
Wanita yang wajahnya palsu alias selalu berpenampilan norak, selalu mengenakan baju berwarna merah dengan riasan make up tebal yang membuat ia terkesan lebay. Entah apa yang meracuni atasannya itu, sehingga pria setampan Hendrick yang berwajah bule bisa kepincut dengan wanita alay seperti Amel.
"excuse me beibh, dimana my honey?" kata Amel dengan nada centil ala princess Syahrini yang otomatis membuat Sesil jadi muak mendengarnya.
"maaf nona, untuk saat ini pak Hendrick tidak bisa diganggu karena sedang banyak kerjaan" jawab Sesil.
"hei... kamu cuma bawahan aja, kenapa malah melarang saya bertemu dengan Hendrick?" ujar Amel kesal dan mencoba menerobos masuk ke dalam ruang kerja kekasihnya.
"maaf nona, ini sudah aturan perusahaan, dilarang menerima tamu jika tidak berkepentingan, karena dapat menggangu kinerja perusahaan" timpal Sesil segera menghalangi wanita tersebut.
"apa? berani-beraninya kamu melarang saya masuk kedalam sana... honey... honey..." teriak Amel.
Mendengar ada suara keributan dari luar ruang kerjanya, Hendrick dari tadi sibuk memeriksa proposal kerjasama antara perusahaan yang dikelolanya dengan beberapa mitra, menghentikan kegiatannya sejenak.
"ada apa ini Sesil?" tanya Hendrick yang sudah berdiri didepan pintu.
"maaf pak, wanita yang mengaku tunangan anda ini memaksa untuk masuk ke ruangan anda" jawab Sesil.
"sudah, kamu lanjutkan saja kerjaan kamu, dan kamu Amel, ada hal apa kamu kesini? bukannya tadi pagi kamu bilang lagi sakit"
"iya honey... aku itu sakit... sakit karena pengen ketemu sama kamu" rengek Amel bergelayut manja di tangan kekar Hendrick.
"iihh. .. dasar cewek ganjen" gerutu Sesil kesal.
"apa kamu bilang?" tanya Amel dengan nada tinggi.
__ADS_1
"sudah-sudah, kalian mau sampai kapan ribut terus.. "
"ini lho Honey, babu kamu gayanya sok"
"sudah... Sesil, apa jadwal saya hari ini?"
"mmm... jadwal hari ini...."
"nanti saja kamu kasih tahu... " kata pria itu segera masuk ke dalam ruang kerjanya bersama Amel.
"iiiihhh dasar... untung elo atasan gue, coba kalau enggak udah gue bejek-bejek idung lo" gerutu Sesil kesal.
Sejak kehadiran Amel dalam hidupnya, rating perusahaan Antony group yang di kelola oleh Hendrick anjlok. Beberapa mitra perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan perusahaannya.
Tak hanya itu, kondisi keuangan perusahaan pun nyaris di bawah garis merah,Bahkan Hendrick pun tak segan-segan menggunakan uang perusahaan untuk sekedar bersenang-senang dan berfoya-foya dengan kekasihnya. Mulai dari membelikan Amel sebuah rumah, mobil mewah, serta barang-brang branded lainnya.
***
Dreettt... dreettt
Ponsel Shella bergetar
Shella yang saat itu tengah fokus mengetik skripsi, segera menghentikan kegiatannya. Ia segera meraih ponsel yang sengaja ia taruh di atas nakas.
"nggak ada siapa-siapa, hmmhh" gumam gadis itu menaruh ponselnya, lalu kembali melanjutkan kegiatannya.
__ADS_1
Dreet... drettt...
terdengar kembali suara getaran dari ponsel.
"siapa sih?" gerutunya sedikit kesal.
Pandangannya tertuju pada sebuah tas kecil yang ia taruh di atas meja belajarnya. Segera ia mengambil tas tersebut, lalu mengeluarkan sebuah ponsel lain dari dalamnya.
"hmmmhhh sudah lama rasanya tidak memeriksa ponsel ini" gumam gadis itu.
Memang sejak ia kembali ke Jakarta, gadis itu tidak pernah memeriksa ponsel yang mempunyai seribu kenangan itu, ponsel pemberian Hendrick. Didalamnya tersimpan beberapa foto ia dengan tunangannya itu.
Saat memeriksa ponsel itu, alangkah terkejutnya ia melihat beberapa foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Dalam foto tersebut terlihat Hendrick dengan wanita lain tengah duduk bermesraan disebuah cafe, dan yang lebih menyakitkan lagi dimana tunangannya itu tengah berciuman dengan wanita yang berbeda.
Bak disambar petir disiang bolong, perasaan Shella kala itu seketika hancur, buyar...
"jadi... jadi... selama ini, kak Hendrick ... " kata gadis itu meneteskan air mata.
"tega sekali kamu Hendrick"
Lalu ia mencoba untuk menghubungi nomor sipengirim foto tersebut
Tuuutt...tuuuuutttttt....
maaf, nomor yang kamu tuju sedang tidak aktif
__ADS_1
(suara operator)