Suara Air Mata

Suara Air Mata
Gi-Car


__ADS_3

Pagi ini suasana kota Jakarta sudah terasa panas, berbeda jauh dengan suasana kampung halamanku di kota Padang. Usai bersiap-siap untuk berangkat kuliah, aku memesan Gi-Car lewat aplikasi Gi-jek. Hari ini jadwal kuliahku full sampai pukul 5 sore, walaupun jadwal yang padat tak menyulutkan semangatku utnuk terus belajar. Aku berharap kelak usai menamatkan kuliah, aku bisa menggapai cita citaku jadi seorang pengacara yang sukses. Ku cek beberapa kali Gi-car yang ku pesan, akan tetapi tak satu pun yang mengambil orderan dariku.


"aduuhhhh, mana sih... udah jam segini juga" gerutuku yang mulai kesal.


Tin..TIIn..


Sebuah mobil Xenia putih datang menghampiriku.


"aduh.. si manusia aneh datang lagi" gumamku yang makin kesal. Entah kenapa sejak kemarin aku selalu saja merasa kesal dengan Hendrick.


"hei perempuan menyebalkan, kenapa kamu diam saja disitu? ayo cepat naik" seru Hendrick dari dalam mobilnya.


"tidak usah kak, aku sudah pesan Gi-Car, bentar lagi juga nyampe" jawabku menolak ajakan 'si manusia aneh' tersebut.


"ouh... ya sudah, aku akan tunggu sampai Gi-Carnya datang" ujar Hendrick sambil mematikan mesin mobilnya.


Sepuluh menit berlalu, tak satupun Gi-Car yang mau menerima orderanku.

__ADS_1


'aduuhhhh... ini Gi-Car pada kemana sih?' gerutuku kesal. Ku lihat jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit, itu berarti 15 menit lagi jam kuliah sudah dimulai.


"hei perempuan menyebalkan, mana Gi-Car yang kamu pesan? sudah hampir jam setengah delapan. Apa kamu tidak takut telat masuk kuliahnya?" tanya Hendrick.


Mendengar ucapan Hendrick, mau tau mau akhirnya terpaksa aku kali ini berangkat ke kampus dengan 'si manusia aneh' itu. Aku pun melangkah menuju pintu samping mobil tersebut.


"Hey perempuan menyebalkan, kamu mau kemana?" tanya Hendrick.


"mau ikut numpang sama kak Hendrick" ujarku terbata-bata.


"kenapa kamu duduk dibelakang? sebaiknya kamu duduk di depan"


"cepatlah.. memangnya aku ini supirmu.. ayo cepat naik"


"baiklah" jawabku yang terpaksa duduk dikursi depan, tepat disamping laki-laki itu. Kemudian ia menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan mobil xenia tersebut menuju kampus universitas Jakarta.


"Hey perempuan menyebalkan, kenapa tak kamu kabari akau kalau kemarin kamu pingsan dikampus?" tanya Hendrick.

__ADS_1


"kak Hendrick tau dari siapa kalau aku kemarin pingsan?"


"bu Tari yang memberi tahu aku, mulai hari ini aku yang akan menjemput dan mengantar kamu ke kampus. mengerti"


"kenapa begitu kak?"


"aku tidak ingin kamu seperti kemarin lagi"


'dasar manusia aneh, kadang baik kadang mengesalkan dan terkadang perhatian' gumamku dalam hati.


"hey kenapa kamu diam saja, apa kamu mengerti? "


"iya kak" jawabku pelan.


"ini nggak gratis, semua harus ada bayarannya" ujar Hendrick lagi sambil tersenyum ketus.


"apa? bayaran.? kalau begitu tidak usah saja, Shella bisa kok pergi kemana-mana sendirian.Shella juga tidak ingin merepotkan siapapun"

__ADS_1


"Hey perempuan menyebalkan, apa kamu tau.. selama ini apa yang sudah aku berikan..apa yang sudah aku kasih sama kamu itu semua karena... "


"karena apa kak? bayaran? kalau kak Hendrick ingin meminta imbalan sebaiknya Shella turun disini saja kak, Maaf untuk saat ini Shella belum bisa membalas semua kebaikan dan pertolongan yang kak Hendrick berikan. Dan soal ponsel ini, sebaiknya kakak ambil saja. kalau soal yang lain Shella janji suatu saat akan Shella ganti" ujarku yang mulai meradang mendengar perkataan laki-laki yang tengah mengemudi disampingku itu.


__ADS_2