
"Shella... sebaiknya kamu duduk didepan saja" kata Karina sambil mendorong tubuhku masuk ke dalam mobil.
"ta.. tapi karina... "
"jangan keki gitu, santai aja... ya nggak kak Hendrick" tambah gadis berkaca mata itu melirik pada Hendrick yang sudah menunggu dari tadi.
Tak berapa lama kemudian mobil xenia yang dikemudikan Hendrick pun pergi dari kampus Universitas Jakarta.
Selama dalam perjalanan, suasana kali ini terasa kaku bagiku. Rasanya aku rada canggung untuk memulai pembicaraan dengan Hendrick.
"kita mau kemana nih?" tanya Hendrick saat kami sampai di persimpangan lampu merah.
"ke kostnya Karina saja kak, soalnya kita mau ngerjain tugas" jawabku ngasal.
"baiklah" kata Hendrick yang kemudian memutar stir mobilnya kemuju arah kost Karina di komplek Sumatera.
Sesampainya di kost Karina, segera aku membuka pintu dan turun dari mobil Hendrick.
"ayo cepetan Kar" seruku yang jadi salah tingkah dihadapan laki laki yang saat ini jadi telah kekasihku.
"cepetan Karina" tambahku sambil menarik tangan sahabatku itu masuk ke dalam kost.
"iya Shella... pelan pelan napa" gerutu Karina kesal.
__ADS_1
Tanpa bicara banyak Hendrick melajukan mobilnya lalu pergi.
"Shella.. kenapa kamu jadi salting gitu sih? mmmm jangan jangan..."
"jangan apanya? siapa juga yang salting"
"sudahlah jangan muna deh kamu, sebenarnya kamu itu suka kan sama kak Hendrick?"
"bukan suka lagi, udah jadian malah" seruku sambil menaruh tas di atas meja di kamar Karina.
"what? yang bener aja Shella,.." ujar Karina segera menghampiriku.
" iya, kita udah jadian" tambahku, kemudian aku menceritakan kejadian yang aku alami tadi pagi sebelum sampai di kampus.
"tapi kamu harus jaga rahasia ini, cukup kamu saja yang mengetahui hubunganku dengan kak Hendrick"
"oke.. rahasia dijamin aman. Tapi sumpah Shel, aku masih nggak percaya... first kiss.. aduuhh gue juga pengen"
"ye... mulai deh mengkhayal.." Ujarku sambil meraih ponsel dari dalam tasku.
Aku menghubungi bu Tari, memberitahu bahwa malam ini aku minta ijin untuk menginap di kost Karina.
Malam ini sengaja kami habiskan untu bercerita dan saling bertukar pikiran, karena besok tidak ada mata kuliah, jadi kami memutuskan untuk besok mencari tahu dimana keberadaan orang tuaku.
__ADS_1
*apartement luxury
Di apartement yang terbilang mewah itu terlihatlah bu tari sedang sibuk menyelesaikan tugas di kantornya. Kebetulan beliau berprofesi sebagai seorang notaris ternama, sementara pak Tama suami bu Tari berprofesi sebagai Ketua Yayasan universitas swasta di kota Jakarta.
Kedua suami istri tersebut sudah menikah sejak dua puluh tahun yang lalu, akan tetapi semenjak kehilangan putri mereka yang bernama Namira. Pasangan itu sampai saat ini belum dikaruniai seorang anak. Beruntung mereka bertemu dengan Shella yang saat itu tengah mengajar les private anak teman mereka di Padang.
"Ma.. Shella kemana? kenapa jam segini belum pulang juga?" tanya pak Tama.
"tadi dia mengirim pesan sama mama, kalau malam ini dia nginap di kost temannya yang bernama Karina pa"
"Karina?"
"itu lho, teman satu jurusan dengan Shella yang pakai kaca mata dan sering datang kesini pa"
"oh itu, mahasiswa asal riau itu ma?"
"iya pa" ujar bu Tari menghentikan pekerjaannya sejenak.
"oh iya pa, kenapa ya sejak bertemu dengan anak itu, mama merasa kalau Shella itu adalah Namira, anak kita yang hilang ya pa"
"Sudahlah ma, jangan mengada-ada..."
"beneran pa, mama merasa ada suatu ikatan bathin aNtara mama dengan Shella"
__ADS_1