Suara Air Mata

Suara Air Mata
nama dalam surat


__ADS_3

seketika aku terjaga dari tidurku,ku lihat jam saat itu menunjukkan pukul 5 pagi, ucapan ibu dalam mimpi masih terngiang-ngiang dalam ingatanku. Ku buka lemari, dan ku ambil surat dalam amplop biru yang ditulis ibu, ku perhatikan lagi dengan seksama nama yang ditulis ibu dalam surat itu.


Tn. Pratama dan Ny. Mentari


jl. perintis no.03 jakarta utara


021-123654


"besok? mana mungkin aku besok bertemu dengan kedua orang tuaku... ahhhh jangan berharap banyak Shella... mana mungkin orang tuaku mengenaliku" gumamku pelan.


Sekitar sepuluh menit kemudian terdengarlah suara adzan nerkumandang, segera aku beranjak dari tempat tidurku dan pergi mengambil wudhu. Setelah itu aku menunaikan sholat Subuh lalu berdo'a


"ya Allah... jikalau memang benar ucaoan ibu di dalam mimpi hamba semalam. pertemukanlah hamba dengan mereka ya Allah, hamba ingin tahu bagaimana rupanya wajah kedua orang tua hamba".


Seusai melaksanakan sholat subuh, tiba-tiba ponsel pemberian kak Hendrick pun berbunyi.


ternyata ada sebuah pesan masuk.


'*hei perempuan disana, bersiaplah nanti aku akan menjemput kamu


-Hendrick'


'jemput? memangnya kita mau kemana kak?


-Shella'*


'kamu tidak usah banyak tanya, lima belas menit lagi kalau kamu belum siap juga habislah kamu

__ADS_1


-Hendrick'


membaca pesan dari kak Hendrick sontak saja membuat aku jadi tergesa-gesa.


"kenapa juga aku harus menuruti kemauan laki-laki tidak jelas gitu, biarkan saja dia menunggu lama" gumamku. Kemudian aku melakukan aktifitas seperti biasanya setiap pagi, aku memasak makanan untuk sarapan, merapikan tempat tidur, mencuci baju lalu membersihkan pekarangan rumah.


Namun, saat hendak membersihkan area pekarangan di depan rumah aku melihat ada sebuah motor ninja biru terparkir disana.


'sudah kuduga pasti itu motor kak Hendrick, tapi kemana orangnya ya?'



'ya sudahlah, tidak penting juga.. lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku' gumamku sambil lanjut menyapu pekarangan di depan rumah.


Sesaat kemudian ketika aku hendak masuk kedalam rumah, tiba-tiba kak Hendrick sudah berdiri dibelakangku.


"hei perempuan lelet... kenapa belum siap-siap juga? dasar tidak tepat waktu" kata Hendrick dengan nada juteknya.


"dasar tidak punya sopan santun.. hey.. perempuan kampung miskin kamu tidak punya tata krama ya, seenaknya saja meninggalkan tamu diluar tanpa dipersilahkan masuk" seru Hendrick.


Mendengar kata-kata perempuan miskin, tiba-tiba saja emosiku mulai meradang.


"maaf tuan Hendrick yang terhormat, saya tidak pernah meminta anda untuk datang kesini, sekalipun saya tak sekaya anda.. tapi saya mampu hidup tanpa bantuan dari orang lain. tidak seperti anda.. laki-laki manja yang hanya mengandalkan orang tua saja" kataku sambil menutup rapat pintu rumah.


"hei.. apa kamu bilang.... arrrrgghhhh sial" kemudian Hendrick segera menstarter motornya lalu pergi dari rumah tua peninggalan orang tuaku itu.


Sejak saat itu aku tidak pernah lagi berjumpa dengan ka Hendrick, sekalipun aku mengajar privat Thalia adikknya, namun tak sekalipun aku berjumpa dengan sosok Hendrick antoni.

__ADS_1


"kak, kak Shella... kenapa melamun gitu kak? kakak sakit?" tanya Thalia yang saat itu tengah belajar denganku.


"ahh.. tidak lia.. kakak cuma kepikiran suatu hal aja"


"kakak mikirin apa?"


"Ada hal penting yang akan kakak sampaikan sama mami Cathlin dan kamu Lia" ujarku berusaha untuk mengalihkan pembicaraan kami.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai reader pliiiissss kasih komennya dong, atau kasih kritik dan saran tentang novel ini...

__ADS_1


terima kasih


_fw_


__ADS_2