Suara Air Mata

Suara Air Mata
tiga sahabat


__ADS_3

Sementara mereka berbincang-bincang diruang tamu. aku pamit sebentar ingin membersihkan badan dan mengganti pakaian ke kamar. Usai mengganti pakaian dengan piyama tidur, aku keluar kamar dan lalu duduk disebelah bu Tari.


"ternyata Hendrick ini orangnya ramah juga ya. dulu ibu kira dia ini anaknya suka menyendiri dan tidak mau berbaur dengan orang lain" tutur bu Tari.


"ah tidak juga bu Tari. itu karena kita belum saling mengenal saja" ujar Hendrick.


lalu datanglah ART membawa empat cangkir minuman hangat dan beberapa potong roti.


"Silahkan diminum tuan,nyonya... oh iya neng Shella malam ini mau makan apa?" tanya ART tersebut.


"tidak usah bi, Shella sudah kenyang" jawabku.


"hmmm.. kayaknya ada yang habis makan berdua nih ma" ledek pak Tama.


aku dan kak Hendrick hanya tersenyum malu mendengar ledekan dari laki laki paruh baya itu.


"hus.. papa ini kayak nggak pernah muda aja" timpal bu Tari. Lalu kami semua tertawa. Beberapa saat kemudian setelah berbincang-bincang, Hendrick pamit untuk pulang.


"bu,pak.. Hendrick balik dulu ya.."


"iya nak Hendrick.. lain kali mampir lagi kesini ya" ujar bu Tari.


"kalau kamu sama nak Hendrick ini bapak mendukung sekali, tapi kalau dengan laki laki yang kemarin itu... bapak tidak suka" tambah pak Tama bicara padaku.

__ADS_1


"papa... bicara apa sih" timpal bu Tari.


"baiklah kalau begitu Hendrick pamit dulu ya pak, bu, Shella" ujar Hendrick.


"hati hati nak Hendrick" kata pak Tama.


Setelah Hendrick pergi, aku pun segera masuk ke dalam kamar karena badanku sudah terasa lelah sekali.


Hari ini entah kenapa aku merasa sangat bahagia, terlebih lagi dengan kehadiran kak Hendrick. Saat tengah berbaring di atas ranjang, aku pun meraih ponsel yang terletak di atas meja rias. Ternyata ada pesan grub WA dari sahabatku Cici dan Eren.


*'Shella.. how are you today? -Eren'


'Dia udah lupa sama kita Ren -Cici'


'nggak apa apa kok Shel, kami juga ngerti kok 😊 -Cici'


'kami kangen sama kamu Shel -Eren'


'aku juga kangen kalian - Shella'


....*


Saat tengah asyik membalas pesan dari kedua sahabatku itu, kak Hendrick pun juga mengirim sebuah pesan padaku

__ADS_1


'hey kamu, jangan lupa hutang harus dibayar


-Hendrick'


'apaan sih manusia aneh ini...' gerutuku kesal. Kemudian aku melemparkan ponsel itu ke atas bantal disampingku.


*dikost hendrick


Pukul 23.10 WIB, Hendrick baru saja sampai di kostnya. Usai memarkirkan mobilnya di garasi, ia segera masuk ke dalam dan rupanya disana sahabatnya Andrew dan David telah menunggu.


"hei Hendrick dari mana saja, jam segini baru pulang" sapa Andrew.


"biasalah Ndrew palingan dia habis dikejar cewek, secara teman kita yang satu ini kan idola cewek di kampus" timpal David.


"idola sih idola, tapi sampai detik ini masih jomblo aja hahaha" tambah Andrew.


"kalian ngomong apaan sih, kita itu kesini buat belajar, biar nanti bisa dapat kerjaan yang bagus. nggak kayak elu Ndrew, taunya cuma ngabisin duit aja buat ngejar cewek" jawab Hendrick.


"la... betul itu, gaya aja yang sok play boy tapi otak elu zonk ndrew" timpal David.


"kalian berdua sama aja, sudah aku mau istirahat dulu. kalian mau tidur dimana?" tanya Hendrick.


Setelah beberapa waktu ketiga sahabat seangkatan dan beda jurusan itu bersenda gurau, mereka malam ini sengaja tidur di kostnya Hendrick supaya esok pagi bisa ke kampus barengan.

__ADS_1


__ADS_2