Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kehancuran Hendrick


__ADS_3

TOK TOK TOK...


terdengar suara ketukan pintu


"Permisi bu Cathlin, diluar ada dua orang perempuan ingin masuk kesini" kata Sesil menghentikan sejenak perdebatan antara ibu dan anak saat itu.


"siapa?"


"saya tidak tau bu, tapi... "


"Shella...." ujar Cathlin kaget melihat tiba-tiba Shella sudah ada di ruangan itu.


"hei... anak mami kapan datangnya?" ujar wanita itu mencoba untuk menetralkan suasana yang sebelumnya sempat memanas.


"sejak laki-laki ini datang bersama wanita itu" kata Shella sambil menunjuk ke arah Hendrick dan Amel.


"Sayang... ini tidak seperti yang kamu lihat, dia ini cuma rekan kerjaku aja, benarkan Amel?" kata Hendrick ngeles.


"bohong, perkenalkan gue Amelia calon istrinya Hendrick Anthony pemilik perusahaan ini" bantah Amel dengan sombongnya.


"apa? calon istri? apa benar yang dikatakan perempuan ini Hendrick?" tanya Shella.


Dengan sekuat hati Shella menahan air matanya mendengar perkataan Amel, akan tetapi Hendrick hanya diam membisu. Pria itu seperti sudah kehabisan alasan.


"Jawab Hendrick" desak Shella.


"maafkan aku Shella..." jawab Hendrick pelan.


" Aku khilaf" lanjutnya.

__ADS_1


"oke baiklah, terima kasih atas kejujuranmu saat ini" tambah Shella.


seperti mendapat angin sejuk, semudah itu menarik hati gadis yang selama ini ia curangi


"i miss you honey" ujar Hendrick hendak memeluk tunangannya itu.


"maaf kak Hendrick, sepertinya hubungan kita cukup sampai disini saja, dulu aku begitu mempercayaimu, bahkan saking percayanya aku ikhlas diabaikan selama bertahun-tahun, dan kamu cari aku hanya ketika kamu butuhkan. Ternyata selam ini aku bodoh, sudah percaya dengan orang yang ternyata selama ini mengkhianatiku. Dan ini, saksi bisu ikatan hubungan kita" tutur Shella sambil melepaskan cincin tunangannya dengan Hendrick, kemudian memberikannya pada pria dihadapannya itu.


"Jangan nak.... mami mohon, jangan tinggalkan Hendrick... mari kita bicarakan masalah ini baik-baik" cegah Cathlin.


"maaf mi, Shella tidak bisa. Sebenarnya Shella sudah lama mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh pria ini, tidak hanya dengan wanita ini saja, malahan ada beberapa wanita berbeda lainnya"


"bohong, kamu jangan asal bicars saja, itu sama saja dengan memfitnah aku Shella" timpal Hendrick.


"saya tidak hanya asal bicara ini buktinya" lalu Shella mengeluarkan ponselnya kemudian memperlihatkan beberapa bukti foto disaat Hendrick tengah bersama beberapa orang wanita.


Amel yang dari tadi berharap akan menjadi satu-satunya wanita pilihan Hendrick, saat melihat foto tersebut, ia pun naik pitam. dan...


PLAKK... PLAKK..


tamparan keras mendarat dipipi pria itu.


"Amel, apa-apaan kamu ini ha?" teriak Hendrick.


PLAKK


Gadis itu kembali melayangkan tamparan keras pada Pria dihadapannya itu.


"ini balasan yang pantas untuk buaya darat sepertimu" kata perempuan berpakaian minim itu lalu pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Shella... dari mana kamu mendapatkan foto-foto itu?" ujar Hendrick.


"kak Hendrick tidak perlu tau dari mana aku mendapatkan foto ini, yang jelas aku kesini hanya sekedar untuk memastikan semuanya, dan ternyata benar, terima kasih Kak Hendrick, aku pamit dulu" tutur gadis itu berusaha untuk tetap tegar.


"cih.. katanya kamu percaya padaku, tapi ini buktinya selama ini kamu sudah mengirim seseorang untuk memata-matai aku" ujar Hendrick.


"aku tidak mengirim seorang mata-mata, aku tidak mengetahui siapa pengirim foto ini"


"Aku yang sudah mengirim semua foto ini pada Kak Shella" teriak Thalia yang baru saja masuk keruangan itu.


"Thalia.... " seru mami Cathlin.


"iya mi, Lia lah sipengirim foto ini... kalau kalian tidak percaya silahkan saja hubungi nomor si pengirimnya"


lalu Hendrick segera menghubungi nomor sipengirim foto yang tertera dilayar ponsel iphone dulu yang pernah ia berikan pada Shella.


Dan benar saja, ponsel Thalia pun berdering menandakan adanya panggilan masuk.


"Lia, kenapa kamu tega melakukan semua ini?" tanya Hendrick pada adik bungsunya itu. Seakan tidak percaya, ternyata saudaranya sendiri yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Shella.


"maaf kak Hendrick, awalnya lia tidak ada niat untuk berbuat seperti ini, tapi sebagai seorang perempuan, lia tidak ingin kak Shella disakiti, dia sudah lia anggap sebagai kakak lia sendiri" papar Thalia.


"Kak Shella, kakak berhak untuk bahagia, lia tidak ingin melihat kakak disakiti lagi, maaf lia sudah lancang kak" kata gadis berusia sembilan belas tahun itu.


Shella hanya terdiam menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya itu, ia merasa telah dipermainkan oleh keluarga yang selama ini ia anggap baik.


"ayo Karina, sebaiknya kita pergi dari sini" tambah Shella mengajak sahabatnya yang sejak tadi membantu menguatkan ia menghadapi kecurangan Hendrick.


"Tega kamu kak" seru Karina pada Hendrick yang tertunduk lesu tak bedaya.

__ADS_1


__ADS_2