
"Hendrick hati-hati jangan sampai kaki Shella jadi makin sakit" ujar Mami Cathlin yang saat itu juga khawatir dengan kondisiku.
Saat hendak memijit kakiku, hendrick me
mintaku untuk menaikkan sedikit kaki celanaku ke atas. Tiba-tiba saja bu Tari kaget melihat tanda merah di kakiku.
"Shella.. itu kaki kamu merah kenapa nak?" tanya bu Tari.
"ini tanda lahir Shella bu, awwww pelan pelan kak hendrick"
"iya ini juga pelan... " ujar hendrick..
"sudah siap.. sebaiknya kamu istirahat dulu.." tambah laki-laki itu, kemudian dia memapahku menuju kamar Thalia. Om anton, mami cathlin dan Thalia senyum -senyum melihat tingkah Hendrick. karena tak biasanya Hendrick bersikap seperti itu, terlebih lagi pada seorang wanita. karena yang mereka ketahui selama ini ia selalu bersikap tertutup dan cuek dengan keadaan sekitar.
"sebaiknya kamu istirahat saja, jangan banyak gerak.. " ujar Hendrick.
kemudian
"terima kasih kak Hendrick" ujarku.
kemudian laki-laki itu kembali ke ruang makan melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda.
__ADS_1
"Thalia, cepetan makannya.. temani kak Shella" kata hendrick pada adik bungsunya itu.
"Ciee.. kak Hendrick... tumben perhatian banget sama kak Shella" ledek Thalia.
Semua orang di rumah itu tertawa melihat Hendrick yang jadi salah tingkah. kecuali Ardian, ia dari tadi mulai kesal melihat perlakuan kakaknya yang menurut ia terlalu berlebihan itu mengakhiri makannya lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Ardian, habiskan makanan kamu dulu" seru om Anton.
"Ardian sudah kenyang pi" jawab ardian menundukkan wajahnya.
"Ardian... " teriak mami Cathlin, karena ia tidak ingin anaknya itu menyisakan makanannya. Akan tetapi Ardian pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan orang tuanya.
Usai makan malam, om anthon dan pak tama kembali melanjutkan urusan bisnis mereka di ruang tamu. Hendrick juga pergi masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Thalia juga menghampiriku yang saat itu tengah beristirahat di kamar.
"sudah mulai mendingan lia, cuma masih agak sedikit nyeri"
"kakak istirahat saja dulu, rencananya Thalia mau ajak kakak pergi ke toko buku. Tapi karena kaki kakak sakit, ya sudah Thalia perginya ditemani kak Hendrick saja" ujar Thalia.
"maafkan kakak Thalia" tambahku.
"iya nggak apa apa kok kak,Thalia tinggal sebentar ya kak" kemudian gadis itu berjalan keluar kamar dan menutup pintu. Kemudian ia pergi ke kamar Hendrick dan meminta kakaknya itu mengantarkan ia ke toko buku.
__ADS_1
*diruang tengah
Mami Cathlin dan bu Tari tengah sibuk memilih beberapa perhiasan yang di jual di sebuah toko online.
"mih, Thalia sama ka Hendrick ijin keluar bentar ya mi" kata Thalia
"kalian mau kemana malam malam begini?" tanya mami Cathlin
"sebentar kok mi, Thalia mau beli buku pelajaran buat besok"
"baik lah, jangan lama-lama.." tambah mami Cathlin
"Baik mi" jawab thalia, kemudian gadis itu pergi keluar rumah dimana Hendrick tengah menunggunya disana.
Sementara itu mami cathlin melanjutkan hobbinya dengan bu tari yaitu belanja online 😄
"Cath... apa kamu kenal dengan orang tua Shella" tanya Bu Tari.
"tidak Tari, aku kenal anak itu beberapa waktu yang lalu, tapi aku pernah mendengar kabar kalau nama orang tua dia ibu Siti" jawab Cathlin
"memangnya kenapa Tari?" tambahnya
__ADS_1
"entahlah Cath, aku merasa ada hal yang beda dengan anak itu. tadi saat Hendrick memijat kaki dia, aku juga melihat ada tanda merah di kakinya. saat aku tanya, dia bilang kalau itu tanda lahir. Tanda itu persis seperti tanda lahir anakku yang hilang, namira" kata bu Tari mulai terlihat sedih.