Suara Air Mata

Suara Air Mata
Mulai Terkuak


__ADS_3

"Kenapa semuanya jadi seperti ini? kenapa hidupku seperti ini.." gumam ayu yang kala itu tengah menangis.


"Apa salahku Tuhan,.. kenapa semua orang bersandiwara dihadapanku? KENAPA" teriak gadis 13 tahun itu lalu ia membanting sebuah botol yang terletak diatas meja kecil disudut ruangan itu.


PRAKKK....


seketika botol itu pecah


Aku yang sejak tadi berada didepan pintu semakin khawatir dengan keadaan ayu.


"Ayu... kamu kenapa yu? kakak mohon buka pintunya yu" pintaku, tanpa disadari butiran air mulai mengalir dimataku, begitu juga dengan Bu Monic.


"Nak.. buka pintunya nak.." seru Bu Monic pelan.


"Pergi kalian semua... PERGI...!!!" teriak Ayu yang tangisannya makin histeris.


Tiba-tiba aku teringat kalau ibu pernah menyimpan kunci cadangan kamar kami


"Sebentar bu"


"kamu mau kemana la?" tanya Bu monic semakin khawatir dengan kami.


Segera aku berlari ke kamar ibu mencari letak kunci cadangan kamar kami.


"Dilemari tidak ada, dibelakang pintu juga tidak ada...." gumamku terus berpikir dimana kira-kira ibu menaruh kunci tersebut.

__ADS_1


"coba ku lihat dilaci meja ini" Saa taku buka laci meja tersebut, benar saja aku menemukan kunci tersebut. Akan tetapi sejenak pandanganku tertuju pada sebuah amplop surat yang tak asing lagi bagiku.


"bukankah ini surat yang ditulis ibu?.. jangan jangan" segera aku beranjak dari kamar itu lalu kembali ke kamar dimana Ayu yang saat itu masih terdengar menangis.


"ada ketemu kuncinya La?" tanya bu Monic


"ada bu, ini" aku pun segera membuka pintu tersebut. Setelah pintu kamar terbuka terlihat Ayu tengah duduk disudut ranjang,matanya bengkak karena lama menangis.


"Ayu.. kamu kenapa dek…?" tanyaku sambil memeluk tubuh mungil gadis itu, akan tetapi ia tetap diam membisu


"Ayu.. kamu kenapa nak? kalau kamu ada masalah coba cerita sama ibu, mana tau ibu bisa ngasih solusinya" ujar Bu Monic hendak duduk disamping Ayu.


"Sebaiknya kamu pergi.. aku tidak sudi lagi melihat wajahmu.. kamu jahat" teriak Ayu kembali memecahkan kesunyian sore itu.


"Ayu... cup cup cup.. kamu tidak boleh seperti itu sayang" kataku sambil mengelus rambut ayu.


"Sebaiknya kamu minum dulu nak" pinta Bu Monic sambil memberikan sebuah air dalam kemasan pada Ayu, akan tetapi ia menolaknya hingga air tersebut tumpah ke lantai.


" Ayu... tidak baik bersikap seperti itu sama orang tua" ujarku dengan nada agak keras


Seketika Ayu menjauhkan badannya dariku.


"Apa? orang tua? orang tua macam apa yang tega membuang anaknya sendiri dan memberikannya pada orang lain?" Teriak Ayu menangis histeris.


"Kamu bicara apa Yu?"

__ADS_1


"Kak, kenapa kakak tega menyembunyikan ini semua dari Ayu kak?"


"Menyembunyikan apa? tidak ada yang kakak sembunyikan dari Ayu sayang" Seru ku hendak merangkul kembali gadis itu, akan tetapi ia semua itu ditepiskan. Gadis itu bangkit dan melangkah dengan cepat menuju kamar ibu, kemudian ia keluar membawa sepucuk surat. Seketika darahku berdesir 'jadi Ayu sudah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya? Ya Tuhan.. apa aku harus kembali kehilangan orang yang aku sayang'.


"coba kakak lihat ini" Ayu melemparkan surat tersebut kearah dimana aku dan Bu Monic berdiri.


"Surat? ini surat apa yu? dari mana kamu mendapatkannya?" Tanyaku pura-pura tidak tahu akan isi surat tersebut.


"Kakak tidak usah pura-pura tidak tahu, kenapa kakak merahasiakan ini semua dari Ayu kak?"


"Ayu.. dengarkan penjelasan kakak yu..." Aku pun menghampiri gadis itu dan memeluknya erat.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol like nya ya 😊


__ADS_2