Suara Air Mata

Suara Air Mata
Penasaran


__ADS_3

*Dirumah


hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Ayu tengah membereskan kamar yang terlihat sedikit berantakan. maklumlah semalam aku (Shella) terhanyut dalam lamunanku membayangkan bagaimana rupanya wajah orang tua kandungku, apakah mereka tak merindukan aku?


"Aduh.. kak Shella kenapa berantakan gini sih?" gumam ayu sambil memungut beberapa pakaian yang berserakan di atas kasur, kemudian memasukkannya kedalam keranjang kain kotor. Setelah rapi, Ayu merebahkan tubuh mungilnya ke atas kasur yang mulai agak terasa keras tersebut. Gadis itu terlihat mulai gelisah, putar kanan putar kiri. Rupanya ia tengah memikirkan bahan untuk perlombaan nanti.


'ah... sebaiknya bikin prakarya apa ya? hm....' gumam ayu sambil mengulum bibir bawahnya yang tipis. 'aduuuuhhhhhh susah juga' ayu pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kemudian ia bangkit dan membuka lemari yang terletak di samping tempat tidur usang tersebut. 'siapa tau kak Shella ada menyimpan prakarya dia dulu, kan kakak suka mengoleksi benda unik', ia pun membuka sebuah laci kecil dalam lemari itu.


' mana ya.... hmmmm... aduuuhhh kak Shella... '


gadis itu makin bingung. 'ya sudah nanti saja dipikirkan bikin prakaryanya.. mending sekarang aku mandi dulu, ntar keburu magrib'


gumam Ayu lalu ia mengambil baju ganti berwarna pink dan ada gambar teddy bear.


Saat hendak menarik baju yang akan ia kenakan nanti, tiba-tiba ia melihat sebuah surat di amplop biru jatuh persis di kakinya. Dengan sigap gadis itu mengambil surat tersebut.


" Surat apa ini? teruntuk Shella**** aiiihhh kak Shella udah berani nyimpan surat hihihi isinya apaan ya? " ujar Gadis itu sambil cekikikan, tanpa ia sadari Aku sudah sejak tadi berada didepan pintu kamar sambil mengamati tingkah adikku itu.


"hei.. kamu sedang apa? anak kecil.." Kataku pada gadis itu, ia pun terkejut.


"oh kak Shella, sejak kapan kakak disitu? Ayu tungguin dari tadi juga hehe... "


"kamu lagi apa dek?"

__ADS_1


"oh... ini kak.. mmm..." jawab ayu terbata-bata


"itu ditangan kamu kertas apa?"


"oh ini kak... ayu nemu surat tadi pas habis ambil baju dilemari kakak hehe.. "


"apa? kembalikan suratnya sini"


"eiiittsss tunggu dulu... sejak kapan kakakku mau nyimpan surat begini haha"


"cepat sini.. kembalikan surat kakak dek"


"aiiihhhh kakak ini hehe... hayooo surat dari siapa hayo?" goda ayu padaku sambil mengibas-ngibaskan surat itu ke arahku


"aduuhh kak, surat begini saja malah teriak-teriak... ini lain kali kalau nyimpan surat cinta itu ditempat yang aman ya" balas gadis itu,lalu memberikan surat tersebut.


"kamu... kamu belum membaca isi surat ini kan yu?"


"teruntuk Shella... aseeeeekkkk.... dah aku mau mandi dulu ya kak, udah gerah bangtt nih"


"Ayu.. kamu belum jawab pertanyaan kakak, kamu baca isi surat ini atau tidak?" tanya ku dengan agak meninggikan nada bicaraku


"aku mandi dulu kak.... lalalalaaaaaaaa" iapun berlalu.


Aku masih penasaran, apakah Ayu membaca isi surat ini belum. Seandainya bocah itu membacanya 'Ya Allah.... jangan sampai hal itu terjadi' gumamku dalam hati.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian Ayu telah siap mandi, sementara aku tengah memasak makan malam untuk kami. Namun pikiran itu masih menghantuiku


'apa ayu sudah membaca isi surat itu?'


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan dukung terus novel ini agar Author makin semangat 😭

__ADS_1


__ADS_2