Suara Air Mata

Suara Air Mata
Menunggu


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, angkot yang kami tumpangi pun berhenti di persimpangan jalan menuju rumahku. Aku pun segera turun, sementara kedua sahabatku tetap didalam karena rumah mereka masih berjarak kira-kira sepuluh menit dari rumahku.


Saat aku membuka pintu rumah, tiba tiba kak Hendrick sudah ada dibelakangku.


"Astaga... " teriakku karena kaget.


"hey perempuan menyebalkan, biasa saja... emangnya aku ini hantu apa" kata Hendrick.


"Dasar manusia aneh" gerutu ku kesal.


"buruan gih siap - siap, mami sudah nungguin" desak Hendrick.


"Sabar dikit napa, baru juga nyampe di rumah" Ujarku sambil masuk ke dalam rumah. Lalu Hendrick mengikutiku dari belakang.


"eiiiitttsss, manusia aneh, sebaiknya kamu tunggu di luar saja.. aku tidak ingin hal buruk terjadi lagi" tambahku.


"biarkan saja, suka suka aku dong.. lagian masih saja ya ada yang betah tinggal di rumah kecil dan sempit begini" kata Hendrick terus membuntutiku.


"Kak Hendrick, plis tolong menunggu di luar, atau aku teriak nih, biar warga pada berdatangan dan kamu bakalan digebukin warga sekitar " teriakku dengan nada mengancam.


"oke, baiklah..." kata pemuda itu membalikkan badannya, kemudian ia menunggu di kursi panjang dari bambu buatan alhamarhum bapak yang sengaja ditaruh di depan rumah.

__ADS_1


"bagus... sekali-kali manusia aneh ini aku kerjain aja ah.. biar dia lama nunggu" gumamku.


"hey perempuan menyebalkan, cepat sedikit.. jangan lama-lama" seru Hendrick.


"iya iya... bawel banget" gerutuku.


Lalu aku masuk segera menuju kamar, menaruh tas dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Kemudian aku mengganti pakaianku dengan stelan jeans hitam dan baju. kaos pink kesayanganku. Setelah itu aku memasukkan beberapa lembar baju yang kemarin sempat aku beli di pusat perbelanjaan serta beberapa keperluan lainnya ke dalam koper pemberian seseorang misterius dan baik hati beberapa waktu lalu, tidak lupa juga aku membawa surat peninggalan ibu.


Sementara di depan rumah, Hendrick terlihat mulai bosan. sesekali ia duduk lalu berdiri dan mondar mandir tak tentu arah.


"Hay perempuan menjengkelkan, kenapa kamu lama sekali" teriak Hendrick.


"iya sebentar... bawel baget sih" jawabku sambil tertawa cekikikan melihat raut wajah laki-laki itu.


"dasar perempuan menyebalkan, nyiapin barang segini aja lama banget" gerutu Hendrick.


"heh, manusia aneh.. jangan banyak komentar deh, mending kamu bawain koper ini. berat tau"


"enak saja, kamu bawa saja sendiri.."


"manusia aneh... ya sudah kalau kamu tidak mau menolongku. biar aku pergi sendiri saja"

__ADS_1


"iya iya... menyebalkan... kalau bukan karena mami.." tambah hendrick meraih koper yang sudah aku taruh di depan pintu rumah.


"ngomong ngomong kamu dapat koper ini nyolong dari mana? ini kan koper mahal.. mana mungkin kamu bisa membelinya" ujar Hendrick.


"manusia aneh, jangan banyak tanya deh, aku dapat koper ini dari mana bukan urusanmu" tegasku.


Kemudian kami berjalan menuju area parkir di depan sebuah toko yang terletak disekitar persimpangan jalan yang tak jauh dari rumahku dimana Kak Hendrick juga memarkirkan mobilnya disana. Lalu aku menaiki mobil fortuner putih itu, sengaja aku duduk di kursi belakang. Akan tetapi ka Hendrick melarangku dan menyuruhku pindah ke kursi depan.


"hey perempuan menyebalkan, kenapa kamu duduk dibelakang?" seru Hendrick.


"tidak apa apa kak, biar aku duduk disini saja"


"cepat pindah kedepan, memangnya aku ini supirmu apa" teriak Hendrick hendak menarik tanganku dan menyuruhku pindah ke kursi depan disamping kursi pengemudi.


" awwww... tidak usah tarik-tarik gitu napa, sakit tau. aku bisa jalan sendiri" gerutuku kesal.


"ayo cepetan.. lelet banget" tambah Hendrick yang semakin membuatku kesal.


Sepanjang perjalanan tak banyak percakapan yang terjadi di antara kami, karena aku masih kesal dengan laki-laki yang ada disampingku ini. Akan tetapi sesekali ku lihat dia terlihat senyum senyum sendiri melihatku.


"apa lihat-lihat, nyetir aja sana" gerutuku kesal.

__ADS_1


"idih.. siapa juga yang lihatin kamu, ke GR an banget" gumam Hendrick sambil terus melajukan mobilnya menuju rumah mami cathlin.


__ADS_2