3 orang,dua orang laki-laki Kevin dari jurusan IPA2, david dari jurusan IPS, dan aku dari jurusan IPA1.


"hai Shella...." seru kedua sahabatku itu sembari memelukku lalu memberikan sebuah bingkisan kado.


"apa ini Ci, Ren?" tanyaku.


"nanti saja kamu buka kalau udah nyampe di jakarta" jawab eren.


"baiklah.. terima kasih ci,ren.. kalian memang sahabatku yang terbaik"


"sama - sama Shella, jaga dirimu baik-baik dijakarta sana ya Shel"


"iya sahabatku" ujarku. kami pun saling berpelukan. Sama halnya dengan kedua sahabatku, Pak Syam selaku kepala sekolah juga memberikanku sebuah bingkisan berisi baju yang bertuliskan SMA 1 Padang. Dilanjutkan oleh Thalia dan Mami Cathlin.


"kak Shella.. kapan kapan boleh tidak Thalia berkunjung ke tempat kakak di jakarta nanti?" tanya gadis 14 tahun itu dengan polosnya.

__ADS_1


"tentu boleh sayang... " jawabku.


Kemudian terdengar himbauan dari petugas bandara


'kepada penumpang pesawat garuda 123 padang - Jakarta harap segera melakukan check in'


kemudian aku segera menarik koperku untuk melakukan check in penerbangan bersama teman teman yang lainnya, lalu menunggu di boarding room. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesawat yang akan membawa kami ke jakarta telah tiba, satu persatu penumpang menaiki pesawat tersebut dan duduk di kursi masing masing. Hingga tibalah waktunya pesawat pun lepas landas mengudara menuju Bandara Soekarno Hatta.


Rasa sedih, bahagia, haru dan bangga menyelimutiku tatkala itu. sudah 18 tahun aku dibesarkan di kota Padang, kini aku harus meninggalkan semuanya. termasuk kenangan semasa kecilku dan memulai hidup baru, tentunya dengan orang-orang baru dan lingkungan baru.


"Bu Tari... Pak Tama.. kenapa ibu sama bapak ada disini, bukankah semalam..." seruku.


"iya Nak Shella... nanti saja ibu ceritakan kalau sudah sampai di mess kalian" ujar bu Tari.


"oh iya, perkenalkan ini pak Sugeng, supir khusus utusan dari kampus. nanti pak sugeng yang akan mengantarkan kalian ke mess dan nanti kita akan berkeliling kampus" tambah pak Tama.

__ADS_1


"Baik pak, bu" jawab kami serentak.


Kemudian kami berjalan menuju parkiran mobil dan memasukkan barang bawaan kami ke dalam bagasi. Setelah itu kami di antarkan menuju sebuah mess yang lokasinya berdekatan dengan Universitas Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam.. akhirnya sampailah kami di mess yang telah disebutkan tadi. Ternyata disana hanya disediakan satu mess untuk kami. Karena aku satu-satunya perempuan disana, akhirnya bu Tari menawarkan padaku untuk tinggal di apartementnya saja. Setelah berunding akhirnya saya ikut tinggal bersama keluarga pak Tama dan bu Tari.


Selama dalam perjalanan menuju apartement, bu Tari tak henti-hentinya memelukku. Raut wajah bahagia jelas terlukis diwajah wanita berusia sekitar 38 tahun itu.


DEG..


'kenapa setiap dekat dengan ibu ini aku selalu merasakan sesuatu yang beda, rasanya seperti pelukan seorang ibu.. ibu yang sudah membesarkan aku' gumamku yang tiba-tiba teringat akan alhamarhumah ibu.


"kamu kenapa nak? apa kamu tidak suka ikut tinggal bersama kami" tanya bu Tari.


"bukan begitu bu, Shella senang diajak tinggal bersama ibu. cuma Shella jadi ingat almarhumah ibu Shella bu.." jawabku.

__ADS_1


"tenanglah sayang, anggap saja ibu ini seperti ibumu sendiri" ujar wanita itu sambil mengusap kepalaku. Hingga tak terasa sampailah kami di apartementnya Bu Tari dan Pak Tama.


__ADS_2