
Rasa sedih bercampur kesal saat ini tengah menyelimuti diriku. Bagaimana tidak, uang hasil dari mengajar Thalia, habis dalam sekejap karena Ardian. Ditambah lagi di jalan Shinta juga menghina diriku.
"Sial... kenapa hidupku hari ini begitu sial" ujarku berkomat kamit menggerutu kesal. Hingga aku berhenti di sebuah persimpangan jalan.
"hmm.. sebaiknya aku kemana ya? ke kiri jalan menuju rumah Mami Cathlin,pasti si menjengkelkan Ardian ada disana. Atau sebaiknya aku pulang saja....hmmm".
Beberapa saat kemudian aku memutuskan untuk pulang kerumah saja, karena lantaran aku masih kesal dengan ulah Ardian. Setibanya di rumah, aku melihat ada sebuah motor ninja Biru terparkir disana.
'sepertinya ini motor kak Hendrick, tapi mana orangnya ya? tunggu dulu, kenapa juga kak Hendrick kesini' gumamku. Kulihat disekeliling,tapi tak ku temui sosok yang ku sebutkan tadi.
'ya sudah, apa pedulinya coba, toh dia juga sering buat aku kesal' tambahku sambil mengambil sebuah kunci dari dalam tas kecil berwarna pink yang saat ini ku bawa,lalu memasukkan kunci tersebut kedalam knop ganggang pintu.
Saat hendak memasuki rumah, tiba-tiba datanglah seorang laki laki yang tak lain ialah kak Hendrick, ia memberikan sebuah kantong plastik berwarna putih yang berisi berbagai macam makanan didalamnya.
"ini buat kamu..." kata kak Hendrick
"apa ini kak?" tanyaku.
"sudah, jangan banyak tanya... ini mami yang nyuruh aku ngasih ini ke kamu" tambah laki-laki bertubuh tegap, kulit putih dan rambut berwarna agak kecoklatan itu.
__ADS_1
"terima kasih kak Hendrick, sampai kan rasa terima kasihku sama Mami Cathlin" ujarku.
"ya" jawab kak Hendrick singkat
"Kak Hendrick tidak masuk dulu?" tanyaku.
"tidak usah, nanti banyak kuman" jawab laki-laki itu sambil menstarter motornya.
Tanpa banyak bicara lagi aku segera masuk ke dalam rumah, baru saja aku menaruh plastik tersebut di atas meja. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
TOK TOK TOK....
TOK TOK TOK
Suara ketukan itu semakin kencang.
'siapa sih? seperti nggak punya sopan santun saya mengetuk pintu rumah orang sebegitu kencangnya' gerutu ku sambil beranjak menuju pintu depan.
"iya tunggu sebentar" ujar ku membuka pintu rumah. Rupanya itu adalah Kak Hendrick.
__ADS_1
"kak Hendrick? kenapa kak? bukannya tadi udah pergi ya?" tanyaku.
"aku mau ke toilet sebentar... udah kebelet nih.. disekitar sini juga nggak keliatan toiletnya"
Sontak saja aku tertawa mendengar perkataan kak Hendrick.
"ye... kenapa malah ketawa.. dimana toiletnya?" ujar Kak Hendrick dengan wajah memerah karena menahan air dari tadi.
"toiletnya ada disana kak, lurus kemudian belok kanan" kataku sambil menunjuk ke arah dapur. Hendrick pun segera menuju toilet.
Tak berapa lama kemudian ia keluar, dan berkata "kata mami habisin makanannya, jangan sampai ada sisa satupun, itu makanan harganya mahal"
"baik kak Hendrick" ujarku.
Kemudian laki-laki itu keluar dan pergi begitu saja. 'dasar laki-laki menyebalkan, tidak tau terima kasih' gerutu ku kesal sambil membuka bungkusan plastik yang dibawa Kak Hendrick tadi.
"Alhamdulillah.... makanannya banyak banget" kataku sambil mengeluarkan isi kantong tersebut satu persatu, disana ada 5 kotak yogurt, satu kotak daging ayam fillet, cabe keriting yang sudah dikemas, beberapa mie instan, susu UHT, beberapa cemilan dan yang paling aku suka Kwetiaw siap saji.
"terima kasih mami.... tapi..kok mami bisa tau ya kalau aku suka sama kwetiaw?..." ujarku sambil melahap mie tersebut, karena sejak pagi tadi aku belum makan apa-apa.
__ADS_1