Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kak Vera


__ADS_3

*Keesokan harinya


Pagi ini aku telah bersiap hendak pergi ke kampus, begitu juga dengan Karina. Sementara itu Thalia semalam sudah dijemput oleh mami Cathlin dan pak Anton.


"Shella... apa sebaiknya hari ini kamu cuti dulu kuliahnya" usul Karina karena ia juga sudah mengetahui masalah yang ku alami kemarin di kampus.


"tidak Karina, aku harus masuk kuliah.. aku tidak boleh ketinggalan pelajaran" jawabku dengan penuh keyakinan.


"Shella... kamu benar-benar perempuan yang tangguh" kata Karina memujiku.


"aaaahhh Karina my best friend yang paling mengerti aku.." kataku sambil memeluk sahabatku itu.


Kemudian kami pun berangkat ke kampus bersama-sama. Sepanjang jalan menuju gedung fakultas hukum, hampir setiap mahasiswa yang berpapasan dengan kami, mamandang dan menertawaiku. Bahkan ada yang sengaja mencibir dan memanggilku dengan sebutan 'wanita murahan. Akan tetapi hal itu tak ku gubris sama sekali, karena prinsipku selama aku benar dan tak melakukan hal yang tak aku kerjakan, terlebih lagi hal tercela seperti yang dituduhkan padaku. Karena aku yakin, perbuatan jahat itu lambat laun pasti akan terbongkar juga.


"Shella.. kamu yang kuat ya" Kata Karina.


"Pasti Karina" ujarku. Kemudian kami masuk ke ruangan G5 tempat dimana kami mengikuti mata kuliah Hukum dan HAM.


Para mahasiswa telah menunggu kedatangan dosen. Tiba-tiba ada seorang mahasiswa laki-laki melempar secarik kertas ke arahku yang bertuliskan kata-kata yang terkesan merendahkan harga diriku.


Sudah lewat tiga puluh menit dari jadwal mata kuliah, akan tetapi dosen pun tak kunjung datang. Hingga Shinta kembali berulah dengan menyebarkan foto-foto editan antara aku dengan kak Hendrick.

__ADS_1


"Shinta.. kamu sungguh keterlaluan" teriak Karina yang tak tahan melihat aku dipermalukan seperti itu.


"Tahan Karina, biarkan saja perempuan ini berbuat sesuka hatinya, suatu saat dia juga akan merasakan akibatnya" ujarku.


"Hellooowww... apa kamu bilang? balasan? ccuuuiihhh harusnya elo itu yang dapat balasan, lihat aja ini foto-foto kamu idih memalukan sekali" teriak Shinta.


Seisi ruangan pun seketika berubah menjadi riuh. Tak berapa lama kemudian, masuklah kak Vera dengan anggota perwakilan jurusan hukum lainnya. Kemudian diikuti oleh ketua jurusan hukum serta perangkat lainnya.


"Selamat pagi saudara-saudara semuanya" kata Kak Vera dengan nada tegasnya.


"Selamat pagi kak" jawab para mahasiswa serentak.


"Baiklah, pada kesempatan kali ini saya beserta perwakilan BEM jurusan Hukum bermaksud ingin menyelesaikan permasalahan yang telah mencoreng nama baik kampus, terutama jurusan kita dan hal tersebut juga telah beredar luas di media sosial. Lansung saja saya bicara pada inti pokok permasalahannya silahkan anda maju kedepan Shella amanda putri" kata kak Vera.


Mahasiswa diruangan itu serentak menyorakiku. Ada juga yang meneriakiku dengan panggilan yang sangat tidak enak didengar.


"Shella amanda putri" kata kak Vera mulai mengintrogasiku.


"ya Kak" jawabku pelan sambil menundukkan kepalaku.


"Apa benar yang difoto ini wajah anda?" Tanya Kak Vera.

__ADS_1


"benar kak, tapi itu editan kak..." kataku berusaha membela diri.


"Nanti saja kamu jelaskan" tambah kak Vera.


"Siapa yang pertama kali menyebarkan foto ini?"


"Shinta kak" teriak beberapa orang mahasiswa lainnya.


Kemudian tanpa diminta untuk kedepan, Shinta pun dengan PD nya berlenggak lenggok maju dan berdiri di samping kak Vera.


"siapa kamu?" tanya kak vera.


"Shinta kak, saya yang udah berhasil membongkar kedok si perempuan murahan ini kak"


"oh ya... kalau begitu kamu dan Shella silahkan ikut saya ke ruangan BEM" perintah kak vera.


"Maaf kak Vera, apa saya boleh ikut?" timpal Karina.


"Siapa kamu?" tambah kak Vera.


"Saya Karina kak, temannya Shella"

__ADS_1


"sebaiknya kamu tunggu disini saja, ayo kawan-kawan, dan kalian Shella juga Shinta ikuti kami" Kata kak Vera melangkah keluar ruangan tersebut.


Ruangan pun kembali ribut, ada yang menyoraki aku dengan panggilan yang kurang enak didengar, bahkan ada yang tega melempari aku dengan botol air mineral kosong, dan bahkan dengan kertas.


__ADS_2