Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kembali pulang


__ADS_3

TOK TOK TOK....


kembali terdengar suara ketuka pintu, namun aku tak langsung membukanya karena takut. Kemudian aku coba melihat keluar dari celah-celah pintu, disana terlihat seorang laki-laki yang mengenakan baju kaos hitam dan celana panjang.


Lalu orang tersebut kembali mengetuk pintu, tapi kali ini ia bersuara


TOK TOK TOK...


"Hei shella.. Ayu.. buka pintunya". Setelah mendengar suara laki-laki tersebut rupanya itu adalah bapak. Dengan cepat aku bukakan pintu karena rasanya aku sudah sangat merindukan bapak.


"Bapak... silahkan masuk pak, bapak kemana saja? aku dan ayu sangat merindukan bapak.. bapak sudah makan pak?" tanyaku. Namun Bapak hanya diam dan segera masuk ke dalam rumah dan berlalu ke kamar ibu. Beliau terlihat tengah mengacak - acak isi kamar ibu.


"Pak, bapak cari apa pak? sebaiknya bapak membersihkan badan dulu kemudian makan malam pak" tambahku semakin heran melihat tingkah bapak yang keadaannya semakin tak terurus, badan bapak sekarang sudah kurus, rambut sudah mulai panjang dan pakaian bapakpun sudah lusuh.


"Diam kau, anak keparat...dimana uang? mana uang ibumu?" kata bapak dengan nada keras.


"uang? uang apa pak?" tanyaku


"itu... uang hasil panen sawah ibumu, dimana kamu letakkan?"

__ADS_1


" oh uang hasil panen? sudah shella simpan pak, untuk kebutuhan sehari-hari kita pak? sebaiknya bapak makan dulu" pintaku pada bapak.


"mana uangnya?" tanya bapak dengan mata merah melotot ke arahku, sontak aku merasa ketakutan melihat bapak


"pak, bapak kenapa pak? apa bapak baik-saja? selama ini bapak kemana saja pak?"


"ahhh.. sudah jangan banyak tanya serahkan uang itu pada bapak"


Kebetulan saat itu aku tengah memegang uang hasil panen tersebut ditanganku, tanpa ragu lagi bapak pun merampasnya dariku


"pak, jangan diambil pak, itu untuk mambeli kebutuhan kami pak" Pintaku dengan bercucuran air mata. Akan tetapi tak ada sedikitpun rasa kasihan dari bapak, ia segera berlalu dan meninggalkan aku sendiri dirumah


Rasa sedih yang aku alami ini memang diluar dugaanku selama ini, tak henti-hentinya kesedihan datang dalam hidupku. Saat ini yang bisa aku lakukan hanyalah berdo'a pada Yang maha kuasa. Jujur saja aku tidak kuat menahan semua ini,satu persatu orang yang ku sayangi meninggalkan aku. Hanya Ayu satu-satunya saat ini jadi penyemangat hidupku.


Tak terasa hari sudah mulai pagi, hari ini waktunya sekolah SMP Bakti nusa tampil dalam acara lomba Marching Band antar sekolah sekota Padang. Para peserta lomba serta panitia telah menyiapkan segala perlengkapannya. Tak ketinggalan aku, rasa sedih atas kejadian semalam aku coba tepiskan, berharap hari ini datang kebahagiaan untukku


tak berapa lama kemudian terdengar sebuah pengumuman dari panitia lomba sekolah kami.


Diberitahukan kepada seluruh peserta marchiing band agar segera berkumpul di lapangan karena kita akan tampil GOR Hj.Agus Salim pukul 10.00 WIB dengan nomor lot 08.

__ADS_1


tampak beberapa orang guru dan murid sibuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.


"shella... kamu jangan lupa ambil alih komando kelompok B ya" perintah pak Joko padaku


"Baik pak" jawabku dengan penuh semangat.


"Ayo teman-teman,kita tampilkan yang terbaik untuk sekolah kita.. semangat" tambahku untuk menyemangati teman-teman lainnya.


SEMANGAT


ujar para peserta kelompok B dengan serentak.


saat tengah bersiap-siap Ardian menghampiri Pak joko, ia memberitahu kalau Shinta tidak dapat ikut dalam acara kali ink dikarenakan ia sakit sejak semalam.


"Aduuhhhh... bagaimana ini? shinta.. kenapa sakit disaat seperti ini" Pak Joko terlihat panik, bagaimana tidak karena Shinta merupakan ujung tombak dalam acara tersebut, ia merupakan mayoret utama dalam marching band kali ini.


hai readers jangan lupa tekan tombol likenya agr penulis bisa terus semangat melanjutkan novel ini..😊


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2