
"Karina, plis... help me.. tolong jangan bilang aku ada disini ya..." ujarku dengan nada memohon.
"Shella.. aku harus bilang apa sama om tama? sementara kak Hendrick juga sudah mengetahui kalau kamu ada disini. Nanti aku dimarahin sama om Tama dan bu Tari" jawab Karina.
"plis Kar, tolong aku.. kali ini aja ya.. plissss plis pliiisss"
"hmmmmhhh.. Ya sudahlah Shella.. demi kamu aku kali ini rela berbohong.. tapi sebenarnya kamu ada masalah apa sih? kenapa kamu tidak mau menemui mereka?" tanya Karina lagi.
"nanti saja aku jelaskan.. sekarang kamu kedepan dan kamu bilang saja kalau aku udah pulang beberapa menit yang lalu" tambahku.
"baiklah... aku kedepan dulu ya" kata Karina sambil melangkah keluar kamar.
"terima kasih karina.. kamu memang sahabtku yang ter the best" ucapku sembari tersenyum.
Tak berapa lama kemudian Karina pun kembali ke kamar. Sementara itu ku lihat dari celah jendela, mobil pak Tama dan kak Hendrick telah pergi.
"Karina... gimana?" tanyaku.
"haaaahhhh... sip sudah ... Shella.. shella... sebenarnya kamu ada masalah apa sih?" tanya Karina yang memang sejak tadi merasa heran dengan sikapku yang tak seperti biasanya. Lalu aku menceritakan yang aku alami dalam dua hari terakhir ini pada sahabatku itu.
"What?? jadi... jadi Tn.Pratama dan Ny.Mentari yang selama ini kita cari-cari keberadaannya itu sebenarnya pak Tama dan bu Tari? jadi kamu beneran anak kandung mereka? anak yang selama ini mereka cari?"
__ADS_1
"iya Karina.. tapi aku cuma merasa aneh aja, kenapa tanpa bukti dan kejelasan mereka tiba-tiba saja mengakui kalau aku ini anak kandung mereka yang hilang, cuma dengan membaca surat yang ditulis oleh bu Siti yang selama ini telah merawat dan membesarkan aku"
"mmmm kalau dipikir-pikir bener juga ya, ada hal yang aneh aja gitu. eh Tapi Shel, kalau kamu beneran anak kandung mereka yang hilang itu berarti kamu jadi anak orang tajir dong... wiiihhh beruntungnya kamu Shella"
"hus... kamu ini Karina... ada-ada saja, hidup sederhana lebih membuatku bahagia... sudah kita ganti topik pembicaraan yang lain saja" ujarku berusaha mengalihkan pembicaraan.
*Kost ELITE
Hendrick baru saja sampai di kosannya, usai memarkirkan mobil ia bergegas menuju kamar lalu membersihkan badannya yang sudah terasa sangat gerah. Setelah itu ia mengobati luka memar di keningnya karena perkelahiannya dengan Andrew.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 Malam, sebelum tidur ia mencoba untuk menghubungi kekasihnya.
Tut... Tuuuut...
"Hai sayang, kamu dimana*?" tanya Hendrick pura-pura bertanya akan keberadaan Shella.
"mmm aku... aku lagi ada ngerjain tugas di rumah bu Tri dosen pembimbing Kak, ada apa ya kak?" jawab Shella dengan gugup.
Hendrickpun tersenyum mendengar jawaban dari kekasihnya itu.
"hei.. perempuan menyebalkan, sejak kapan kamu berbakat jadi tukang bohong?"
__ADS_1
"beneran kak, Shella lagi di kost temen"
w
"tadi kamu bilang di rumah dosen, sekarang di kost temen.. jelas sekali kamu itu lagi berbohong.. hahaha" ujar Hendrick sambil tertawa.
"iiiiihhh kakak ini, nggak percaya ya udah" gerutu Shella.
"hahaha.. Shella Shella.. sudahlah jangan berbohong, aku tau kamu saat ini masih di kost nya Karina"
Shella hanya terdiam tanpa menjawab sepatah katapun.
"hei.. perempuan menyebalkan, kenapa kamu diam saja?, Sayang aku sudah mendengarkan cerita dari bu Tari, jadi aku tau kamu sengaja menyuruh Karina berbohong pada keluarga Tama. sekarang kamu istirahat, besok pagi aku jemput kesana kita pergi ke suatu tempat"
"*kemana kak?"
"besok kamu akan mengetahuinya"
"aku ajak Karina boleh kak?"
"boleh, sekarang kamu tidur dan jangan lupa mimpi indah ya sayang.. love you*"
__ADS_1
Tuttut...
beberapa saat kemudian panggilan pun terputus.