
Beberapa saat kemudian, Shinta menarik bahuku lalu ia dengan cepat membalas tamparan di pipiku.
PLAK
"awww..." aku merintih kesakitan.
"heh perempuan miskin nggak tau diri, seenaknya saja kamu main pergi. Rasakan ini" seru Shinta menarik rambutku dan menyeret aku kembali ke dalam kantin.
"aww... sakit... lepaskan Shinta..." aku pun menjerit.
Tiba-tiba datanglah kak Hendrick bersama kedua sahabatnya.
"Stop !!! Apa-apaan kamu ini Shinta.. " Teriak Hendrick yang langsung marah melihat aku disakiti.
Kemudian Shinta melepaskan tangannya yang menarik keras rambutku.
"ooowwhhh pucuk dicinta ulampun tiba... kebetulan sekali... okeeeyyy mumpung semua udah pada ngumpul disini, gue bakalan bongkar kedok dua sejoli ini dihadapan mahasiswa universitas Jakarta" kata Perempuan bertubuh tinggi tersebut.
Beberapa orang mahasiswa yang berada disana telihat tengah berbisik, aku saat ini hanya bisa pasrah. Mungkin inilah akhir dari kisahku selama dijakarta.
"Baiklah... mahasiswa Universitas Jakarta semuanya. tanpa bicara panjang lebar lagi saya akan mengumumkan sebuah hal penting yang patut kalian ketahui.. dimana kedua orang yang saat ini berada dibelakang saya, terutama elo perempuan miskin tak tau diri. bla.bla..bla" Shinta membeberkan cerita tentang masa laluku dengan kak Hendrick.
"huuuuuuuu..... dasar perempuan murahan, tak tau diri... " seru beberapa orang mahasiswa yang ikut menghujatku dengan perkataan yang kurang enak didengar. Dunia saat itu terasa begitu gelap bagiku, sayup sayur ku dengar suara Karina dan kak Hendrick berteriak memanggil namaku.
*dikost Karina
Perlahan-lahan kubuka mataku, kulihat disekeliling ruangan tempat dimana aku berada saat ini. Pikiranku saat ini masih terasa kacau, kepalaku masih agak terasa pusing.
__ADS_1
"kamu sudah sadar Shella?" kata Karina tersenyum padaku.
"a.. a..aku ada dimana?" tanyaku hendak bangkit.
"tenanglah Shella, saat ini kamu lagi ada di kost aku.. jangan banyak gerak dulu karena kodisi kamu belum sepenuhnya stabil" tambah gadis beralis tebal itu sambil menahan bahuku mengisyaratkan padaku untuk kembali beristirahat.
Kembali aku pejamkan mataku, mangingat kejadian yang terjadi di kampus tadi. Rasanya ingin sekali aku berteriak, kenapa kehidupan bisa berubah begitu cepat? tak mampu lagi aku bayangkan, bagaimana esok nasibku di kampus? pasti mahasiswa yang melihat kejadian di kantin tadi bakal menertawai ku, atau menghinaku. ya Tuhan... bagaimana aku bisa serapuh ini?
Tanpa aku sadari air mata pun telah jatuh membasahi pipiku. Bayangan buruk itu selalu menghantuiku.
"Shella... Shella... kamu kenapa nangis?" tanya Karina memegang tanganku.
"aku cuma kepikiran kejadian dikampus tadi Kar" ujarku pelan.
"sudahlah Shella, tak usah kamu hiraukan wanita berhati iblis itu. Lagian aku juga nggak percaya kok dengan kata-kata dia" tambah Karina.
"aku juga kurang tau Shel, soalnya pas kamu pingsan tadi,pas banget kak hendrick dan teman-temannya datang, terus kami langsung membawa kamu kesini" tutur Karina.
"apa? kak Hendrick? terus sekarang kak Hendrick dimana Kar?"
"dia balik lagi ke kampus Shel, katanya ada urusan penting"
"apa? jangan - jangan.... Karina, ponselku dimana?" tanyaku yang merasa kurang enak saat mendengar penuturan dari sahabatku itu.
"ini ponselmu?" ujar Karina meraih ponsel dari dalam tas ku yang sengaja ia taruh di atas meja, lalu ia memberikan ponsel tersebut padaku.
Segera aku mencari nomor kontak kak Hendrick, lalu menelpon lelaki itu. Akan tetapi sudah berkali-kali aku mencoba menghubunginya, tetap saja tidak ada jawaban. Aku merasa khawatir dengan kak Hendrick, karena aku tau bagaimana sifat kekasihku itu, yang tak akan membiarkan orang yang ia cintai disakiti.
__ADS_1
"gimana Shel?" tanya Karina yang mulai ikut khawatir.
"tidak ada jawaban Kar" ujarku smbil bangkit dan meraih tasku.
"kamu mau kemana Shel?" tanya Karina berusaha menahan langkahku.
"aku mau nyamperin kak Hendrick ke kampus" jawabku.
"sabar Shella, saat ini bukan waktu terbaik untuk kamu ke kampus. Yakinlah kak Hendrick tidak berbuat macam-macam disana"
"tapi Karina... aku khawatir, kak Hendrick itu orangnya nekad, aku tidak ingin keadaan menjadi semakin kacau" tuturku.
"percayalah Shella, tidak akan terjadi apa-apa.. kak Hendrick pasti baik-baik saja. srbaiknya kamu istirahat dulu" kata Karina sambil membujukku untuk kembali beristirahat.
.
.
.
hallo readers semua, sekali lagi Author minta maaf karena up storynya lamaaaaaa banget
ditengah pandemi covid-19 ini auhor saat ini, author banyak kegiatan yang mendesak.
Author harap readers semua mau memakluminya,karena menulis juga butuh inspirasi ,waktu dan konsentrasi.
🙏
__ADS_1