
Sesampainya di kost Karina, kami segera turun dan masuk ke dalam rumah berukuran 6x9 meter tersebut.
Sedangkan Hendrick kembali ke kostnya.
"Kak Karina... kosan kakak kelihatan nyaman banget" ujar Karina sambil melihat-lihat ke sekeliling kamar Karina. Dimana mahasiswi tersebut telah menata dekorasi kamarnya hingga tampak sederhana namun elegant. Sehingga siapapun yang masuk ke dalam kamar tersebut selalu memujinya.
Malam sudah mulai larut, usai mencuci wajah dan mengganti pakaian. Kami pun segera istirahat.
"Kak Shella..." ujar Karina.
"Iya lia, ayo segera tidur. udah larut malam, nanti kamu sakit" kataku sambil memberi selimut pada gadis yang seumuran dengan adikku Ayu, meskipun aku sekarang tidak tau lagi dimana keberadaannya.
"Kak... apa kakak tau apa keinginan Thalia yang terwujud selama ini?"
"apa itu Lia"
"Udah lama banget Lia pengen tidur bareng lagi sama kakak, dan Lia juga pengen kakak itu suatu hari nanti nikah dengan kak Hendrick"
DEG...
tiba-tiba jantungku berdegub kencang mendengar pernyataan gadis manis itu.
"kenapa kakak diam saja? Kakak mau kan nikah sama kak Hendrick?" tanya Thalia dengan polosnya.
__ADS_1
"Lia... kita lihat saja suatu hari nanti.. sekarang Lia istirahat dulu ya"
"Baik kak...".
Malam itu hatiku sangat gelisah, kejadian kemaren dan di segarra tadi bergentayangan dipikiranku. Jam sudah menunjukkan Pukul setengah dua malam, Ku lihat Karina dan Thalia sudah tertidur dengan pulasnya.
Aku bangkit dari tempat tidur kemudian melangkah menuju Kamar mandi lalu mengambil wudhu untuk melaksanakan Sholat tahajud. Usai melaksanakan Sholat aku pun berdo'a meminta pada yang maha kuasa agar dilancarkan segala urusanku dan diberi ketenangan hati serta petunjuk apa sebenarnya yang terjadi dibelakangku.
Setelah melaksanakan sholat tahajud, aku pun segera tidur.
*Pagi hari
Matahari perlahan-lahan mulai menampakkan dirinya. Seperti biasa udara pagi hari di kota Jakarta tak sesegar udara di kampung halamanku. Ku buka mataku yang masih terasa berat, lalu aku memandang ke arah jam dinding bermotif shabby di kamar itu.
"Karina... karina ayo bangun.." ujarku sambil membangunkan sahabatku yang kelihatannya masih hanyut dalam mimpinya.
"Karina.. ayo bangun nanti kita telat masuk kuliahnya"
"hmmm.. nanti saja, aku masih ngantuk" jawab Karina dengan nada yang masih berat.
"iiiiiihhhh.. Karina ato bangun cepetan, udah jam setengah delapan nih, tiga puluh menit lagi jadwal kuliah kita dimulai" desakku sambil terus mengguncang tubuh Karina.
"iya Shella... aku masih ngantuk.. kamu duluan saja" ujar Karina sambil membalikkan badannya.
__ADS_1
"ya sudah, nanti kalau kamu telat jangan salahin aku ya.." kataku yang kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Usai mandi dan bersiap-siap hendak pergi ke kampus, ku lihat Karina masih saja tidur sementara itu Thalia rupanya sudahbangun dan memperhatikanku.
"Kak Shella mau kemana?" tanya Thalia.
"Thalia.. sudah bangun ya, kakak mau pergi ke kampus soalnya ad jadwal kuliah pagi ini" jawabku.
"terus.. kak Karina gimana kak?"
"Biar saja, mungkin dia masih ngantuk.. Dari tadi kakak bangunin eh dianya malah molor lagi, oh iya Thalia maaf ya, kakak nggak bisa bikin sarapan buat kamu pagi ini, nanti kakak suruh bibi yang jualan di depan antar makanan buat kamu ya.." kataku sambil memasukkan buku-buku ke dalam tas.
"kakak kuliahnya hari ini sampai jam berapa kak?"
"nggak lama kok sayang, palingan jam dua.. soalnya jadwal kuliah hari ini cuma dua"
"gitu ya kak.. Thalia lanjut tidur aja deh soalnya masih ngantuk"
"baiklah.. kakak pergi dulu ya lia.."
"oke kak.. hati-hati dijalan ya kak"
"iya sayang" jawab ku kemudian aku melangkah keluar kost Karina.
__ADS_1
Untuk mengejar waktu, kali ini aku menggunakan aplikasi G-jek agar cepat sampai ke kampus universitas Jakarta. Sesampainya di kampus aku segera berlari menuju gedung H7 tempat mata kuliah Hukum tata negara dimulai pagi itu. Beruntung pagi ini dosen belum masuk, jadi aku bisa sedikit lega dan fokus mengikuti mata kuliah hari ini.