Suara Air Mata

Suara Air Mata
Ke Bandung


__ADS_3

Sudah satu minggu Anthony dirawat dirumah sakit, tapi kondisinya makin hari kian melemah. Cathlin yang selalu setia menemani suaminya juga mulai pasrah dengan keadaan Pria yang sudah tiga puluh tahun menemaninya itu.


"Bagas, bagaimana kabar dari Hendrick?" tanya Cathlin via telvon menghubungi orang suruhannya untuk memantau gerak gerik putra sulungnya itu.


Tak berapa lama kemudian, usai mendapatkan informasi dari Bagas.


"Astaga.... Hendrick...." seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sebuah video yang ia dapatkan dari bagas.


Dalam video tersebut terlihat Hendrick tengah bersama beberapa orang wanita disebuah club malam, difoto yang lainnya tampak putranya itu sedang berjalan bermesraan dengan seorang wanita yang berpakaian minim.


"Hendrick, ternyata sudah berubah, kepercayaan kami telah kamu hancurkan" amarah wanita itu mulai memuncak.


"mami" sapa Thalia yang baru saja datang.


"mi.... kenapa mami diam aja? mami..." kata Thalia saat melihat maminya itu tampak sedang menahan emosi.


"Bagas, sekarang kita ke kantor cabang Bandung" kata Cathlin segera berdiri dan melangkah keluar ruangan.


"mi... mami mau ngapain ke Bandung mi?" tanya Thalia merasa khawatir.


"Lia, kamu disini jagain papi, mami ada urusan".


***


Karina dan Shella tengah bersiap-siap hendak berangkat ke Bandung, dengan alasan ingin menemui dosen dan melalui berbagai pertanyaan yang lumayan panjang dari kedua orang tuanya, akhirnya mereka mendapat ijin dari kedua orang tua Shella.


"Sayang, jaga diri baik-baik, kalau sudah kelar tugasnya segera pulang ya" kata Mentari pada putri semata wayangnya itu.


"baik ma... "

__ADS_1


"tunggu dulu, demi keselamatan kalian berdua, sebaiknya kalian diantar sama mobil papa sama pak Eko supir pribadi apartement ini aja" tambah Pratama.


"tapi pa, kami rencananya mau pakai motor Karina aja, biar cepet gitu sampai disana"


"tidak ada tapi-tapian, kalian berdua perempuan, kalau pakai motor nanti ada begal, tidak bisa, kalian harus diantar sama pak Eko, kalau tidak mau sebaiknya jangan pergi biar papa aja yang akan tolong menyelesaikan urusan kalian sama dosen Tiwi"


"eh.. jangan pa, iya iya... sama pak Eko aja"


"bagus, kalau begitu sebaiknya kalian segera berangkat"


"baik pa, Shella pamit dulu pa,mama" kata Shella bersalaman dengan kedua orang tuanya


"Karina ijin dulu tante, om" sambubg Karina


"kalian hati-hati ya nak, oh iya Karina, kamu jagain anak tante ya"


"hadeeuuhh mama, Shella udah gede lo ma..." timpal Shella.


"hehehe, iya iya..."


Kemudian kedua sahabat itu segera turun kelantai dasar dimana pak Eko sudah menunggu di depan apartement Luxury dengan mobil Pajero Sport milik keluarga Pratama.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, akhirnya sampailah mereka di kota bandung.


Berdasarkan informasi yang sebelumnya sudah mereka dapatkan, Shella meminta pak Eko mengantarkannya ke perusahaan Anthony Group yang dikelola oleh Hendrick.


"neng, bukannya tadi di apartement, Tuan Tama bilang katanya neng Shella mau kerumah dosennya, kok malah ke Anthony group" tanya pak Eko.


"oh... dosen kita katanya lagi disana pak, jadi ketemunya disana aja" jawab Shella asal.

__ADS_1


"oh begitu, tapi neng tau nggak dimana alamat kantornya?"


"nggak tau pak" jawab Shella dengan polosnya.


"duuuhhh neng... saya juga tidak tau"


"issshhh bapak ini, jaman sudah canggih sekarang pak, kan ada google map, tinggal ketik aja alamatnya, habis itu ikutin deh petunjuk arahnya. Beres kan" timpal Karina.


Kemudian Shella mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, lalu mengetik alamat yqng dimaksud melalui aplikasi google map.


Tapi ternyata mencari alamat melalui aplikasi itu tidaklah mudah, mereka bahkan sampai nyasar ke gang sempit.


"neng, sebaiknya kita tanya aja ke orang-orang disini"


kemudian Pak Eko memarkirkan mobilnya ke pinggiran jalan dekat sebuah pusat perbelanjaan.


"pak Eko mau kemana?" tanya Karina.


"tunggu sebentar saya mau beli minuman dulu di warung seberang sana" jawab pria paruh baya itu.


"Kar, sebaiknya kita balik aja ke Jakarta"


"kenapa gitu Shel? ah masa segitu aja udah nyerah, seru lho kita berpetualang di daerah yang belum pernah kita jejaki" kata Karina sambil celingak celingukan menoleh ke luar mobil.


"bukan begitu Kar, perasaan aku udah nggak enak, sebaiknya kita balik aja" kata shella.


Tiba-tiba saja pandangan gadis itu tertuju pada sesosok pria yang baru saja turun dari sebuah mobil mewah bersama seorang wanita di area parkir pusat perbelanjaan.


"Bukannya itu.... " tanpa ragu lagi Shella segera keluar dari mobil untuk memastikan apa yang ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2