Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kantin


__ADS_3

Sesampainya di kampus Universitas Jakarta, aku segera turun dari mobil Hendrick, lalu bergegas menuju ruang H2 dimana mata kuliah Hukum dan tata negara dimulai.


TOK TOK TOK


"permisi pak, saya telat" ujarku pelan dengan perasaan was-was aku beranikan diri untuk masuk kelas pak Sugeng, dosen Hukum yang terkenal keller itu.


"Saudari Shella putri amanda, anda dari mana saja? sudah jam berapa ini?" seru Pak Sugeng.


"maaf pak, tadi saya terjebak macet dijalan" jawabku.


"sesuai aturan, telah lima belas menit dilarang mengikuti kelas saya. Dan sekarang anda sudah telat dua puluh menit, itu berarti anda silahkan keluar dari kelas ini" tambah pak Sugeng dengan tatapan tajamnya padaku.


Tanpa banyak bicara lagi, aku segera meninggalkan ruangan itu.


'sial... kenapa semua jadi begini' gerutuku kesal sambil melangkah menuju kantin yang letaknya tak ruangan tersebut.


"mau pesan apa non?" tanya seorang pelayan di kantin tersebut.


"saya pesan es teh aja satu mbak" jawabku, karena kebetulan cuaca pagi ini memang terasa sedikit panas dari hari sebelumnya, terlebih lagi kejadian tadi yang membuatku gerah.


Ku taruh tas dan beberapa buku yang sengaja aku bawa dari rumah untuk bahan mata kuliah pagi ini di atas meja. Beberapa saat kemudian pesananku pun sampai.


"ini pesanannya non"

__ADS_1


"terima kasih mba" ujarku segera meminum es teh tersebut sambil membaca buku hukum dan tata negara.


Satu jam kemudian saat aku tengah fokus membaca buku, tiba-tiba aku dikejutkan oleh Karina yang datang dari arah belakangku.


"Hei Shella... tumben pagi-pagi baca buku, bangunnya kesiangan ya" goda sahabatku itu juga ikut menyeruput es teh yang terletak didepanku.


"Karina..... " seruku sambil memeluk sahabatku itu.


"Hei lepaskan... sakit tau"


"iya iya.. maaf Karina sayang"


"idih pake sayang segala... mmm kamu nggak lagi sakitkan?"


"wait wait... tunggu dulu, mmm bau baunya.. ada aroma.. mmm apa ya..."


"nanti aja aku ceritakan, sekarang kita sarapan dulu yuk" ajakku.


"boleh juga.. mba inem Pesan nasi uduknya dua, jus jeruk satu" seru Karina pada salah seorang pelayan dikantin tersebut.


"baik non, silahkan tunggu beberapa menit" seru mba inem.


"okay...." jawab Karina mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


*Pendopo kampus


Seperti biasa sebelum mata kuliah dimulai, tiga sahabat Hendrick, David dan Andrew tengah duduk santai di pendopo kampus.


"Ndrick, semalam elu kemana?" tanya David.


"biasalah... pasti ketemu sama gebetannya" timpal Andrew.


"sok tau elu Ndrew, gue itu semalam ke luxury"


"luxury? ngapain Ndrick?" tanya Andrew yang kaget mendengar nama Luxury.


" ada urusan sebentar, sama temen nyokap gue " ujar Hendrick mengalihkan pembicaraan. Ia tak ingin sahabatnya itu mengetahui kalau ia semalam ke kediamannya Shella. Ia juga tak ingin menyakiti perasaan sahabatnya itu, meskipun ia tau kalau mereka mencintai perempuan yang sama. Bahkan ia juga merahasiakan hubungannya dengan Shella dari kedua sahabatnya itu.


"Ndrick, kita ke kantin yuk.. laper nih" Ajak David .


"oke... kali ini gue yang traktir kalian sepuasnya"


"widih... serius nih Ndrick?"


"iya... mumpung hari ini mood gue lagi baik atau elu pada bayar sendiri sendiri, gimana"


"jangan gitu dong Ndrick, kita udah laper nih..." seru Andrew.

__ADS_1


Lalu ketiga sahabat itu segera menuju kantin. Setibanya dikantin David langsung memesan tiga porsi sop iga dan tiga cappucino, Hendrick menunggu di sebuah meja dipinggir kantin yang jadi tempat favorit mereka. Sementara Andrew pergi ke toilet yang letaknya tak jauh dari kantin tempat mereka memesan sarapan.


__ADS_2