Suara Air Mata

Suara Air Mata
Apartement luxury


__ADS_3

Tanpa disadari air mataku pun terjatuh, yang diiringi oleh suara tepuk tangan dari pengunjung yang menyaksikan aku bernyanyi.


Usai menikmati suasana di alun alun kota tua, kak Hendrick pun mengantarku pulang ke tempat tinggalku sekarang.


"mm kak Hendrick, terima kasih sudah mentraktir aku makan dan berkunjung ke kota tua hari ini" kataku saat kami sedang dalam perjalanan pulang.


"hmm" jawab hendrick singkat


"terima kasih karena kak Hendrick telah perhatian denganku selama ini" tambahku.


"hmm" lagi lagi hendrick hanya memberi jawaban yang sama.


"ish, orang ngomong panjang lebar.jawabannya cuma hmm aja. dasar manusia aneh" gumamku kesal.


"Nggak ada yang gratis di dunia ini, semua yang sudah aku berikan harus ada bayarannya" kata Hendrick menatapku tajam.


"bayaran? maksudnya?" aku merasa makin kesal, 'kalau aku tau semua ini semata hanya untuk memanfaatkan aku. tak sudi rasanya aku menerima pemberian dari manusia aneh disampingku ini' gumamku dalam hati.


"hey perempuan menyebalkan, kenapa kamu diam saja?"


"entahlah.. kalau kak Hendrick meminta bayarannya, baiklah suatu saat aku akan menggantinya. dan ini, silahkan ambil kembali" ujarku sambil memberikan sebuah ponsel iphone7 pemberian laki-laki itu padaku beberapa bulan yang lalu.


"apa apaan ini? hahaha dasar perempuan bodoh, kamu itu ternyata diluar saja yang kelihatan pintar, tapi ternyata gampang sekali dibodohi. bagaimana nanti kamu bisa menghadapi kehidupan di Jakarta sendirian?" tutur Hendrick.


"maksud kak Hendrick?"

__ADS_1


"sudahlah, nanti saja aku pikirkan apa bayaran yang pantas untukku. Sekarang beri tahu aku dimana kamu tinggal sekarang?" kata Hendrick menghentikan laju mobilnya di sebuah persimpangan jalan.


"ke arah sini kak, nanti ada post satpam. masuk saja kekomplek itu" kataku sambil menunjuk ke arah jalan menuju area apartement bu Tari.


"serius kamu Shella? kamu jangan mengada ada deh.. cepat beritahu aku dimana kamu tinggal sekarang"


"ya kan udh dikasih tau, ini jalannya..."


"yang benar saja, ini kan jalan menuju apartement luxury, mana mungkin kamu bisa menyewa apartement semewah ini disini"


"ish.. kalau tidak percaya ya sudah"


perdebatan antara kami saat itu terhenti sejenak, karena ada sebuah panggilan masuk di ponselku dari Bu Tari.


"Shella kamu dimana nak? sudah jam segini belum pulang"


"Iya ini Shella lagi dijalan pulang bu"


"ya sudah cepetan pulang, nanti keburu malam"


"baik bu"*


kemudian bu Tari menutup telponnya.


"pasti itu dari bu kos kamu kan? sekarang kamu tinggal dimana, ayo beritahu aku, atau kamu pulang saja sendiri" desak Hendrick.

__ADS_1


"disana, kalau kak Hendrick tidak mau mengantarkan aku pulang, ya sudah aku pulang sendiri saja" jawabku hendak membuka pintu mobil.


"hey perempuan menyebalkan, kamu jangan macam-macam ya, awas saja kalau sampai kamu bohong" Kata Hendrick menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi menuju lokasi yang sudah aku beri tahu tadi.


Sesampainya di parkiran apartement Luxury. aku pun segera turun dari mobil dan bergegas yang diikuti Hendrick di belakangku.


"kak hendrick kenapa mengikutiku?"


"suka suka aku dong"


Sampai di depan pintu, aku memasukkan kata sandi dan memutar ganggang pintu tersebut.


Didalam apartement aku melihat bu Tari dan pak Tama tengah duduk santai di depan tv.


"Selamat sore bu, maaf Shella telat pulangnya" ujarku sambil menyalami kedua suami istri yang jadi orang tua angkatku saat ini.


"Selamat sore om..tante" kata Hendrick juga ikut menyalami mereka.


"sore juga, mmmm tunggu dulu, kamu ini Hendrick antoni putranya Cathlin kan?" tanya bu Tari.


"Betul bu, bagaimana ibu bisa tahu?" tanya hendrick.


"Silahkan duduk dulu nak Hendrick" tambah bu Tari.


Sementara mereka berbincang-bincang diruang tamu. aku pamit sebentar ingin membersihkan badan dan mengganti pakaian ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2