Suara Air Mata

Suara Air Mata
Bi Siska


__ADS_3

*apartement luxury


Pagi ini seperti biasanya bi Siska telah mulai sibuk dengan perkerjaan rutinnya.


Asisten rumah tangga keluarga Pratama itu memang termasuk sangat cekatan dalam mengurus pekerjaan rumah, tak heran keluarga tersebut telah mempercayainya, hingga saat ini sudah hampir 20 tahun ia mengabdi pada keluarga Tama.


flash back on


Bi Siska, wanita berusia 35 tahun yang berasal dari sebuah desa terpencil di jawa tengah dulunya tak sempat menduduki bangku pendidikan, sejak kecil ia telah terlatih untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama dua orang adik dan ibunya yang waktu itu sudah sering sakit-sakitan. maklum ia berasal dari keluarga tak mampu, jadi mau tidak mau saat berumur 15 tahun ia terpaksa harus mencari pekerjaan ke kota. Pagi hingga sore hari ia bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah warung tenda pinggiran jalan. lalu malam harinya ia menolong ibunya membuat kerupuk emping untuk dijual keesokan harinya.


Hingga suatu hari takdir mempertemukan bi Siska dengan bu Tari, saat itu Siska yang masih remaja baru saja pulang dari tempat kerja, karena seharian turun hujan jadi ia pulang agak malam. Tiba-tiba ia melihat seorang perempuan tergeletak di pinggir jalan.


"mba... bangun mba... " seru Siska berusaha membangunkan wanita tersebut, tapi si wanita itu tak sadar juga.


Kemudian ia mengambil minyak kayu putih dalam sebuah kantong kresek yang baru saja ia beli. Lalu ia menempelkan minyak tersebut tepat di hidung si wanita yang baru ia temukan. Tak berapa lama kemudian si wanita tersebut bangun.


"syukurlah, kenapa mba bisa ada disini?"


"anakku... anakku..."kata si wanita itu pelan


" mba.. sepertinya mba kurang sehat, rumah mba dimana? biar saya antarkan"


"anakku... dimana anakku?"


Karena hari sudah mulai larut malam dan si wanita yang baru saja ia temui tak kunjung memberitahu dimana alamatnya. Akhirnya Siska pun berinisiatif mengajak wanita tersebut untuk menginap dirumahnya.


Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah sederhana yang berdinding papan usang dan berlantai tanah, yang merupakan tempat berteduh bagi Siska serta keluarganya.


"mba tunggu disini ya, saya mau ambil minum dulu ke belakang" ujar Siska sambil menuntun si wanita tersebut duduk di atas sebuah kursi bambu yang terletak di sudut ruangan tersebut.

__ADS_1


"siapa itu ndok?" tanya bu sumarni,ibunya siska yang kala itu tengah menggeprek buah melinjo.


"Siska kurang tau bu, tadi pas pulang kerja Siska ketemu sama mba itu lagi pingsan dipinggir jalan, pas sadar si mba nya kayak orang linglung gitu bu. Karena takut, Siska ajak aja si mbanya kesini" tutur Siska sambil menuangkan air hangat kedalam sebuah cangkir.


"kasihan sekali, ayo cepetan kamu kasih dia minum"


"baik bu" kemudian Siska melangkah menuju ruang depan,dan memberi wanita tersebut minum.


"mba, sebaiknya malam ini mba nginap disini aja"


"anakku... dimana anakku..." hanya itu kata-kata yang diucapkan wanita tersebut.


singkat cerita, sejak kejadia itu. Siska dan wanita yang ia temui, yang tak lain ialah bu Tari menjadi sangat akrab. Bu siska sering memberi bantuan pada keluarga Siska. Tak tanggung -tanggung beliau merenovasi rumah orang tua Siska, membiayai pendidikan untuk kedua adik Siska.


Sementara Siska, tak ingin bersekolah, karena ia merasa malu dengan umurnya tak mungkin untuk mulai bersekolah dari awal lagi. Setelah melalui berbagai pertimbangan,akhirnya ia memilih untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman bu Tari. Karena ini merupakan suatu wujud rasa terima kasihnya pada bu Tari yang telah banyak berjasa untuk keluarganya.


flash back off


"silahkan diminum Tuan, nyonya"


"hmm.. " jawab pak Tama singkat.


"mmmm anu tuan, nyonya... saya mau membicarakan sesuatu"


"oh iya bi, Shella kemana? kok jarang kelihatan? saya lihat dikamarnya juga nggak ada bi" tanya bu Tari.


"itu nyonya, sebenarnya non Shella sudah sebulan ini pulang ke Padang"


"apa? kenapa bibi baru bilang sekarang bi?" kata pak Tama kaget.

__ADS_1


"iya tuan, sebenarnya saat mau berangkat non Shella mau kasih tau tuan, tapi tuan dan nyonya kelihatannya sibuk sekali, sementara waktu keberangkatan sudah mepet"


bla... bla... bla... bi Siska pun menjelaskan secara detail penyebab Shella tak memberitahu kedua orang tuanya.


Setelah mendengar penjelasan tersebut, akhirnya kedua orang tua Shella pun tersadar kalau selama ini mereka telah mengabaikan anak semata wayangnya,karena kesibukan mereka dalam bekerja.


"maafkan mama dan papamu nak" bathin bu Tari seakan teriris mendengar semua ini.


"Ma, sebaiknya kita segera menyusul Shella ke Padang" perintah pak Tama.


"baik pa" jawab bu Tari


"bi Siska sekalian ikut juga ya" tambah pak Tama sambil memesan tiket pesawat online melalui ponsel pintar miliknya.


"tidak usah tuan, saya disini aja, nanti siapa yang jagain rumah" tolak bi Siska secara halus.


"tidak ada tapi-tapian bi, bibi ikut kami sekalian refreshing" timpal bu Tari.


"baik nyonya"


****


**Hello readers semuanya, maaf ya author jarang up


karena udah beberapa waktu ini author sibuk bangeeeeetttt..


insyaAllah kalau ada waktu luang author bakalan rajin up deh😁


makasih buat yang udah setia nunggu updatetn terbaru dari novel "suara air mata"

__ADS_1


😘😘😘😘😘**


__ADS_2