Suara Air Mata

Suara Air Mata
Disekolah


__ADS_3

Hari ini hari Rabu,tepatnya tanggal 15 April 2015. Tak terasa waktu pun cepat berlalu, sudah satu tahun kepergian bapak, berarti kurang lebih satu tahun juga aku menyimpan rahasia kehidupan aku dan ayu yang sebenarnya.


Siang itu saat bel istirahat berbunyi, seluruh siswa SMA N 1 Padang telah ramai meninggalkan kelas mereka menuju kantin. Beda halnya dengan aku, karena keterbatasan biaya sering kali aku menahan rasa lapar. Pengen sih bisa jajan seperti teman-teman yang lain, tapi mana mungkin aku bisa mendapatkannya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja aku berjualan hasil kerajinan tangan dari plastik bekas yang ku pungut di jalanan, lalu aku bentuk sedemikian rupa hingga memiliki nilai jual. dan Alhamdulillah hasilnya bisa aku pergunakan untuk membeli bahan makanan dirumah.


Sambil menunggu jam istirahat selesai, aku kembali melanjutkan pekerjaan membuat kerajinan plastik yang telah aku kemas dalam sebuah kantong. Saat sedang asyik mengerjakan kerajinan tiba-tiba datanglah Shinta dan beberapa orang temannya, sejak masuk sekolah di SMA N 1 mereka selalu saja menghinaku.


"Hei... orang miskin yang sok oke sok waw.. ketemu lagi kita disini, kenapa sih lagi-lagi gue harus satu sekolahan dengan elu" bentak perempuan itu dihadapanku. Aku mencoba untuk sabar dan tidak menghiraukannya


"woi.. elu budeg atau gimana sih? kalau orang ngomong itu dijawab bukan cuma didengerin trus elu diem aja" tambahnya.


"maaf Shinta, aku sedang sibuk.. "


"idiiihhhh ... anak orang miskin mainannya plastik... eeeeuuuhhhh menjijikkan" tambah selvi, yang merupakan anggota geng C3 (Cewek Cewek Cantik), sebuah kelompok cewek cantik yang jadi idola disekolahan kami.


Aku terus melanjutkan kegiatanku, akan tetapi para anggota geng C3 malah mengacak-acak dan merobek-robek hasil karyaku.


Aku pun merasa sangat kesal "kenapa kalian menghancurkan semuanya?"


"emangnya kenapa? sampah gini doang mah, banyak tuh di tong sampah depan... silahkan dipungut lagi....hahahahahaha" Ujar Shinta sambil membuang hasil karyaku itu ke tong sampah yang terletak didepan kelas 2A.


"hei... berhenti!!! apa-apaan kalian ini?" teriak seorang anak laki-laki dari depan kelas.


"Ardian.... aku... aku.... mmmm... aku...." Kata Shinta terbata-bata. Rupanya Ardian juga satu sekolah dengan kami, ya ampun kenapa aku baru tau sekarang.

__ADS_1


"kamu Shinta, kenapa kamu selalu jahat sama Shella?" tanya laki-laki itu pada Shinta.


"mmm.. aku... aku... mmm yuk gaes sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini" Shinta pun menarik tangan teman-temannya keluar dari kelas dan pergi meninggalkan kami.


Saat itu di kelas hanya ada aku dan Ardian. Ia merupakan salah satu cowok idaman para cewek disekolah kami, tapi kenapa aku sampai tidak tau ya kalau Ardian selama ini juga satu sekolah denganku.


"Kamu nggak apa-apa Shel?" tanya Ardian padaku yang tengah memungut beberapa plastik yang sekiranya masih bisa ku pergunakan untuk membuat kerajinan.


"sudah.. kamu tidak usah lagi memungutnya, nanti pulang sekolah kita pulang sama-sama, kebetulan aku juga ingin berkunjung ke rumah Bu de aku yang letaknya tak jauh dari rumahmu."


"mmm maaf ian, bukannya aku menolak. tapi aku takut nanti Shinta jadi salah paham denganku"


"kenapa kamu jadi takut? kan Shinta bukan siapa-siapa aku" kata laki-laki ganteng, hidung mancung dan memiliki senyum indah yang mampu memikat hati setiap perempuan yang melihatnya. 'ya tuhan.... dia ganteng banget' gumamku dalam hati.


"emm... " aku pun mengangguk memberi isyarat tanda sejutu dengan ajakan Ardian. Tak lama kemudiam bel tanda masuk pun berbunyi, beberapa orang teman sekelasku mulai memasuki ruangan dan duduk dinmbangku masing-masing. Hingga jam pelajaran pun telah usai, segera aku kemas buku-buku kedalam tasku yang terlihat mulai pudar.


Di gerbang sekolah ku jumpai Ardian telah berdiri menungguku.


"hei Shella... pulang bareng yuk" ajak Vina yang juga teman sekelas denganku.


"lain kali aja ya vin soalnya aku ada keperluan mendadak" jawabku.


"Ayo Shella" kata Ardian yang dari tadi menungguku.

__ADS_1


"Ups... sorry... hehe Ardian Shella.. ya ya.. aku ngerti ko Shel, hati-hati dijalan ya bye" Vina pun beranjak pergi meninggalkan kami.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers jangan lupa tekan tombol like dan terus dukung novel ini supaya penulis makin semangat berkarya

__ADS_1


terima kasih 😊


__ADS_2