
Hendrick berlari menuju jalan depan masuk area kost elite. Terlihatlah disana ada Ardian tengah berkelahi dengan seorang laki-laki yang dibelakangnya juga berdiri seorang perempuan yang tak lain ialah Shinta.
"Stop...!!!" teriak Hendrick menghentikan keributan tersebut.
"apa-apaan kalian ini.. Ardian, Andrew" kata Laki-laki bertubuh tegap itu dengan geramnya.
"oh.. jadi ini adik elu ya Ndrick.. pantas saja" ujar Andrew sambil mengusap wajahnya yang memar akibat pukulan dari Ardian.
"ada apa ini? kenapa kamu malah memukul Ardian?"
"tanya saja sama anak sok cool ini" jawab Andrew menunjuk ke arah Ardian.
"kurang ajar lo ya banci" teriak Andrew memberontak berusaha hendak kembali melayangkan pukulan pada Andrew.
"hei.. Ardian.. tenanglah.. sebenarnya ada apa ini?" tanya Hendrick sambil menahan tubuh adiknya itu.
*Flash back
Kemudian Ardian menceritakan kejadian beberapa waktu yang lalu dimana ia tengah ingin berjalan-jalan keliling komplek kost elite. Saat melewati jalan depan kost ia melihat Shinta yang saat ini masih jadi kekasihnya itu tengah duduk berduaan di pinggir jalan yang minim penerangan. Ardian pun mengendap-endap memastikan apakah itu beneran Shinta atau bukan.
Dengan seksama pemuda berwajah tampan itu memperhatikan sepasang remaja tersebut dari kejauhan. "tidak salah lagi itu pasti Shinta, dasar perempuan murahan" gerutunya kesal ketika melihat kekasihnya itu tengah duduk bermesraan bersama laki-laki lain.
__ADS_1
Seketika darahnya mulai mendidih, tanpa banyak pikir lagi ia segera menghampiri mereka dan menghadiahkan sebuah pukulan keras yang tepat mengenai wajah laki-laki tersebut. Hingga perkelahian antara keduanya pun tak dapat terelakkan lagi.
Shinta yang kaget melihat kedatangan Ardian yang datang secara tiba-tiba itu pun hanya bisa diam dan tak tau harus berbuat apalagi, perasaannya saat ini campur aduk. Dan tak berapa lama kemudian datanglah Hendrick.
*flashback end
"oh, jadi ini adik elu Ndrick.. Pantas saja" ujar Andrew dengan nada merendahkan.
"eh elo jangan macem macem ya sama gue" ancam Ardian yang masih terpancing amarahnya karena kejadian tersebut.
"sudah Ardian,tidak ada gunanya kita bertengkar dengan orang macam dia" timpal Hendrick.
"Dan elu perempuan murahan, gue pengen detik ini kita putus" teriak ardian sambil menunjuk ke arah Shinta yang tertunduk malu.
"Stop... elu nggak usah deket gue lagi"
"tapi Ardian..."
"tapi apa? gue nggak nyangka ya ternyata elo segampangan ini" ujar Ardian yang merasa sangat kecewa. Bagaimana tidak, dulu disaat ia patah hati karena mengetahui kakaknya sendiri juga menyukai cewek yang ia taksir. Sehingga membuat ia harus mengalah demi kebahagiaan kakak sulungnya itu.
Sejak saat itu Shintalah yang selalu mengisi hari-harinya, ya.. awalnya sih dia tak begitu peduli akan kehadiran dan perhatian dari putri seorang pengusaha kaya tersebut. Lama-kelamaan muncullah benih-benih cinta dihatinya sehingga ia bisa melupakan Shella. Hingga hubungan mereka bisa bertahan selama dua tahun.
__ADS_1
Suatu hari mereka harus terpisah sementara lantaran Shinta mengikuti permintaan orang tuanya untuk pindah kuliah dari Univ.Padang ke Univ.Jakarta. Sudah sebulan lamanya ia tak mendengar kabar dari Shinta, tepatnya lagi sejak keberangkatan kekasihnya itu, mereka jarang sekali berkomunikasi.
Sampai suatu hari ia memutuskan untuk menyusul kekasihnya itu keJakarta, dan sekarang ia harus kembali menelan pil pahit. Tanpa disengaja ia melihat kekasihnya itu tengah bermesraan dengan laki-laki lain, sungguh itu termasuk hal yang sangat memalukan.
"mmmm.. wait wait, sepertinya ada kekeliruan disini. Andrew,Sinta. bukankah kalian mengakunya saudara sepupu?" tanya Hendrick.
.
.
.
Hai readers.. lagi lagi ya... Author lambaaaaaaaaaaaat kali Up storynya😁
bukannya Author nggak mau cepet up storynya, tapi bikin novel ini juga butuh inspirasi Readers 😭
dan Author juga ada kegiatan lain diluar menulis novel.
Jadi harap dimaklumi ya Readers semua😇
Terima ksih buat Readers yang udah setia nungguin novel ini up
__ADS_1
kayak Hendrick yang selalu nunggu Shella
😆