Suara Air Mata

Suara Air Mata
Bersyukur


__ADS_3

Usai mandi dan mengganti pakaian dengan piyama pink kesayanganku, aku pun merebahkan badan untuk beristirahat diatas kasur empuk yang baru saja di pasang oleh Pak Tama dan pekerjanya. Kehidupan yang baru saja aku mulai saat ini memang jauh berbeda dengan kehidupanku di Padang. Aku sangat bersyukur karena selalu bersama orang-orang yang baik hati disekitarku.


Rasanya badanku saat ini terasa begitu lelah sehabis perjalanan dari padang ke jakarta. Ponselku kembali berdering, kali ini tertera sebuah panggilan masuk dari nomor yang kemarin mengaku namanya Andrew. Dengan perasaan cemas, aku coba mengangkat telp tersebut.


"ha.. halo.." ujarku terbata - bata


"Halo Shella, ini aku Andrew. Apakah kamu masih mengingatku?" tanya si penelpon. Aku merasa heran dari mana laki-laki ini bisa mendapatkan nomer ponselku.


"ma maaf, aku tidak kenal"


TuT.. TUT.. segera aku akhiri panggilan tersebut. Kemudian masuk lagi pesan via Grup WA dari sahabatku.


'*Shella... kenapa pesan kami cuma di read aja sih? -Cici'


'iya nih, Shella balas napa - Eren'


'maaf teman-teman aku tadi lagi sibuk.. aku baru saja sampai di Jakarta -Shella'


'ya sudah,sudah sebaiknya kamu istirahat dulu.. kami tunggu kabar selanjutnya ya - Cici'


'Ok sahabatku -Shella'*


Setelah membalas pesan dari sahabatku, aku kembali menaruh ponsel di atas meja rias kamar. Tak berapa lama aku pun terlelap.


***Dirumah keluarga Antoni & Cathlin

__ADS_1


Tampaklah Thalia, Ardian, Hendrick dan Mami Cathlin tengah duduk sambil menonton acara tv diruang keluarga.


"Mi, sepi juga ya rasanya kalau nggak ada kak Shella disini" ujar Thalia.


"ish kamu, baru saja semalam dia disini udah ngerasa sepi aja" timpal Ardian.


"iiiihhh kak Ardian sewot aja... mami" tambah gadis itu pasang wajah memelas pada maminya.


"kalian ini... selalu saja ribut.. acara kesukaan mami jadi keganggu nih" ujar mami Cathlin.


"tau nih bocal tengil.. lebay" timpal Ardian lagi.


" kamu juga Ardian" seru mami Cathlin.


Thalian pun tertawa sambil meledek kakak kedua nya itu.


"kamu mau kemana Henrdrick?" Tanya mami Cathlin.


"Cari angin" jawab Hendrick sambil meraih kunci mobil dan beranjak keluar dari rumah.


"Kak Hendrick kenapa mam? kok wajahnya kayak orang kalah undian gitu" kata Thalia yang merasa ada yang aneh dengan sikap Kakak tertuanya itu.


"Entahlah" jawab mami Cathlin terus fokus menonton acara sinetron di TV.


"oh iya mam, waktu disekolah kemarin kok pihak sekolah mau memberikan kesempatan beasiswa lagi sama Shella mam?" Tanya Ardian.

__ADS_1


"oh itu... soal gampang.. " ujar Mami Cathlin yang terus fokus menonton.


"mami... kak Ardian nanya kok malah jawab gitu? Thalia juga pengen tau nih. soalnya kan katanya di SMA 1 itu peraturannya super ketat" timpal Thalia yang juga penasaran dengan hal yang dilakukan oleh maminya itu.


"mami.... sebel ih.." seru Thalia mulai kesal karena mami Cathlin terlalu fokus menonton acara di TV.


Lalu Ardian mematikan TV tersebut.


"Ardian.." teriak Mami Cathlin


"mami ini, kita nanya malah nonton aja terus" jawab Thalia.


"memangnya kalian nanya apa?" tanya mami Cathlin.


"Aduuuhhh mami ini.. kita itu nanya emang mami bilang apa sama kepala sekolah kemaren, kok Shella bisa dikasih kesempatan buat daoat bea siswa ke Jakarta lagi?" tanya Ardian.


"oh begitu... mmm jadi begini kemaren itu mami..." kemudian mami Cathlin mulai menceritakan hal yang ia lakukan disekolah kemarin


.


.


.


.

__ADS_1


Hai Readers, mau tau cerita selanjutnya?


cus Like dan dukung terus novel ini. 😊


__ADS_2