Suara Air Mata

Suara Air Mata
Pekerjaan baru


__ADS_3

Pagi ini, pukul 05.15 WIB aku bangun lebih awal, setelah mandi dan bersih- bersih rumah. Sementara Cici dan Eren masih tertidur pulas karena habis begadang semalam. Aku menuju dapur hendak memasak nasi goreng untuk sarapan kami pagi ini, kemudian aku kembali melanjutkan membuat kerajinan bunga plastik yang belakangan ini sudah mulai banyak peminatnya. Bunga tersebut saya jual ke penjual kerajinan di pusat kota, hasilnya alhamdulillah bisa saya pergunakan untuk kebutuhan sampai saat ini.


oi mandeh... oi mandeh sayang


sasudah tuhan hanyolah ado mandeh


basujuik denai dikaki mandeh


nyampang badoso yo si anak mandeh


....


(oh ibu... oh ibu sayang


setelah tuhan hanya ada ibu


aku bersujud dikaki ibu


jikalau diriku berdosa padamu ibu)


Sambil memotong lembaran plastik dan memotongnya menjadi seperti kelopak bunga, aku menyanyikan sebuah lagu minang yang sangat ku sukai. Dua jam kemudian, Cici dan Eren pun telah bangun.


"Shel, kenapa kamu tidak bangunkan kami?" kata Cici mengusap matanya yang masih terasa mengantuk.


"tau nih Shella.. bangun duluan aja..." timpal Eren

__ADS_1


"hehe.. maafin aku Ci, Ren... tadi aku lihat kalian masih nyenyak tidurnya. nggak tega juga rasanya aku bangunin kalian..." jawabku.


Kemudian kedua sahabatku itu menuju kamar mandi secara bergantian, sementara aku masih disibukkan dengan pekerjaan sambilanku ini.


"Shel, kamu mau sarapan apa?" tanya Cici membuka aplikasi Gi-Food di ponselnya.


"oh... tidak usah Ci.. aku sudah membuatkan sarapan untuk kita" jawabku menghentikan pekerjaan sejenak, lalu beranjak menuju meja makan.


"Ayo kita makan sama-sama Ci,Ren" seru pada kedua sahabatku itu. Tanpa ragu lagi, kami pun menikmati sarapan nasi goreng yang telah ku hidangkan pagi ini.


"Shella.... kamu memang the best deh.. beruntung ya cowok yang jadi suami kamu nanti, udah cantik, pintar, jago masak lagi" Ujar Cici.


"Betul itu ci, seandainya saja aku punya kakak laki-laki, pasti udah aku comblangin sama kamu" tambah Eren.


"yeeee... mau nya kamu... Sama kakak aku aja Shel, kak David " timpal Cici.


"cieee... yang punya pekerjaan baru, cik gu Shella, bu guru Shella .. aseeeekk" ledek Cici padaku.


"Atau kalian mau disini dulu sampai aku pulang nanti?" tanyaku.


"Tidak usah Shel, kami pulang saja, soalnya pamit ke papa mama bilangnya cuma mau nginap dirumah temen aja semalam" jawab Eren sambil membereskan piring bekas makan kami, lalu ia mencucinya dan menyusun piring tersebut di rak. Satu jam kemudian kedua sahabatku itu pamit pulang, seiringan denganku yang hendak pergi mengajar les privat anak Mami Cathlin. Dengan mengenakan stelan cardigan pink, celana katun pink dan kemeja putih, aku menumpangi angkot menuju pusat kota, sampai lah di rumah mewah tersebut.


TING TONG....


Suara bel berbunyi, tak lama kemudian muncullah wanita bercelemek yang bernama Bi Nur membukakan pintu rumah tersebut.

__ADS_1


"Silahkan masuk non Shella, Mami sudah menunggu anda didalam" kata wanita berdaster hijau itu padaku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya ya Readers semuanya.


dukung terus novel ini agar Author makin semangat dalam menulis.

__ADS_1


terima kasih 😊


__ADS_2