
Malam itu Ayu tidur bersamaku, wajahnya kali ini terlihat begitu murung seperti tengah memikirkan sesuatu
"kamu kenapa yu?" tanyaku
"nggak kenapa-napa kak" jawab adikku singkat
"nggak kenapa-napa kok muka kamu kusut gitu?"
"hmm.. mungkin lagi banyak pikiran aja kak"
"kamu mikirin apa yu? coba cerita sama kakak, mana tau kakak bisa bantu?" pintaku pada gadis itu
Namun tanpa menjawab sepatah katapun Ayu malah membalikkan badannya.
'apa jangan-jangan ..... ayu lihat isi surat tadi? ya Tuhan bagaimana ini' gumamku dalam hati.
"ayu... yu... kamu sudah tidur?"
gadis itu tiada menyahut perkataannku. ku lihat lagi wajah gadis yang mulai menginjak remaja itu. 'oh rupanya sudah tidur'
*pagi hari
Selama 3 hari seluruh sekolah di kota kami sengaja diliburkan karena para guru mengadakan pertemuan tahunan. Berarti kesempatan bagiku untuk membuat prakarya lebih banyak lagi. Alhamdulillah rangkaian bunga plastik kresek saat ini sedang laku keras dipasaran. permintaan konsumen pun semakin meningkat, kebetulan sekali Ayu kali ini ada dirumah jadi kami bisa menyesaikan pekerjaan bersama-sama.
"kak, maaf semalam Ayu cuekin kakak soalnya semalam itu Ayu sudah merasa sangat lelah kak"
"iya nggak apa- apa kok dek, sekarang kamu bantuin kakak gih, potong plastik kreseknya seperti ini" ujarku sambil memperlihatkan sebuah potongan plastik berbentuk segi empat.
"Kak Shella..."
"iya adikku sayang, ada apa yu?"
"mmmm... gini kak, Ayu kan terpilih sebagai salah satu murid perwakilan dalam lomba antar sekolah kak, jadi ayu bingung harus buat prakarya unik dan memiliki nilai jual"
__ADS_1
"Alhamdulillah..... kakak ikut senang mendengarnya yu" ujarku sambil merapikan beberapa hasil kerajinan bunga plastik yang telah siap dirangkai ke dalam sebuah kardus.
"oh iya kak,..."
belum selesai gadis itu bicara tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
TOK TOK TOk
"siapa yu?" tanyaku yang saat itu masih disibukkan dengan pekerjaanku
"Sebentar.. aku coba lihat kedepan ya kak" pinta ayu lalu bangkit dari duduknya
TOK TOK TOK
"iya sebentar" Seru Ayu segera membuka pintu
"oh.. Bu Monic.. " ujar Ayu pelan, kemudian ia segera masuk tanpa menghiraukan kedatangan Bu Monic.
"Ayu.. tunggu sebentar nak.. ibu ingin bicara" seru ibu 35 tahun itu hendak menghentikan langkah Ayu, akan tetapi gadis itu tetap menghiraukannya kemudian ia masuk ke dalam kamar tanpa bicara sepatah katap pun.
"Ayu... kamu kenapa? Bu Monic datang kok kamu malah masuk kamar dek"
"Bu Monic, silahkan duduk bu" pintaku
"makasih nak Shella..." jawab bu Monic, lalu beliau duduk disebuah kursi tua dekat jendela ruangan itu.
"oh iya bu, ibu ada masalah apa sama Ayu bu?" tanyaku heran dengan kedua perempuan itu.
"ibu juga tidak tau La, kemarin Ayu pamit sama ibu katanya hari ini mau tidur disini."
*di dalam kamar
PEMBOHONG!!!
__ADS_1
"kenap selama ini kalian membohongi aku? kalian jahat !! bu Monic,Kak Shella, Ibu,Bapak.. KALIAN SEMUA JAHAT!!" teriak gadis itu lalu membanting semua barang-barang yang ada dikamar itu.
TOK TOK TOk
"Ayu... Ayu buka pintunya Yu.... " Seruku dari luar kamar
"Ayu.. nak ... kamu kenapa nak?" tambah Bu monic dengan perasaan cemas, karena tak biasanya Ayu bersikap seperti itu.
"Ayu... buka pintunya" timpalku sambil terus menarik ganggang pintu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya readers, baru sempat update episode baru
soalnya Author beberapa hari tengah sibuk dengan pekerjaan diluar kota..
__ADS_1
jangan lupa like nya ya
terima kasih 😊