Suara Air Mata

Suara Air Mata
Teman di masa lalu


__ADS_3

Diruang depan aku melihat ada seorang laki-laki seumuran om Anton dan seorang perempuan berkulit kuning langsat,mengenakan stelan kemeja pink dan celana coklat. Mereka menatapku, Aku hanya memberikan sebuah senyuman kepada mereka. kemudian aku pun segera berlalu meninggalkan rumah itu.


*masih Dirumah Mami Cathlin


Om Anton tengah sibuk membicarakan urusan bisnisnya dengan pak Tama, sementara mami Cathlin juga sibuk berbincang dengan teman semasa SMPnya yang bernama Mentari atau lebih akrab dipanggil Tari.


"mmm... maaf Cath, itu anak perempuan yang barusan keluar anak kamu?" tanya wanita yang bernama Mentari, beliau merupakan sahabat dari mami Cathlin.


"Bukan Tari, itu guru les privat putri aku, namanya Shella" jawab mami Cathlin


"Cantik ya.." puji bu Tari.


"selain cantik, dia juga pintar.. minggu depan dia akan berangkat ke jakarta untuk melanjutkan studynya di Universitas Jakarta"


"wowww... benar kah? hebat ya... jarang-jarang lho ada anak berprestasi seperti itu"


"iya.. maka dari itu aku tertarik meminta dia untuk jadi guru les Thalia, buktinya sekarang Thalia juga sering mendapatkan nilai memuaskan disekolahnya. oh iya Tari, kamu kapan balik lagi ke Jakarta?"


"belum tau Cath, kemungkinan minggu depan, soalnya aku masih kangen dengan suasana disini... ada seseorang yang harus aku cari."


"seseorang? siapa Tari?"


"Anakku Cath... ceritanya panjang mami aku pernah menitipkan anakku pada seseorang sewaktu aku masih dirawat di rumah sakit karena DBD, akan tetapi... ia dibawa kabur oleh orang tersebut.. sampai sekarang aku tidak tau dimana anakku berada" kata bu Tari sambil menangis.


" Apa? kenapa bisa begitu tari? apakah kamu sudah coba lapor polisi?" tanya mami Cathlin

__ADS_1


"sudah Cath, berbagai upaya telah kami lakukan untuk menemukan siapa pelaku penculikan anakku, namun hasilnya nihil.. tak satu pun orang yang tau keberadaannya, termasuk mami yang ternyata kena tipu oleh prang yang katanya dari pihak perusahaan penyedia jasa Baby sitter" tutur bu Tari panjang lebar.


"apakah kamu mengetahui bagaimana ciri-ciri khusus anakmu tari? siapa tau aku bisa membantumu menemukan anak itu"


"ada Cath, anakku itu bernama Namira, dia punya tanda lahir di kaki sebelah kiri, ada tanda merah"


"baiklah... nanti kita cari tahu bersama-sama dimana keberadaan anak itu.." ujar Mami Cathlin mengusap punggung temannya itu, tujuannya agar bu Tari tenang.


Kemudian datanglah Thalia, dengan girangnya memeluk mami Cathlin..


"mami...." ujar Thalia


"iya sayang, apakah buku-bukunya sudah kamu letakkan dan susun dengan rapi?" tanya mami Cathlin pada putri semata wayangnya itu


"Eits tunggu dulu, kenalan dulu dong sama sahabat mami Sewaktu SMP namanya Bu Mentari".


"Hallo tante, perkenalkan namaku Thalia" kata Thalia sambil menyalami teman maminya itu.


"Hallo Thalia, kamu cantik sekali ya... mirip dengan kamu Cath... oh iya Thalia, waktu SMP dulu mami mu ini termasuk siswi idaman lho di sekolah... sampai-sampai guru pun juga ada yang suka sama dia" ujar bu Tari sambil melirik ke arah Mami Thalia.


"wah benarkah tante... "


"benar Lia" ujar bu Tari.


bla.. bla.. bla..

__ADS_1


Ketiga perempuan beda usia itu tengah asik berbincang-bincang membahas masa lalu, sementara Ardian tidak kelihatan batang hidungnya setelah Shella pamit pulang tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author : "bagaimana novelnya readers? ada syuka?"


Readers : "biasa aja tuh"


Author : 😢😭😭😭😭 "maaf baru pertama kali nulis, jadi masih garing"

__ADS_1


__ADS_2