Suara Air Mata

Suara Air Mata
Undangan bunga pink


__ADS_3

"Tunggu sebentar kak"


aku segera bangkit dari kursi lalu melangkah menuju ruang tengah. Akan tetapi langkahku terhenti saat kedatangan Cici bersama Andre.


"Assalamualaikum" ucap Cici.


"Waalaikumsalam... Cici...." ujarku segera memeluk sahabatku itu. Memang akhir-akhir ini kami jarang bertemu karena sahabatku yang satu itu tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahannya.


Siapa sangka Cici dan Andre akhirnya berjodoh dan Minggu depan akan melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka di hotel Pangeran, sebuah hotel ternama dikota Padang.


"Cici.. selamat ya sebentar lagi mau jadi pengantin"


"kamu jangan sampai nggak datang ya Shel, oh iya sampai lupa, ini undangannya" kata Cici sambil mengeluarkan selembar undangan bermotif bunga berwarna pink.


"ah kamu ini Ci, nggak pake undangan pun aku bakalan tetap datang kok..."


"oh iya, sekalian itu tunangan kamu diajak juga" tambah Cici sambil melirik ke arah kak Hendrick yang sedang asyik berbicara dengan Andre.


"InsyaAllah ci, oh iya akhirnya tom and jerry bersatu juga" ledekku.


"mau gimana lagi Shel, jodoh siapa yang tau.. oh iya, btw kamu kapan nyusul? ntar kelamaan malah diambil orang lho... ingat seorang CEO pasti banyak fansnya" bisik Cici.


"entahlah Ci... isi hati seseorang siapa yang tahu"


"lho.. kenapa gitu Shel? kalian kan udah tunangan, kak Hendrick udah ganteng, mapan lagi, kamu sebentar lagi juga bakal selesai masa kuliahnya, ditambah lagi denger-denger kamu sekarang udah jadi anak orkay (orang kaya), punya calon mertua juga tajir abis.. tunggu apalagi coba" papar Cici.


"Perjalanan masih panjang Ci, masih banyak yang ingin aku capai, semua itu butuh komitmen dan .... " Seketika aku teringat akan Ayu, adikku yang sudah lama terpisah semenjak ia bertemu dengan ibu kandungnya, bu Monic yang dulunya merupakan guru saat aku masih menduduki bangku sekolah dasar.

__ADS_1


"dan apa Shel?"


"dan soal pernikahan, itu tidak akan terjadi sebelum aku bertemu dengan Ayu... "


"yang sabar ya Shel, mmmm... bagaimana kalau setelah ini kita mencari keberadaan Ayu?"


"caranya gimana Ci? emangnya kamu tau dimana alamat bu Monic sekarang?"


"gampang itu mah, tinggal tanya aja sama tetangga sekitar rumah lamanya bu Monic"


"mmmm... baiklah kalu begitu"


***


Tak terasa waktu terus berjalan, sekarang sudah pukul 7 malam. Aku kembali pada kesendirian yang sunyi, sejak kedatangan kak Hendrick siang tadi, rasanya aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat dan kudengar.


'hmmmmhhh... entahlah, kenapa makin lama rasa ini makin terasa hambar' gumamku sambil menghempaskan tubuhku diatas kasur.


"Hendrick, sudah sekian lama kamu menghilang, lose contact setelah kita bertunangan dan sekarang dengan santainya kamu datang memintaku untuk segera melangsungkan pernikahan kita" ujarku sambil menatap kelangit-langit kamar.


tidak berapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu


TOK TOK TOK...


"assalamualaikum pakeeetttt" teriak seorang kurir dari arah luar pintu depan.


'hmm... paket? tumben ada yang ngirim paket malam-malam begini' gumamku segera menghampiri si kurir tersebut.

__ADS_1


"atas nama Shella amanda"


"iya benar, saya sendiri"


"ini paketnya uni, silahkan diterima"


"dari siapa ini uda?" tanyaku, karena aku merasa tidak pernah memesan barang apapun.


"saya kurang tau uni, saya hanya kurir antar barang saja"


"oh baiklah kalau begitu, terima kasih uda"


"sama-sama uni" tambah si kurir.


***


Sementara itu, di sebuah kamar yang cukup besar, ber cat putih dan di lengkapi dengan ranjang ukuran King serta beberapa perabotan aestetic. Terlihat Azka tengah sibuk mengetik beberapa proposal kerja di laptopnya.


TOK TOK TOK...


"masuk saja, pintunya tidak dikunci kok" Teriak pemuda berlesung pipi itu sambil terus fokus menatap ke arah laptopnya.


"permisi den Azka, didepan ada teman den Azka" kata bi Ijah


"Siapa bi?"


"namanya Hendrick den, orangnya ganteng mirip bule gitu den, bibi baru kali ini lihat dia"

__ADS_1


"oke bi, sebentar lagi azka turun"


"baik den"


__ADS_2