Suara Air Mata

Suara Air Mata
Sahabat


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai gelap, Eren dan Cici saat itu tengah asyik memainkan permainan uno menghentikan permainan sejenak.


"Shel, pinjam handuknya dong.. aku mau mandi juga nih.. udah gerah banget" ujar Cici.


"itu handuknya ada di kamar ci.. " seru ku.


"what? jadi dari tadi kamu belum mandi Ci?" tanya Eren meledek.


"ye.... apa bedanya sama kamu ren" timpal cici


"hehe....iya ya... ya sudah buruan gih mandi sana, gantian habis itu aku mau mandi juga"


"iya.... renimaaaa bawel" ujar Cici sambil berlalu masuk ke kamar mandi. lalu Eren membereskan balok permainan Uno yang mereka mainkan tadi. Sementara aku saat itu tengah menyiapkan makan malam untuk kami bertiga, karena mereka sengaja malam ini menginap dirumahku.


"Shel.. kamu ngapain?" tanya Eren yang rupanya tengah memperhatikan aku memotong sayur.


"ini Ren, lagi masak buat makan malam" jawabku.


"aduuuhhh... kamu tidak perlu repot repot gitu Shel, mending kita pesan lewat Gi-Food aja" Kata Eren mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


"Gi-Food? memang kamu ada uang untuk pesan makanan disana Ren?" tanyaku.


"tenang saja... kamu tidak usah khawatir, sekarang kita pilih menunya lalu tunggu deh abang Gi-Food nya datang" kata sahabatku itu dengan nada bicara ala iklan di tv.


"udah... sebaiknya kamu duduk manis aja di depan... nanti kita makan bareng ya" tambahnya hendak mendorong tubuhku menuju ruang depan.


Beberapa menit kemudian Cici dan Eren telah siap mambersihakan badan dan mengganti pakaian mereka dengan piyama yang sengaja di bawa dari rumah masing-masing.

__ADS_1


"Shel, udah nyampe belum pesanannya?" Tanya Eren


"belum Ren..." jawabku.


"kok lama banget ya?" kata eren sambil mengotak atik aplikasi di ponsel pintarnya itu.


"OMG...." tambah perempuan itu membelalakkan matanya.


"Kenapa Ren?" tanyaku heran


"Kuota aku habis Shel...." Jawab Eren


"huuuuu.... anak orang kaya kehabisan kuota hihihi" timpal Cici.


"ya Sudah... lewat ponsel aku aja" tambahnya.


Canda tawa tak henti-hentinya mengisi percakapan antara aku dan kedua sahabatku itu, kami saling bertukar pengalaman. di mulai dari Cici yang sejak SMA masuk dalam peringkat 5 besar, Eren yang pernah mendapat peringkat 3 waktu kelas 2 SMA. Tak lupa juga mereka bercerita tentang kisah cinta.


"cie... Eren.. masih sekolah jangan pacaran mulu" ledek Cici.


"ye.... sesekali boleh lah kan masih mudah hehe.. kamu gimana Ci?" tanyaku pada Cici


"kalau aku sih.. ya gitu deh..." jawabnya


tersipu malu.


"haha kalau cici mah... sama...." belum selesai Eren bicara, mulutnya langsung di tutup dengan. tangan Cici.

__ADS_1


"kenapa sih Ci" gerutu Eren kesal.


"oh.. nggak kenapa napa eren cantik, sebaiknya kita lanjut main Uno lagi dari pada bahas soal cinta" Seru Cici sambil bangkit dari duduknya hendak mengambil kota uno.


Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB. Kedua sahabatku itu tertidur di karpet rasfur yang sengaja ku bentangkan di ruang depan.


'ibu... seandainya saja engkau ada disini...' gumamku dalam hati. Karena mata ku juga terasa berat, tanpa disadari aku juga ikut tertidur bersama kedua sahabatku itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Reader : "Thor niat nggak sih bikin novel? kok lama update new episodenya"


Author : " maaf ya readers, saya jarang update, karena ada kesibukan di luar kota... tapi beberapa hari lagi insyaAllah saya akan update tiap hari... jadi jangan bosen ya pantengin terus novel ini.. jangan lupa tekan tombol LIKE dan KOMEN agar author makin rajin updatenya .😄"

__ADS_1


__ADS_2