Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kepulangan Hendrick


__ADS_3

*** Esok harinya, pada hari Jum'at, 28 Februari 2020. Hari ini adalah hari pelepasan murid yang mendapatkan beasiswa di sekolah. Pagi ini, seluruh badanku terasa lemah karena usai menangis semalaman. Akan tetapi bagaimanapun aku harus tetap hadir disana. 'Aku tidak boleh lemah hanya gara-gara satu masalah kecil saja, ibu tolong kuatkan aku' gumamku dalam hati. Setelah memakai seragam sekolah, ku langkahkan kaki dengan penuh semangat menuju sekolah.


Di tengah perjalanan, langkahku terhenti oleh sebuah motor ninja biru didepanku. Si pengendara motor tersebut membuka helmnya lalu berkata "hai perempuan menjengkelkan.. ada hal apa pagi pagi ini aku bertemu denganmu".


Aku hanya diam dan berusaha melewati si pengendara motor yang tak lain ialah kak Hendrick.


'sial... kenapa manusia aneh ini selalu hadir disaat yang tidak tepat begini' gerutuku


"hei.. Shella.. kenapa kamu tak menjawab pertanyaanku" seru Hendrick kembali membuntutiku.


"entah lah, ya sudah kak.. aku pamit dulu. permisi" jawabku terus mempercepat langkah kakiku, kemudian memberhentikan lalu menaiki sebuah angkot menuju sekolah yang kebetulan lewat di dekatku.


"aaarrrggghhh kenapa sikap perempuan menjengkelkan itu berubah" gerutu Hendrick kesal lalu ia segera menggas motor kesayangannya itu menuju rumah orang tuanya.


Sesampainya di kediaman mami Cathlin. Hendrick memarkirkan motornya di garasi samping rumah, lalu ia bergegas menuju rumah. Ia terlihat sangat bergembira karena rasanya sudah lama ia tak bertemu dengan keluarganya, karena kesibukannya kuliah di universitas Jakarta. Kebetulan dalam waktu sebulan kedepan, ia tengah menikmati liburan semester.


"assalamualaikum" ucap Hendrick sambil membuka pintu depan rumah.


"Kak Hendrick, kakak sudah pulang... " teriak Thalia begitu girangnya melihat kakak sulungnya itu pulang. Ia segera menghampiri Hendrick dan memeluknya erat.


"Mami... Papi.. lihat siapa yang datang nih" teriak Thalia memanggil kedua orang tuanya.


"Hendrick, kamu sudah pulang nak? kok nggak kasih tau mami kalau kamu pulang hari ini? motor kamu mana?" tanya mami Cathlin yang juga ikut girang melihat putra sulungnya itu.


"aduh mami, bukannya ditanyain kabar hendrick kek, atau gimana gitu.. ini malah nanya motor" ujar Hendrick sambil memeluk wanita super yang sangat berjasa dalam hidupnya itu.


"hehehe... iya iya maafkan mami nak, soalnya waktu kamu pergi bulan kemarin, mami tidak lihat lagi dimana motor kamu.. mami pikir sudah kamu jual"

__ADS_1


"enggak mi, mana mungkin hendrick jual, kan itu hadiah dari papi... Sengaja hendrick titipkan dirumah Andre teman hendrick mi, biar nanti pas Hendrick pulang jadi nggak ngerepotin mami sama papi jemput hendrick ke bandara." tutur Hendrick.


"oh begitu, ya sudah sekarang kamu ikut sarapan bareng, papi sudah nungguin di meja makan" tambah Mami Cathlin.


Kemudian ketiga ibu dan anak itu menuju meja makan. Disana terlihat papi tengah duduk menunggu hidangan siap disajikan oleh bi Mirna.


"papi..." ujar Hendrick sambil menyalami orang tuanya.


"heh.. Hendrick, kenapa mendadak begini pulangnya?"


"Hendrick sengaja pi, biar nggak ngerepotin mami sama papi"


"bagaimana kuliahmu di jakarta hendrick?"


"Alhamdulillah lancar pi, sekarang lagi ada libur semester, jadi Hendrick pulang"


"baik pi"


Kemudian keluarga itu menikmati sarapan nasi goreng rendang buatan mami cathlin dan bi Mirna.


"mmmm... enak banget nasi goreng buatan mami" ujar Hendrick.


"jelas enak dong kak, kan buatan Mami.. yang paling jago dalam hal masak memasak.. iya kan mi" timpal Thalia.


"Sudah... cepat habiskan sarapannya" pinta mami cathlin.


Usai sarapan pagi, papi Anton pun berangkat mengantar Thalia kesekolah, kemudian lanjut ke kantornya. Sementara Hendrick hendak pergi kekamarnya karena ia sudah merasa sangat lelah usai perjalanan dari jakarta ke padang.

__ADS_1


"Hendrick, ada hal penting yang ingin mami bicarakan dengan kamu" kata Mami Catlin.


"bicara apa mi? hendrick lelah mi.. nanti saja kita bicaranya" ujar Hendrick dengan wajah lelahnya


"ini hal penting, Hendrick" tegas Mami


"baiklah,hal penting apa mi?" tambah Pemuda itu kembali menuju meja makan dimana Mami Cathlin tengah duduk disana.


.


.


.


.


.


.


.


Author : Hai readers, plis deh ah komen atau likenya 😢🙄


Readers : idiiihhh maksa banget ni orang


Author : lagi baper 😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2