
TOK TOK TOK...
'Aduuuhhhh kenapa lagi sih, itu cowok datang kesini lagi, nggak kakak nggak adik sama aja menyebalkan' gerutuku kesal. Sengaja tak ku bukakan pintu kali ini. karena aku tau pasti Shinta juga mengikuti Ardian seperti kemarin.
"Shella.. tolong buka pintunya Shel, aku tau kamu ada didalam, plis.. aku ingin minta maaf sama kamu soal kemarin Shel... Shella..." teriak Ardian.
"Shella plis maafin aku, baiklah.. kalau kamu tidak mau membukakan pintunya, aku akan tunggu disini sampai kamu membukanya" tambah Ardian.
Sebenarnya aku tidak tega membiarkan ia menunggu terlalu lama, tapi disatu sisi aku tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi.
Menit demi menit berlalu, jam telah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Ku intip lagi dari sela-sela jendela berharap Ardian telah pergi. Namun, ternyata ia tidak main main dengan perkataannya. Sudah jam segini dia masih menunggu diluar. Rasanya sungguh keterlaluan jika terlalu lama membiarkan ia menunggu seperti ini, nanti apa kata orang-orang jika seorang gadis masih menerima tamu laki-laki. Ya sudah lah, dengan perasaan was was ku buka pintu rumah.
"Ardian.. sudah malam begini kenapa kamu masih disini?" tanyaku.
"Shella.... aku tau kamu pasti akan membuka pintunya, Shella soal kemarin aku minta maaf, aku percaya begitu saja dengan berita yang disampaikan Shinta, jujur saja sejak kemarin aku kepikiran hal ini terus" ujar Ardian.
"Sudah lah ian, kamu tidak usah minta maaf seperti ini. aku tau kamu kemarin hanya terbawa emosi. lagian laki-laki di foto itu...."
Tiba-tiba ku lihat Shinta datang dan
PLAK !!!
sebuah tamparan keras mendarat dipipiku.
"Dasar wanita murahan, berani-beraninya kamu menjebak Ardian".
Karena tidak tahan dengan perlakuan Shinta padaku Tanpa disengaja aku pun membalas tamparan itu.
PLAK !!!
__ADS_1
"heh.. Shinta, asal kamu tau biarpun hidupku susah begini, setidaknya aku tidak pernah mengemis pada seseorang seperti kamu" seruku pada perempuan itu.
"Apa kamu bilang, berani beraninya kamu gembel lakhn*t" teriak Shinta hendak melayangkan tangannya ke wajahku. Namun hal itu langsung ditangkis oleh Ardian.
"Shinta, apa apaan kamu ini, berani beraninya kamu bersikap kasar dengan Shella" seru Ardian.
"tapi sayang... dia duluan yang ganjen sama kamu" ucap Shinta dengan nada manja pada Ardian.
"Lebih baik sekarang kamu pulang, maaf Shella atas perbuatan Shinta barusan" tambah Ardian sambil menarik tangan Shinta dan mengajak wanita itu pergi dari rumahku.
"Awas ya kamu gembel, urusan kita belum selesai" Teriak Shinta dari kejauhan.
*Dirumah mami Cathlin
Malam itu mami Cathlin terlihat tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke rumah Shella untuk acara syukuran atas prestasi sekaligus doa keselamatan untuk gadis itu.
"Dua puluh satu, dua dua, dua tiga... mmm ini kayaknya masih terlalu sedikit..." gumam mami Cathlin tengah menghitung beberapa bungkus kue untuk hidangan besok.
"eh lima eh enam... ihhh kamu Thalia, bikin mami kaget tau nggak"
"mami lagi apa? banyak banget makanannya mom"
"ini mami lagi nyiapin beberapa cemilan untuk hidangan dirumah kak Shella besok, kan tiga hari lagi dia mau berangkat ke Jakarta"
"cie... mami mentang mentang dapat anak baru, Thalia dilupain"
"Thalia... mami tidak pernah membedakan anak ya.. mami cuma ingin membantu Shella, kan kamu tau nak, Shella itu sekarang hidup sebatang kara.. kita sesama manusia juga harus saling tolong menolong"
"iya iya momy ku sayang, sekarang Thalia bantuin yang mana mi?" kata Thalia.
__ADS_1
"kamu tolong kemas kue yang ini ke dalam plastik ini ya" ujar Mami Cathlin
"Siap buk bos..." kata gadis itu bersemangat.
"oh iya, coba kamu hubungi Shella, kasih tau dia kalau besok pagi kita mau kesana." tambah mami Cathlin.
"Baik mi" seru gadis itu, lalu pergi mengambil ponsel yang sengaja ia taruh di kamarnya, kemudian ia memberitahu Shella sesuai dengan perintah mami tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers jangan bosen bosen ya ikuti kisah Shella sampai habis. 😆
dan jangan lupa tekan tombol likenya
__ADS_1
karena LIKE itu GRATIS lho.. 😊
terima kasih